
"Jadi, kenapa kamu ngajak aku kesini? Ada masalah apaan?" Tanya Kimmy.
"Coba pinjem kalung bulan kamu..." Kata Steven sambil mengulurkan tangannya.
"Kenapa?" Tanya Kimmy dengan serius.
"Aku mau coba cek kalungnya... Siapa tau aja ada petunjuk di kalung itu..." Jelas Steven.
"Gimana kalau kamu sekongkolan sama penyihir itu dan bawa kabur kalung ini? Apa aku masih harus kasih kalung ini ke kamu?" Tanya Kimmy dengan ragu - ragu.
"Kamu harus percaya sama aku dan kasih kalung itu..." Jelas Steven.
"Kamu sendiri yang bilang kalau harus hati - hati sama Matthew karena takutnya dia itu mata - mata yang ada di pihak penyihir itu..." Jelas Kimmy.
"Tapi aku beda kali dari cowok gak jelas itu! Lagian bukannya aku udah bilang dari awal kalau percaya atau gak percaya itu terserah kamu! Tapi satu satunya jalan kita harus bisa percaya satu sama lain meskipun susah! Oke?" Kata Steven sambil tersenyum manis.
Deg Deg Deg
"Terserah... Nih!" Jawab Kimmy sambil memberikan kalung yang daritadi dipakainya kepada Steven.
Setelah mengamati beberapa saat kalung bulan Kimmy, Steven mendapatkan petunjuk.
"Eh, lihat deh! Disini ada tulisan nama sebuah toko! Galaxy Jewerly Shop... Mungkin ini tempat pembuatan kalung bulan punyamu... Mungkin kita bisa pergi kesana untuk cari info lebih banyak lagi!" Jelas Steven.
Srak srak...
"Eh, suara apaan itu? Jangan - jangan ada yang mengikuti kita sampai ke sini!" Tanya Kimmy
"Berhenti sembunyi! Aku sudah tau kamu sedang bersembunyi disitu! Keluarlah!" Kata Steven dengan nada serius sambil mengembalikan kalung bulan Kimmy.
Seorang laki laki keluar dari balik tembok. Ternyata laki laki itu adalah Matthew.
"Matthew? Kamu lagi apa disini? Jangan - jangan yang dibilang Steve bener? Kalau kamu itu sebenernya mata - mata?" Tanya Kimmy dengan raut wajah yang kaget.
"Tunggu dulu! Aku bener - bener gak bermaksud ngikutin kalian kesini! Aku hanya khawatir sama kamu! Aku takut cowok ini bermaksud jahat sama kamu!" Jelas Matt.
"PEMBOHONG! JELASKAN APA TUJUAN SEBENARNYA KAMU MENGIKUTI KAMI!" Kata Steven dengan nada marah.
"Stev, coba kita dengerin dulu penjelasan dari dia!" Kata Kimmy yang berusaha menenangkan Steven.
"Aku mengatakan yang sesungguhnya! Kalau aku ini beneran orang yang bermaksud jahat, kenapa aku malah nunjukin diri ke kalian? Kenapa aku gak lari aja dari kalian?" Jelas Matthew dengan wajah serius.
"Kenapa kita gak masukkin dia ke grup kita? Buat bantuin kita melawan penyihir jahat itu!" Jelas Kimmy kepada Steven.
"Iya! Aku dengan senang hati mau membantu kalian melawan penyihir itu!" Jawab Matthew dengan senang.
"GAK ! Aku gak setuju! Lagipula sejak awal kita ini bukan satu grup! Aku ini hanya orang yang suka dengan misteri dan dengan sukarela mau membantu kamu melawan penyihir jahat!"Jelas Steve yang langsung pergi meninggalkan Kimmy dan Matthew.
"Huft! Dia itu emang orang yang kayak gitu Matt... Aku nanti bakalan coba ngomong ke dia buat bolehin kamu bantu kita..." Jelas Kimmy sambil tersenyum manis kepada Matt.
Deg Deg Deg.... Jantung Matthew berdebar kencang setelah melihat senyuman manis Kimmy dan kelembutan hatinya.
"Eh... Seriusan? Maaf yah udah ngerepotin kamu... Bahkan buat kalian jadi berantem... Aku bener - bener gak bermaksud..." Jelas Matt.
