The Twelve Witches

The Twelve Witches
Chapter 26 : Sick



Steven akhirnya kembali ke gedung asrama laki - laki. Kemudian, ia masuk ke kamar asramanya. Dan ternyata, Matthew masih belum juga tertidur.


"Kenapa belum tidur?" Tanya Steven ke Matthew dengan penasaran.


"Belum ngantuk... Kamu habis ketemu siapa?" Tanya Matthew.


"...." Steven tidak dapat menjawab pertanyaan Matthew itu dan masuk ke kamar mandi untuk mengganti baju karena bajunya yang tadi sudah basah.


"Kamu habis ketemu Kimmy, kan? Aku lihat tadi Kimmy nangis dibawah... Apa kamu beneran udah nyakitin dia?" Tanya Matthew dengan wajah seriusnya.


"Aku lelah! Mau tidur! Masalah hari ini kita bahas lain kali aja!" Jawab Steven yang kemudian berbaring di tempat tidurnya dan menutupi wajahna dengan selimut.


"Kalau sampai Kimmy beneran terluka karena kamu, kamu harus tanggung akibatnya!" Jelas Matthew yang kemudian mematikan lampu tidur di kamar asrama mereka.


"Aku gak boleh cinta sama Kimmy! Aku ini adalah 'Yang Terpilih'! Waktu aku kecil, mama pernah cerita tentang takdir 'Yang Terpilih' sama anak dari seorang penyihir. Takdirku sama dia memang akan saling tolong menolong... Tapi nanti aku akan menyakiti dia... Aku gak mau itu terjadi! Aku gak boleh menyakiti dia! Untuk itu, aku harus jaga jarak sama dia! Jangan sampai dia punya perasaan lebih dari teman ke aku!" Pikir Steven yang kemudian memejamkan matanya dan tertidur.


Keesokan harinya, semua murid berdatangan ke sekolah seperti hari - hari biasanya. Namun, yang berbeda pada hari itu adalah ketidakhadiran seorang murid yaitu Kimmy.


Ketika jam pelajaran dimulai, Matthew tidak dapat fokus karena terus melihat ke sekeliling, menunggu kedatangan Kimmy. Namun, Kimmy belum juga datang.


Ketika jam istirahat, Matthew mendatangi Steven yang sedang duduk dikantin bersama Keysha dan teman laki - laki lainnya.


"Steven!" Panggil Matthew dari kejauhan.


Steven mengalihkan pandangannya ke sumber suara.


"Ada apa?" Tanya Steven yang bingung karena Matthew yang tiba - tiba memanggilnya.


"Apa kamu lihat Kimmy?" Tanya Matthew sambil mendatangi meja kantin tempat Steven dan teman - temannya duduk.


"Enggak... Aku gak lihat dia... Kukira dia sama kamu di kelas daritadi pagi!" Jelas Steven sambil mulai memakan makanan yang sudah ia beli di kantin.


"Mana ada! Daritadi aku emang ada di kelas... Tapi gak ada lihat dia..." Jelas Matthew yang mulai khawatir.


"Kalian tenang dulu deh! Kimmy itu daritadi pagi tidur di tempat tidurnya... Terus waktu aku bangunin dia, katanya dia lagi gak enak badan... Jadi dia gak mau masuk sekolah dulu... Gitu!" Jelas Keysha yang mulai cemburu karena Kimmy diperebutkan oleh 2 cowok populer di sekolah mereka.


"Apa? Kimmy sakit? Jangan - jangan karena kemarin kita main hujan?" Tanya Matthew yang kaget mendengar kabar itu.


"Tapi kemarin kita kan main hujannya gak terlalu lama! Pasti karena hal lain!" Jelas Keysha.


"Hmmm... Iya juga sih..." Jawab Matthew sambil kembali berpikir.


"Oh iya! Kemarin malam si Kimmy keluar dari kamar asrama lagi! Udah gitu dia balik agak lama... Terus waktu balik, dia udah basah kuyup lagi! Kelihatannya dia hujan - hujanan lagi deh!" Jelas Keysha.


Tiba - tiba, Matthew menatap ke arah Steven dengan tatapan tajam.


"Kenapa? Kenapa kamu liat aku? Apa kalian curiga sama aku kalau aku yang buat Kimmy sakit? Gak mungkinlah!" Jawab Steven dengan santai.


"Iya! Kita curiga sama kamu!" Kata Matthew dan Keysha bersamaan.


Keysha dan Matthew bertatap tatapan sejenak. Kemudian mereka berdua saling mengalihkan pandangan mereka.


"Iya! Aku mengaku kalau Kimmy sama aku kemarin hujan - hujanan lagi! Kemarin aku lihat dia nangis di tengah hujan! Jadi, aku datengin dia sambil bawa payung! Mungkin aja dia sakit karena nangis di hujan itu kali..." Jelas Steven dengan jujur.


