
Hari ini Fisya berangkat lebih awal karena ia tidak sarapan,begitu juga dengan Clarissa setelah mereka berada di teras tiba-tiba suara motor terdengar yang tak lain itu adalah motor Kelvin.
"Sya berangkat sama aku yuk, ada yang mau aku omongin ke kamu." Kelvin dengan suara yang terdengar serius.
"Tapi kita kan bisa ngomong di kelas aja, emang ada apa sih Vin serius banget?" Fisya yang ngerasa aneh karena Kelvin nggak biasa ngomong serius.
"Udah lah kak, kasihan tu kak Kelvin udah ngarep lo kayaknya hahaha." Ledek Clarissa yang langsung berangkat menaiki motornya. Fisya yang nggak paham apa maksud adiknya, emang Kelvin ngarep apaan sama Fisya.
"Ayok Sya naik aja,nggak bakal aku apa-apain kok tenang aja." ucap Kelvin, Fisya tidak menjawab apa-apa dan langsung menuruti perkataan Kelvin untuk naik ke motornya.
Di perjalanan Kelvin membuka pembicaraan dan memecah keheningan. "Sya aku mau kamu nggak usah deket-deket sama Raka."
"Loh emangnya Raka salah apa sama aku?Kamu masih marah sama Raka." tanya Fisya yang ngerasa Kelvin masih marah dengan Raka.
"Bukannya aku marah cuman aku nggak suka kalo dia coba-coba mendekati kamu,apalagi kemarin dia nembak kamu terang-terangan di hadapan kita." ucap Kelvin.
"Ya tapi itu kan hak dia Vin, apa salahnya kalo dia nembak aku dan mengungkapkan perasaannya padaku?" ucap Fisya yang menilai pendapat Kelvin salah.
"Emang itu haknya tapi aku cuman minta tolong ke kamu, aku mohon jangan pernah kamu dekat-dekat sama dia apalagi sampek nerima dia jadi pacar kamu." ucap Kelvin, perkataan itu membuat Fisya benar-benar terpaku karena baru kali ini Kelvin mengatakan sesuatu yang menandakan dirinya cemburu dengannya, hal ini membuat jantung Fisya berdetak dengan lebih cepat dan pipinya mulai memerah.
Merekapun sampai di parkiran, jantung Fisya yang masih berdetak dengan kencang membuatnya salah tingkah di depan Kelvin, hingga ia kepleset saat turun dari motor namun untungnya Kelvin mengetahuinya dan segera memegang pinggang Fisya. Pandangan mereka akhirnya bertemu, hal itu membuat jantungnya seakan mau copot dan tiba-tiba udaranya terasa panas bagi Fisya.
"Sya kamu nggak papa kan?" Kelvin yang berpura-pura tidak merasakan apa-apa, padahal sebenarnya Kelvin juga hampir kehabisan nafas dan jantungnya juga berdetak lebik cepat.
"Nggak papa kok Vin, hmm makasih ya udah nolong aku." Fisya yang mencoba menyembunyikan wajahnya yang memerah dengan menundukkan kepalanya dan berlari menuju kelas.
"Untung tu anak udah pergi duluan kalo enggak lama-lama aku bisa jantungan atau sesak nafas tadi huhhh." Kelvin yang mulai lega.
Setelah sampai di kelas Fisya masih mengingat kejadian kemarin dimana Raka teman satu bangkunya mengungkapkan perasaan padannya, yang membuat Fisya menjadi canggung dengan Raka.
"Eh Fisya udah dateng ya, bareng Kelvin ya hari ini ?" Raya yang bertanya dengan pandangan penasaran karena wajah Fisya yang memerah.
"Hmmm..." Fisya yang tidak dapat menjawabnya padahal itu hanya pertanyaan mudah tinggal jawab iya atau tidak namun karena perasaan canggu pada Raka dan jantungnya yang masih berdetak kencang membuat mulutnya seakan sulit untuk bicara.
"Eh udah nggak perlu di jawab tuh Kelvin pasti udah jelas kalian tadi barengan." ucap Sarah, perkataan itu membuat Raka memperhatikan Kelvin dan Fisya. Namun Kelvin tidak menghiraukannya dan langsung duduk. Berbeda halnya dengan Fisya dia masih nggerasa nggak enak sama Raka karena udah nolak dia.
