The Sun Will Rise Again

The Sun Will Rise Again
part 23



"Wih..., udah berani ngumbar kemesraan nih di depan umum. Hahaha..." ucap Raya yang memperhatikan kedatangan kedua sahabatnya itu.


"Ya nggak papa lah orang juga udah resmi jadi pacar kok. Oh iya Kelvin mana kok nggak ada di bangkunya? Masak iya dia belum datang." sahut Raka dengan senyum indahnya.


"Kayaknya dia nggak dateng deh kan tumben dia belum nyampe sekolah jam segini. Mungkin dia masih belum bisa neerima hubung kalian deh..." ucap Sarah yang mengutarakan pendapatnya.


Fisya akhirnya melepaskan genggaman tangan Raka karena itu tidak berguna dan tidak perlu ia lakukan ketika Kelvin tidak ada.


Siapa sangka ternyata Kelvin datang dengan nafas yang tidak beraturan ketika bel masuk telah dibunyikan dan untungnya guru jam pelajaran pertama belum datang yang tak lain adalah wali kelas mereka bu Ana.


"Kamu habis lari Vin? Mau minum ini aku bawa. Kamu nggak biasanya lo datang telat dan setahu aku kamu itu orangnya disiplin." ucap Raya yang mengampiri Kelvin yang telah duduk di bangkunya sambil menyodorkan botol air miliknya.


Fisya sebenarnya ingin bertanya tapi itu malah akan membuat Kelvin semakin sulit untuk melupakanya. Apalagi untuk mengubur dalam-dalam perasaan Kelvin padanya itu pasti sangat sulit.


"Makasih Ray tapi nggak usah. Ka aku mau nanti kita jalan bareng, kamu sama pacarmu itu terus aku sama Raya." ucap Kelvin dengan menolak botol air yang telah disodorkan Raya dan mulai memandang Raka dan Fisya dengan serius.


Raya benar-benar senang dengan apa yang telah diputuskan Kelvin memang ini yang ia inginkan. Namun ia masih tidak habis pikir apa ada maksud lain dari keputusan Kelvin.


"Vin kamu nggak bercanda kan? Kenapa kamu kok mau ajak kita jalan terus kenapa kamu milih aku jadi pasangan jalan kamu nanti? Kita belum punya setatus terus tumben kamu ngajak aku!" ucap Raya yang ingin mendapatkan jawaban dan memecah kebingungannya.


"Kamu nggak mau? Kalo masalah setatus itu gampang kok! Aku bisa nembak kamu bahkan langsung lamar kamu sekarang juga tenang aja. Lagipula kamu sahabatku kan jadi nggak ada salahnya kalo aku ngajak kamu jalan. Dulu aku juga sering jalan sama sahabat dekatku."


"Jadi maksudnya kamu ngajak kita kencan bareng gitu? Oke aku sama Fisya siap. Kami akan buktiin kalo hubungan kami nggak palsu!" ucap Raka sambil menggenggam tangan Fisya yang di respon anggukan oleh Fisya sebagai tanda setuju.


"Kita lihat aja nanti!" sahut Kelvin.


"Vin aku ingin kamu janji kalo nanti kami bisa buat kamu yakin. Kamu harus nembak Raya buat jadi pacar kamu dan coba buka hati kamu untuk belajar mencintainya! Tapi kalo nanti kamu tetep nggak yakin aku akan mutusin Raka di depan kamu saat itu juga." ucap Fisya yang tidak diduga oleh para sahabatnya. Bahkan sahabatnya ia sendiri sebenarnya tidak ingin mengatakan semua ini tapi dengan begini sudah dapat dipastikan akan ada kesempatan Raya mendapatkan Kelvin.


Raka sangat terkejut sampai ia menatap gadis yang telah mengatakan semua itu tadi cukup lama. Hingga ia mencoba bicara pelan tepat di telinga Fisya bagian kanan atau lebih tepatnya Raka membisikkannya di telinga Fisya. "Sya kamu apaan sih... kalo sampek Kelvin nggak percaya gimana? Semuanya akan berakhir Sya."


Fisya tidak menjawab dan terus memandangi Kelvin yang masih diam mematung seperti Raya dan Sarah.


"Oke aku janji akan ngelakuin itu! Nanti pulang sekolah aku tunggu di depan gerbang sekolah." ucap Kelvin datar tanpa memandangnya.