"Huft! Untunglah kamu gak menyakiti dia! Yaudah! Kalau gitu, nanti sepulang sekolah kita akan menjenguk dia bersama - sama!" Jelas Matthew sambil menghela napas.


"Setuju!!!" Jawab Keysha dengan semangat.


"Kamu ikut kan Steven?" Tanya Keysha dengan penuh harapan.


"Terserah kalian! Aku sih ikut aja!" Jawab Steven dengan cuek dan tidak peduli.


Kringgg!!!


Bel sekolah mereka berbunyi menandakan jam istirahat telah selesai dan pelajaran selanjutnya akan dimulai.


Matthew masih saja belum dapat fokus dan khawatir akan keadaan Kimmy.


Sepulang sekolah, mereka berempat berjanji akan berkumpul di depan gerbang Sekolah Silwony. Setelah mereka berkumpul, mereka melanjutkan perjalanan mereka ke kamar asrama Kimmy dan Keysha.


"Yuk kita jalan!" Ajak Keysha setelah melihat Steven dan Matthew temannya sudah berkumpul.


"Aku disini bukan untuk menjenguk dia... Aku disini hanya mau bilang kalau aku gak bisa datang menjenguk dia soalnya aku ada ekstrakurikuler... Kamu tau kan kalau aku berencana untuk masuk ke Universitas Kwenchi? Aku harus mempersiapkannya mulai sekarang..." Jelas Steven ke kedua temannya itu.


"Apa kamu udah kehilangan akal sehat kamu? Kamu benar - benar lebih mementingkan pelajaran itu disaat begini?" Tanya Matthew yang mulai emosi karena kecewa dengan jawaban Steven tadi.


"Gak ada yang lebih penting dari pelajaran tambahan..." Jelas Steven.


"Tapi apa itu gak bisa nanti aja? Mungkin aja Kimmy lagi butuh kamu sekarang..." Tanya Keysha.


"Gak bisa... Lagipula teman Kimmy gak hanya aku doang, kan? Masih ada kalian kok! Aku akan usahain jenguk dia lain kali!" Jelas Steven sambil melangkah pergi meninggalkan kedua temannya itu.


"Steven jadi aneh..." Pikir Matthew dalam hati.


"Wah! Kelihatannya aku punya kesempatan yang besar nih buat deket sama Steven!" Pikir Keysha dalam hatinya.


Keysha dan Matthew kemudian mulai berjalan ke kamar asrama Keysha dan Kimmy.


Tok Tok Tok...


Kimmy membuka pintu kamar asramanya dan melihat Keysha dan Matthew sudah berdiri di depan pintu kamar asramanya.


"Kimmy! Aku benar - benar khawatir banget! Kamu sakit apa sampai gak masuk sekolah?" Tanya Matthew sambil memeluk Kimmy dengan erat.


Kimmy hanya terdiam dan melihat ke sekeliling di luar kamar asramanya.


"Eh? Sebenarnya aku hanya gak enak badan aja... Yuk masuk..." Kata Kimmy sambil mempersilakan Keysha dan Matthew masuk.


Matthew dan Keysha masuk ke dalam.


"Kamu kira Steven akan datang buat jenguk kamu, ya?" Bisik Keysha ke telinga Kimmy dengan pelan.


"Eh? Eng... Enggak kok! Aku hanya lagi pengen liat ke luar aja!" Jelas Kimmy.


Tiba - tiba saja, Matthew memberikan segelas coklat hangat yang tadi dibelinya dijalan dekat gedung asrama perempuan.


"Nih buat kamu! Aku tadi beli di jalan waktu mau kesini... Aku tau kamu suka yang manis - manis dan kebetulan kamu lagi sakit... Jadi, aku beliin kamu hot chocolate ini supaya kamu cepat sembuh!" Jelas Matthew sambil tersenyum manis ke arah Kimmy.


"Eh? Wah!! Makasih, ya!" Jawab Kimmy dengan semangat dan menerima pemberian Matthew itu.


Mereka bertiga kemudian bercerita bersama - sama.


"Eh kok Steven belum datang - datang, ya?" Tanya Keysha yang sengaja membicarakan itu.


"Iya! Padahal tadi dia bilang mau nyusul! Ini kan udah jam segini... Emangnya ekstrakurikuler itu selama ini?" Kata Matthew yang heran karena Steven belum juga datang.


Matthew tidak menyadari kalau dirinya berhasil dibodohi Keysha.


"Iya! Aneh banget! Jangan - jangan, dia hanya lagi menghindari Kimmy?" Jelas Keysha yang sengaja membuat kata - kata itu untuk menyakiti Kimmy.