"Hahah... Udah biasa kali berantem! Habis, dianya gak mau ngalah sama cewek sih!" Jawab Kimmy.
"Yaudah, aku pergi dulu ya!" Kata Matt sambil melambaikan tangannya ke Kimmy dan melangkah pergi.
"Iya!" Jawab Kimmy.
Kimmy pergi ke kelas 11A untuk menemui Steven dan mencoba membujuknya. Saat Kimmy didepan pintu kelas 11A, Kimmy melihat Steven sedang berbicara dengan seorang perempuan yang tidak asing. Ternyata, perempuan itu adalah Keysha (teman sekamar Kimmy). Entah kenapa badan Kimmy membeku dan tidak dapat berjalan. Keysha dan Steven terlihat semakin akrab. Tiba - tiba ada orang yang datang dari belakang Kimmy dan menabrak Kimmy dengan tidak sengaja. Akibat itu, Kimmy terjatuh di depan kelas Steven. Semua orang di kelas itu langsung tertawa melihat Kimmy. Kimmy tak bisa bergerak dan diam membeku. Tak disangka Steven juga ikut tertawa melihat tingkah Kimmy.
"Pffftt! Kamu ngapain kesini? Pake jatuh segala lagi..." Tanya Steven.
Tiba - tiba, air mata menetes membasahi wajah Kimmy.
"Hiks..... Kenapa aku pake nangis segala sih?" Tanya Kimmy dalam hatinya.
Kimmy langsung bangun dan berlari keluar kelas 11A menuju toilet.
"Hiks... I'm Okay! I'm Okay!" Kimmy bergumam sendiri.
Kimmy pun pergi keluar dan tak disangka Matthew menunggunya di depan toilet.
"Kamu kenapa? Kamu habis nangis, ya? Jangan bilang ini karena Steven?" Tanya Matthew sambil memegang wajah Kimmy.
Deg Deg Deg
"Waaa! Aku beneran punya penyakit jantung woii!" Kata Kimmy.
"Apa!? Sekarang ayo kita cepetan ke rumah sakit!!" Ajak Matthew.
"Eh! Gak perlu!" Jawab Kimmy dengan cepat.
"Kamu belum jawab pertanyaanku yang pertama..." Kata Matthew.
"Enggak ini bukan salah Steven... Aku tadi konyol banget tau gak sih! Pake jatuh di depan kelas 11A! Bener bener jadi first impression yang buruk banget!" Jelas Kimmy sambil menutupi wajahnya dengan tangannya.
"Hei, it's alright! Kamu pasti bisa kok dapat first impression yang bagus dari mereka! Asalkan kamu ngelakuin sesuatu yang baik... Lagipula gak penting apa kata oranglain... Yang penting love yourself dan tetep jadi diri kamu sendiri!" Kata Matthew memberikan semangat.
"Iya! Aku gak boleh langsung sedih! Thanks Matt!" Jawab Kimmy sambil tersenyum.
"Pokoknya, aku bakalan minta tolong ke Steven nanti sepulang sekolah supaya dia bolehin kamu bantu kita!" Jelas Kimmy.
"Kalau gak boleh juga gak apa - apa! Jangan sampe kalian berantem lagi karena aku... Aku bakalan tutup mulutku kalau dia tetep gak mau nerima aku..." Jelas Matthew sambil tersenyum manis.
Sepulang sekolah...
Kimmy dan murid- murid lain keluar dari kelas masing - masing. Kimmy keluar bersamaan dengan keluarnya Steven dan Keysha yang sedang mengobrol dan bercanda bersama. Kimmy kembali diam membeku. Namun pada akhirnya, Kimmy memberanikan diri untuk menghampiri Steven.
"Stev, aku mau kamu bolehin Matt buat bantuin kita!" Kata Kimmy dengan tegas.
"Tunggu... Kalian berdua saling kenal? Kimmy, kamu kenal Steven?" Tanya Keysha dengan bingung sambil melihat ke wajah Steven dan Kimmy berulang kali.
"Iya... Jadi, gimana? Kamu bolehin gak?" Tanya Kimmy sekali lagi ke Steven.
"Gak!" Jawab Steven yang kemudian melanjutkan pembicaraannya dengan Keysha.
"Kalau kamu beneran gak mau,.... Emm... Aku gak mau juga kamu bantu aku!" Jelas Kimmy dengan raut wajah yang serius.
