
Nafisya Kaila yang akrab dipanggil Fisya, ia adalah seorang gadis yang berusia 18 tahun yang duduk di bangku SMA kelas 12. Fisya merupakan anak ke 2 dari 3 bersaudara, Kakak Fisya bernama Anta Pradana yang memiliki perbedaan umur sekitar 15 tahun dengannya dan sudah memiliki istri yang bernama Kirana Sintia, sedangkan adik Fisya bernama Clarissa Wilona yang hanya memiliki perbedaan umur sekitar 1 tahun dengannya.
Fisya adalah seorang gadis berkulit putih, rambut panjang berwarna hitam, bola mata berwarna coklat dan bulu mata yang lentik serta dengan tinggi badan yang cukup ideal bagi seorang gadis seumurnya menambah kecantikan Fisya.
Karena itu Fisya memiliki banyak fans di sekolahnya, ia juga termasuk gadis yang ramah dan pintar dalam bergaul, namun tetap saja ada yang tidak menyukainya karena iri padanya. Fisya memiliki sahabat yang sangat dekat denganya mereka adalah Kelvin Anggara, Raya Firjinia, dan Sarah Kurnia. Mereka telah bersahabat sejak masih duduk di bangku SMP dan kini mera juga aatu kelas di SMA yang membuat persahabatan mereka semakin erat.
*****
Fisya biasanya naik motor sendiri tapi karena motornya sedang direparasi hari ini ia berangkat bersama Kelvin yang rumahnya masih satu kompleks denganya, sebenarnya ia ingin berangkat bersama adiknya saja agar tidak merepotkan Kelvin tapi jarak sekolah mereka terlalu jauh yang membuat Fisya menggugurkan niatnya.
Setelah sarapan Fisya berpamitan dengan ibu, ayah, kak Anta dan kak Kirana. Fisya menunggu Kelvin di depan teras rumahnya sambil duduk di salah satu kursi yang berada di sana. Tidak lama kemudian Kelvin pun datang dengan motornya dan berhenti di depan gerbang rumahku.
"Wih, udah sampe aja pagi banget kamu vin." ucap Fisya sambil menghampiri Kelvin.
"Hmmm, udah ayo naik hari ini aku ada pertemuan OSIS." ucap Kelvin sambil menarik lengan Fisya.
"Iya, santai aja kalik kamu kan ketuanya nggak mungkin kamu di tinggak kalo ada pertemuan OSIS!" ucap Fisya yang langsung duduk di motor Kelvin.
"Karena aku ketua jadi nggak boleh telat kalo telat bisa - bisa nanti malah nggak jadi pertemuannya." ucap Kelvin sambil melajukan motornya.
Setelah tiba di parkiran sekolah Fisya langsung turun dari motor Kelvin dan berteriak di telinga Kelvin." Vin makasih ya udah ngebolehin aku nebeng sampe ke sekolah." dan menekankan kata nebeng sambil berlari menuju ke kelas.
"Eh gila ya nih bocah pagi - pagi mau bikin telinga sakit aja." kerutu Kelvin yang langsung menuju ke ruangan osis.
Sesampainya di kelas Raya dan Sarah terlihat sedang sibuk dengan tugas dari bu Ana yang mereka belum kerjakan dan suasana kelas yang gaduh hingga tidak menghiraukan kedataan Fisya.
"Hey, tugas baru dikerjain di sekolah sampe - sampe sahabatnya datang nggak tau!" ucap Fisya sambil mengagetkan ke dua sahabatnya itu.
"Eh udah datang ya kamu Fisya maaf aku sama Raya lagi ngerjain tugas, jadi nggak tau kalo kamu datang." ucap Sarah sambil terus mengerjakan tugasnya.
"Iya deh aku nggerti." ucap Fisya pelan sambil berjalan menuju ke bangkunya.
"Eh iya Sya..., Kelvin mana tadi aku lihat kamu berangkat bareng dia?" Tanya Raya sambil melihat Fisya.
"Oh Kelvin emang kita tadi berangkat bareng tapi dia masih ke ruang OSIS biasalah pertemuan OSIS, namanya juga ketua OSIS." ucap Fisya.