"Sebenarnya kemarin aku di telfon kakakku untuk segera pergi ke rumah sakit karena ayahku sedang sakit." ucap Fisya yang sebenarnya masih merasa nggak enak sama Raka.
"Oh iya Ka aku, aku, aku" ucap Fisya yang benar-benar nggak sanggup untuk membicarakan hal kemarin lagi dengan Raka hingga membuatnya gugup.
"Udah nggak usah gugup, kamu pasti masih mikirin hal yang kemarin ya?Tenang aja nggap papa kok aku bisa nerima, kita kan masih bisa jadi sahabat lagi pula ..." ucap Raka yang belum sempat melanjutkan perkataannya terpotong karena guru telah datang.
"Sya," Pangging Raka lembut.
"Iya ada apa Ka, oh iya tadi kamu belum menyelesaikan omongan kamu lo karena ada guru datang." Fisya yang teringat dengan kata-kata Raka padanya yang belum selesai.
Raka terdiam sebentar dan memikirkan perkataan yang akan ia lanjutkan namun jika dia mengatakannya itu akan membuat Fisya merasa canggung kembali dengannya, dan akhirnya Raka mengurungkan niatnya untuk melanjutkan kata-katanya tadi. "Oh yang tadi aduh aku lupa Sya, kapan-kapan aja deh kalo ingat aku sampaikan." Raka sambil tersenyum, yang dibalas senyuman juga oleh Fisya.
Jam istirahat pun tiba Fisya, Raya dan Sarah pun menuju ke kantin, namun Fisya melihat Raka sedang di kerumuni oleh para gadis-gadis di sekolahnya yang memang fans dari Raka yang membuat Raka seakaan tidak dapat pergi dari sana. Fisya yang tidak tega memutuskan untuk membantu Raka "Eh Ray, Sar aku kesana dulu ya kalian duluan aja deh ke kantinnya nanti aku susul." Fisya, yang dibalas senyuman dan kedipan mata dari kedua sahabatnya itu, entah apa maksudnya dan merekapun pergi meninggalkan Fisya.
"Raka, kamu disini ayok kita ke kantin udah di tunggu yang lain nih." Fisya yang menekankan suaranya pada kata yang lain dan menarik tangan Raka dari kerumunan itu.
"Eh apaan sih nih anak datang-datang kok main nyerobot aja, enak banget pakek gandeng-gandeng segalak." Suara salah satu gadis yang mengerumuni Raka yang tidak dihiraukan oleh Fisya. Raka merasa sangat senang karena tangannya digenggam oleh seorang gadis yang ia sukai, jantungnya berdetak dengan cepat dan nafasnya mulai berat.
******
Di kantin Raya dan Sarah telah memesankan bakso untuk Fisya eh tiba-tiba baksonya dimakan Kelvin. "Ya elah Vin itu buat Fisya bukan buat kamu, main lahap aja!" Sarah yang tidak terima makanan yang telah ia pesankan untuk sahabatnya Fisya malah dimakan oleh Kelvin.
"Udahlah nggak usah marah, lagipula aku kan juga sahabat kalain, nanti Fisya biar pesen lagi hehehe nanggung udah hampir habis ini." Kelvin yang kelaparan karena baru saja bermain basket.
Mulut Kelvin berhenti mengunyah bakso yang ia makan dan memandang kedatangan Fisya yang bergandengan dengan Raka,membuatnya tersedak " 'Uhuk, uhuk, uhuk' Minum-minum mana panas nih," ucap Kelvin yang membuat Raya langsung menyodorkan minumnya pada Kelvin.
Fisya yang tidak sadar bahwa tangannya masih menggandeng tangan Raka kemudian mendekati mereka. "Eh, Vin kamu kenapa tersedak ya." ucap Fisya yang merasa khawatir pada Kelvin.
Sarah dan para siswa yang berada di kantin menyadari bahwa Fisya sedang bergandengan tangan dengan Raka "Wihh, selamat ya Ka traktir dong sebagai tanda peresmian hubungan kalian."
Fisya yang baru sadar kalo dia masing menggandeng tangan Raka dan langsung melepaskannya. "Apaan sih nggak kok kita nggak jadian, tadi aku bantuin Raka aja kabur dari para fansnya yang agak gila itu."
walau setelah mendengar penjelasan Fisya Kelvin masih tetap tidak terima, yang membuat raut wajahnya berubah menjadi malas. Dan dalam keadaan ini Fisya benar-benar bingung entah bagaimana harus menjelaskannya pada Kelvin.