"Oke! Oke! Tapi kalau kamu bener bener mau masukkin Matthew ke kelompok ini, kamu harus bolehin juga Keysha buat bantuin kita! Gimana?" Tanya Steven dengan nada kesal.
"Yaudah! Kamu yang jelasin ke Keysha semuanya! Dan kalau dia mata - mata, aku mau kamu tanggung jawab sama keputusan kamu hari ini!" Jelas Kimmy dengan nada marah dan segera pergi meninggalkan Steven berdua dengan Keysha.
Steven pun menceritakan semuanya kepada Keysha di lapangan belakang. Sementara itu, Kimmy mengatakan kepada Matthew bahwa ia boleh membantu Kimmy dan Steven.
Mereka telah berencana untuk pergi ke kamar asrama masing - masing terlebih dahulu untuk ganti baju dan setelah itu langsung pergi ke Galaxy Jewerly Shop.
Saat di kamar asrama...
"Biasa aja..." Jawab Kimmy yang sedang mengikat rambutnya menjadi kuncir satu.
"Kira - kira kalian sedekat apa?" Tanya Keysha yang masih penasaran.
"Gak deket deket banget kok... Emang kenapa Key?" Tanya Kimmy yang bingung dengan pertanyaan yang ditanyakan Keysha kepadanya.
"Aku kayaknya suka deh sama Steven... Dia itu lucu dan baik banget..." Jelas Keysha sambil tersenyum menatap cermin di depannya.
"Oh..." Jawab Kimmy.
"Kok oh doang sih jawabannya? Jangan - jangan kamu juga suka ya sama Steven?" Tanya Keysha.
"Enggak! Cowok nyebelin banget kayak gity ngapain disukain coba? Mending si Matthew... Baik dan pengertian banget dia orangnya..." Jawab Kimmy dengan cepat.
"Boleh gak kamu bantu aku deket sama Steven?" Tanya Keysha dengan penuh harapan.
"....." Kimmy tak bisa berkata - kata
"Kok diem aja? Kamu gak mau ya bantuin aku, ya?" Kata Keysha dengan raut wajah yang sedih.
"Eh... Bukan gitu... Iya, aku dengan senang hati mau bantuin kamu kok... Sekarang yang penting kita siap - siap dulu buat pergi ke Galaxy Jewerly Shop, oke?" Jawab Kimmy sambil tersenyum.
Akhirnya setelah mereka siap, mereka berempat bertemu di taman dan melanjutkan perjalanan ke stasiun kereta terdekat.
"Emang harus banget naik kereta, ya?" Tanya Kimmy.
"Iya, aku udah ngecek Galaxy Jewerly Shop itu dimana dan ternyata hanya ada 1 toko itu. Itu ada di Kota Walle... Untung jaraknya gak jauh dari stasiun keretanya..." Jelas Steven.
Mereka pun naik kereta. Mereka memilih kursi yang berhadap - hadapan.
Sesampainya mereka di Kota Walle....
"Jadi ini kotanya?" Tanya Keysha ke Steven.
"Iya..." Jawab Steven dengan ramah.
"Wahhh! Indah banget kotanya! Udaranya juga sejuk banget! Jadi keinget Kotaku dulu" Kata Kimmy sambil melihat - lihat ke sekeliling.
"Kimmy, lihat deh! Bunganya cantik cantik banget! Sebentar, ya!" Kata Matthew yang kemudian bergegas lari ke sebuah toko bunga.
"Nih, buat kamu!" Kata Matthew sambil memakaikan sebuah mahkota bunga yang indah.
"Wahh! Makasih..." Jawab Kimmy dengan ramah.
Raut wajah Steven berubah menjadi wajah marah.
"Kita disini serius buat nyari toko itu! Bukan buat romantis romantisan disini!" Jelas Steven dengan nada kesal.
"Eh?" Kimmy heran melihat tingkah Steven yang aneh.
Akhirnya, mereka sampai di Galaxy Jewerly Shop. Mereka memasuki toko itu dan bertemu seorang laki laki muda yang sedang menjaga toko itu.
"Selamat datang di toko kami... Apa yang dapat saya bantu untuk kalian?" Sapa laki laki itu dengan ramah.
"Kami ingin tau info tentang wanita yang membeli kalung bulan yang dibeli dari sini..." Jelas Steven sambil menunjuk ke kalung bulan yang dipakai oleh Kimmy.