Bu Ana tiba di kelas dan semua murid langsung memperhatikan bu Ana tanpa ada yang berani menyela apapun yang di katakan bu Ana saat pelajarannya berlangsung. Ketika bu Ana telah selesai menerangkan ia menyampaikan informasi penting mengenai ujian nasional yang akan dilaksanakan sekitar dua minggu lagi.


*****


Di kantin.


Raka dan dirinya mencoba untuk menunjukkan hubungan mereka ketika Kelvin juga ikut ke kantin bersama. Mereka mencoba berprilaku seperti seorang pasangan dari mulai jaln beriringan dengan bergandengan tangan, bercanda sesekali dan saling menyuapi ketika makan di kantin.


Kelvin mencoba untuk tidak terlalu terpengaruh emosi dan menahan amarah serta cemburunya dengan tidak memperhatikan mereka. Akhirnya Kelvin melampiaskan semua kecemburuannya pada Raya dengan cara yang sama seperti yang dilakukan Fisya pada Raka hingga membuatnya cemburu ia juga melakukan yang sama.


Fisya yang sebenarnya juga mencintai Kelvin kini harus menahan dan menutupi semua apa yang ia rasakan agar tidak ada yang mencurigainya apalagi sampai mengetahui isi hatinya. Namun apa daya ia bukan orang seperti Kelvin yang dapat menjadikan seseorang sebagai pelampiasan.


Fisya beranjak dari tempat duduknya dan pergi dengan alasan ke kamar mandi. Raka yang ngetahuinya sudah mencoba beberapa kali menawarkan diri untuk menemaninya pergi ke kamar mandi namun ia menolaknya.


"Aku susul Fisya dulu ya..."


"Nggak perlu Ka, dia emang pacarmu tapi bukan berarti dia tidak memiliki privasi jadi udah biarin aja dia sendirian ke kamar mandi." ucap Kelvin untuk mencegah Raka.


"Iya aku setuju sama Kelvin. Cewek itu emang gitu mungkin dia lagi dapet kali... makanya cepet-cepet ke kamar mandi. Jangan di ikutin nggak baik tahu cowok ngintilin terus bisa-bisa Fisya malah bosan nanti di ikutin terus." ucap Raya membenarkan perkataan Kelvin.


Raka akhirnya mengurungkan niatnya untuk menyusul Fisya dan lebih memilih untuk tetap duduk di bangkunya.


*****


"Sya kamu harus bisa! Harus...! Kamu harus kuat jangan kepancing emosi atau perasaan itu bakal buat semuanya hancur. Kamu harus bisa menyelesaikan semuanya, apa yang sudah kamu mulai harus kamu akhiri. Ini demi kebahagiaan para sahabatmu!" ucap Fisya sambil terus menatap bayangannya di dalam cermin. Ia mencoba untuk menyemangati dirinya dan menyadarkan dirinya sendiri agar tidak terpancing emosi dan tidak terpengaruh oleh perasaannya.


Fisya mengambil gayung yang ada disana lalu mengisinya dengan air dan membasuhkan air itu di wajahnya agar terlihat lebih segar. Karena tadi tanpa ia sadari air mata mulai berjatuhan dari pelupuk matanya. Mungkin ini efek dari sakit yang ia rasakan di dalam hatinya. Persisi seperti yang dikatakan banyak orang bahwa sakitnya dihati tapi hujannya di pipi.


*****


Bel masuk berbunyi membuat semua murid segera menuju kelas dan tanpa disangka ketika para sahabat Fisya telah sampai di dalam kelas mereka melihat Fisya sedang menulis sesuatu di papan tulis. ' I LOVE YOU RAKA YUDHA 🖤'


Raka yang melihat dan membacanya sangat tidak percaya bahkan rasanya dia begitu bahagia sampai ingin berteriak pada dunia kalau dia juga mencintai Fisya. Namun ia tau kalau Fisya melakukan ini hanya untuk meyakinkan Kelvin, untuk sesaat kebahagiaannya hilang namun setelah memandang wajah Fisya yang tersenyum padanya moodnya membaik.


Walau ini cuman demi meyakinkan Kelvin tapi bagiku ini begitu indah Sya, jika saja suatu saat nanti kamu bisa benar-benar mencintaiku pasti aku akan sangat bahagia. Aku akan merelakan apapun untukmu. Batin Raka.