The Twelve Witches

The Twelve Witches
Chapter 1 : Legenda the Twelve Witches



"Dahulu ada dua belas penyihir yang untuk menjaga bumi. Mereka telah berjanji satu sama lain. Namun salah satu diantara mereka ingin menguasai bumi dan membunuh semua penyihir tersebut satu per satu. Namun salah satu dari mereka mengetahui rencana jahat penyihir itu dan berusaha menolong anaknya dengan membawanya pergi. Berharap kelak anak itu dapat mengubah dunia. Meskipun anak tersebut merupakan anak dari penyihir dan manusia, namun hanya itulah satu satunya harapan mereka dan seluruh isi bumi. Konon, kesebelas penyihir tersebut membeku terkurung di lembah gelap, menunggu anak tersebut datang menyelamatkan mereka. Si penyihir terserbut ternyata tidak tega membunuh kawan kawannya tersebut sehingga ia hanya mengurung mereka saja." Cerita seorang ibu bernama Christine.


"Ah, ibu dari dulu bercerita seperti itu terus!" Keluh Kimmy, anak ibu tersebut.


"Tentu saja! Bagaimanapun juga kamu ini bukan anak kandung ibu yang ibu temukan di hutan. Ibu sangat berharap kamu adalah anak itu Kimmy..." Kata ibu sambil membelai kepala Kimmy.


" Ibu terlalu banyak berharap... Diluar sana ada banyak anak yang juga ditemukan di hutan!" Jelas Kimmy.


"Yasudah, sekarang pergilah ke toko roti nenek!" Kata ibu sambil memberikan uang kepada Kimmy.


"Baiklah, ibu..." Jawab Kimmy sambil mengambil tas ranselnya.


Kimmy pun berjalan ke toko roti neneknya. Saat ia hendak masuk ke toko roti itu, ia terkejut melihat seseorang keluar dari toko roti tersebut dengan jaket dan menggunakan masker. Orang itu menatap Kimmy dengan sinis. Kimmy pun masuk ke toko roti tersebut dan melihat neneknya terbaring lemah di lantai.


"Nenek!" Teriak Kimmy sambil berlari ke arah neneknya.


"Kamu, cepat pergilah dari sini! Mungkin orang orang itu masih ada disini! Pulanglah ke rumah dan kemasi barang barangmu! Naiklah kereta ke Kota Sachwe! Jaga dirimu baik..." Jelas nenek.


" Tidak! Kimmy gak akan pergi ninggalin nenek dan ibu... Hiks... Siapa yang melakukan ini ,nek?" Tanya Kimmy sambil mengusap air mata yang perlahan mengalir membasahi wajahnya.


"Nenek kenapa? GAK! GAK HARUS BERAKHIR SEPERTI INI! Hiks..." Kata Kimmy yang mulai menangis.


Ditengah kesedihan Kimmy, seseorang menariknya keluar dari toko roti tersebut.


"Ah! Siapa... Siapa kamu!" Tanya Kimmy yang berusaha melarikan diri dari cengkeraman orang tersebut.


"Dengar! Kamu harus mengikuti aku! Nenekmu benar, ada orang yang mencarimu! Kalau kita tidak segera pergi dari sini, mereka mungkin akan menangkap kita!" Jelas orang tersebut.


".... Baiklah....." Kata Kimmy yang terpaksa mengikuti kata orang tersebut.


Setengah jam kemudian...


"Tunggu dulu! Kamu belum menjawab pertanyaanku! Siapa kamu?" Tanya Kimmy sambil melepaskan tangannya yang tadi dipegang oleh orang tersebut.


"Ah, benar juga! Aku Steven... Steven Russell... Aku penjelajah dan menyukai misteri... Sejak kecil aku menyukai kisah tentang legenda 'The Twelve Witches' ... Aku mulai meneliti dan akhirnya bertemu dengan seorang nenek pemilik toko roti tadi. Ia sangat baik dan aku selalu mampir ke toko rotinya setiap saat aku lapar. Sampai saat aku melihat kamu datang ke toko roti nenekmu kemarin. Aku melihat kalung bulan yang kamu pakai... Aku rasa itu adalah kalung yang ibu kandungmu berikan padamu..." Jelas laki laki yang terlihat seumuran dengan Kimmy.


"Tunggu! Jadi kamu yang membunuh nenekku?" Tanya Kimmy dengan nada marah.