"... Kelihatannya kalian perlu bertemu dengan nenek..." Jawab laki laki itu.
"Lewat sini! Ikuti aku... " Ajak laki laki itu sambil membuka sebuah pintu.
"Bisa gak ya kita percaya sama dia?" Tanya Steven dengan ragu - ragu.
"Hanya ini satu - satunya jalan!" Jawab Kimmy dengan yakin dan percaya diri.
Mereka mengikuti laki laki itu menuju ke sebuah ruangan. Disana duduk seorang nenek.
"Nek, mereka mencarimu... Mereka ingin bertanya tentang kalung bulan yang langka ini yang dulu pernah nenek jual... Mereka ingin tau info tentang orang yang membeli kalung ini..." Jelas laki laki itu kepada neneknya.
"Mengapa kalian ingin tau tentang informasi orang yang membeli kalung ini?" Tanya nenek itu.
"Dia ini adalah anak dari orang yang membeli kalung itu dan ingin mengetahui informasinya..." Jelas Steven sambil menunjuk Kimmy.
"Jadi kamu ini adalah anak dari penyihir yang baik itu?" Tanya nenek itu dengan penasaran.
"Iya nek... Saya mohon, tolong bantu kami dengan membantu memberikan informasi mama..." Pinta Kimmy dengan senyuman.
"Coba saya lihat dulu tanganmu..." Kata nenek itu sambil memegang tangan Kimmy.
"Kamu memang anak seorang penyihir!" Kata nenek itu.
"Tunggu... Nenek akan ambilkan data datanya..." Kata nenek itu sambil mencari sebuah data di rak buku yang sangat besar.
"Jadi, saya dengar kalau kalung ini dapat memberikan saya kekuatan saat umur saya sudah 17 tahun... Apakah itu benar nek?" Tanya Kimmy dengan penasaran.
"Tentu tidak! Kalung ini hanya menambahkan kekuatanmu... Makanya kalung ini hanya dapat dipakai oleh yang memiliki kekuatan, salah satunya adalah penyihir..." Jelas nenek itu sambil masih mencari cari data informasi mama Kimmy.
Akhirnya, nenek itu menemukan sebuah kertas data yang berisi informasi mama Kimmy.
"Ini... Tapi disini tertera bahwa yang membeli kalung ini tidak hanya ibumu saja... Ada seorang laki - laki juga yang bersama dengan ibumu saat membeli kalung ini..." Jelas nenek itu.
"Jangan - jangan itu papa?!" Pikir Kimmy.
"Ah, ada alamatnya! Kita harus pergi ke alamat laki laki ini!" Kata Kimmy kepada teman - temannya itu.
"Baiklah... Terimakasih nek atas bantuannya..." Kata Steven dengan ramah.
Duk Dak Duk
" Suara apa itu!? Jangan - jangan itu adalah penyihir jahat itu! Kita harus lari secepatnya!" Kata Matthew.
"Tapi bagaimana dia bisa tau kita ada disini?!" Tanya Kimmy dengan heran.
"Mungkin ini karena teman yang kamu bela - belakan untuk dimasukkan ke kelompok ini!" Kata Steven dengan kesal.
"Tidak mungkin!" Jawab Kimmy dengan yakin.
"Atau mungkin saja ini karena nenekmu yang ditangkap mereka dan dipaksa memberi tau mereka tentang info info kamu!" Jelas Steven.
"Tapi bagaimana bisa nenek tau kita ada disini?!" Tanya Kimmy.
"Bodoh! Tentu saja nenekmu sudah berulang kali melihat kalung bulanmu itu! Mungkin saja nenekmu sudah pernah kesini juga! Untuk mencari tau tentang info asalmu!" Jelas Steven.
"Sudah cukup! Tidak ada waktu untuk bertengkar! Sekarang kita harus kabur dulu!" Kata Matthew yang berusaha melerai Steven dan Kimmy.
"Tapi sudah tidak ada jalan keluar lagi! Satu - satunya jalan keluar kita hanya dari pintu masuk tadi!" Jelas Keysha.
"Kesini! Kalian kabur dari sini saja! Nenek tau jalan rahasia! Kalian tolong bawa anak nenek bersama kalian dan info tentang data mama dan papamu!" Jelas nenek itu.