"Hmmm, gitu ya." ucap Raya dan mulai mengerjakan tugasnya kembali.
"Anak - anak sebelum memulai pelajaran pada hari ini saya akan memperkenalkan siswa pindahan." Bu Ana sambil mempersilahkan seseorang masuk ke dalam kelas, seisi kelas menjadi penasaran siapa murid pindahan itu. Hanya Fisya yang tidak peduli dengan kedatangan murid pindahan itu.
Tak lama kemudia sosok dari belakang pintu itu muncul yang membuat para siswi perempuan di kelas merasa terpukau, karena murid pindahan itu begitu tampan dan sangat keren.
"Hai, semuanya perkenalkan nama saya Raka Yudha dapat dipanggil Raka, umur saya 18 tahun, hobi saya renang, dan saya pindah ke sini karena ikut ayah yang di pindahkan tugasnya ke daerah sekitar sini, sekian dari saya ada yang mau di tanyakan?" Tanya Raka.
"Sudah cukup Raka sekarang kamu duduk di samping Fisya karena hanya ada bangku itu yang tersisa." Bu Ana sambil menunjuk bangku Fisya. Raka pun langsung mengikuti arahan dari bu Ana untuk duduk sebangku dengan Fisya.
"Salam kenal ya Fisya, semoga kita bisa jadi sahabat." Raka sambil menyodorkan tangannya pada Fisya.
"Hmmm, oke" Fisya tanpa memperhatikan Raka tapi malah fokus pada papan tulis dan tidak menghiraukan tangan Raka yang telah disodorkan untuk berjabat tangan.
para siswi perempuan pun langsung gaduh karena mereka masih ingin menanyakan banyak hal pada Raka ditambah Raka duduknya sama Fisya yang buat mereka iri.
Kelvin datang dan mengetuk pintu lalu meminta izin untuk duduk dan mengikuti pelajaran, ia merasa terkejut dan bingung karena sekarang di bangku Fisya telah ada seorang laki - laki yang tidak asing lagi bagi Kelvin. Karena masih ada bu Ana Kelvin hanya memperhatikan mereka yang berada di bangku sebelahnya.
Bel istirahat berbunyi semua murid berhamburan keluar menuju kantin. Fisya juga diajak oleh Raya dan Sarah, namun Fisya menolak dan lebih memilih di dalam kelas. Dan akhirnya Raya dan Sarah pergi ke kantin berdua.
"Eh kamu Raka kan?" Tanya Kelvin
"Iya,emang kenapa?" Raka
"Karena kamu ya dulu hubungan aku dengan Riska harus berakhir, dasar pelakor!" Kelvin dengan menekankan kata pelakor.
"Maksud kamu Vin dia orang yang udah bikin hubungan kamu dan Riska berakhir?" Tanya Fisya yang memang mengerti perjalanan cinta Kelvin dan Riska saat kelas 10 dan berakhir ketika Riska pindah sekolah dan memilih bersama Raka yang fotonya di pakek profil kontaknya yang membuat Kelvin mengenali wajah Raka.
"Eh santai bro itu bukan cerita yang sebenarnya, aku sama Riska nggak pernah ada setatus pacaran kami cuman jadi sahabat deket kok dan Riskanya aja dulu yang ke geeran kalo aku suka sama dia." Penjelasan Raka.
"Halah alasan, mana ada nggak pacaran kok fotonya dipakek profil, terus sering keluar berduaan lagi." Singgung Kelvin dengan ekspresi bibir nyengir.
Suasana pun mulai memanas "Aku tau kalo Kelvin adalah tipe cowok yang nggak terima bila ada penghianatan jadi pasti akan terjadi pertengkaran nih disini." kerutu Fisya di dalam hati.
"Udah deh kalian nggak usah saling salah paham dulu, apalagi kamu vin jangan ngira yang macem - macem dulu mending tanya ke Riskanya aja!" Saran Fisya untuk menengahi mereka berdua.
Kelvin pu pergi tanpa berkata apa-apa yang membuat Fisya takut kalo Kelvin akan melakukan sesuatu yang nggak - nggak.