The Sun Will Rise Again

The Sun Will Rise Again
part 3



Flash Back


Fisya mengangkat telfonnya yang tertera nama kak Anta yang langsung diangkatnya.


"Fisya tolong kamu segera ke rumah sakit dekat rumah kita!" Kak Anta yang memerintahkan Fisya denga suara yang terdengar cemas.


"Ada apa kak, kenapa suara kakak terdengar cemas, dan siapa yang berada di rumah sakit?" Fisya yang mulai khawatir dengan keadaan keluarganya.


"Ayah di bawa ke rumah sakit karena penyakit jantungnya kambuh lagi, dan sekarang ayah berada di ruang ICU dalam keadaan yang masih kritis." Penjelasan dari kakaknya membuat tangan Fisya gemetar dan tanpa ia sadari ponselnya terjatuh dari genggaman tangannya.


Flash Back End


Setelah sekitar 15 menit perjalanan Fisya akhirnya sampai di rumah sakit yang berada di dekat rumahnya,ia langsung memarkirkan motornya dan berlari menuju ruangan ICU. Disana Fisya melihat ibu, kakak dan kakak ipar sedang duduk di kursi yang berada di depan ruang ICU, mereka terlihat khawatir, namun ia tidak melihat Clarissa adiknya.


"Ibu, ibu tenang saja ayah pasti baik-baik saja. Oh iya Clarissa belum datang?" Fisya sambil berjalan dan duduk di samping ibunya.


"Iya nak, semoga ayah baik-baik saja. Clarissa sekarang sedang dalam perjalanan ke sini,dia tadi baru saja kirim pesan sedang terjebak macet." ucap Ibunya.


"Fisya kamu sudah izin tadi?" ucap Kak Anta yang takut kalo Fisya pergi ke rumah sakit tanpa meminta izin dan langsung pergi karena khawatir, dan memotong pembicaraan Fisya dengan ibunya.


"Tenang aja kak, aku udah izin tadi." ucap Fisya .


"Oh iya, nanti aku janjian mau kelompok sama Raka dan Kelvin juga mau main ke rumah. Apa aku telfon mereka berdua aja, biar mereka nggak dateng ke rumah hari ini, tapi nggak deh malah nanti mereka bisa bertengkar karena aku kan nggak mungkin telfon mereka barengan. Oh iya aku bisa telfon Sarah aja biar di sampaikan pada Raka dan Kelvin" Kerutu Fisya sendirian, dan langsung mengambil handphonenya dari saku dan menelfon Sarah.


"Sar tolong kamu sampaikan pada Raka dan Kelvin kalo aku nggak ada di rumah hari ini jadi nggak bisa kelompok sama Raka dan Kelvin juga nggak usah main ke rumahku nggak ada orang di sana."


"Eh emang kamu sama keluarga kamu ke mana? Dan kenapa tadi kamu izin terus langsung pergi gitu aja." Sarah yang merasa bingung.


"Udah besok aja aku cerita sama kamu, penting kamu sampaikan pesan aku yang tadi aja sama mereka." Fisya yang langsung menutup telfonnya karena tiba-tiba seorang dokter keluar dari ruang ICU dan menghampiri keluarganya dengan berkata. "Pasien sekarang sudah stabil jadi dapat di pindahkan ke ruang rawat inap."


Disusul oleh seorang suster yang membawa ayah untuk dipindahkan ke ruang rawat inap, kami langsung mengikuti suster itu.


Clarissa yang baru datang karena terkena macet mulai mempercepat langkahnya dan menghampiri kami dengan raut wajah cemas.


"Ibu, kakak ayah nggak papa kan?" Clarissa dengan suara yang terengah-engah karena habis berlari.


"Tenang aja ayah nggak papa kok." Kak Kirana selaku kakak iparnya yang mencoba menjelaskan keadaan ayahnya agar Clarissa tidak cemas, yang dibalas senyuman lega oleh Clarissa.


******


Di kelas


"Masak Fisya nyampein pesan lewat kamu, secara aku kan sahabat dekatnya. Selama ini kalo ada apa-apa dia selalu cerita sama aku tapi kenapa kali ini enggak?" ucap Kelvin yang tidak percaya dengan Sarah.


"Ya mungkin dia nggak ingin kamu sama Raka bertengkar, kalo dia telfon salah satu dari kalian dan nggak mungkin dia telfon kalian bareng kan." ucap Sarah yang mencoba membuat Kelvin berfikir positif tentang Fisya.


"Mungkin itu benar, secara Fisya kan emang nggak suka kekerasan lagi pula setelah kejadian tadi dia pasti nggak mau memperkeruh masalah..." Kerutu Kelvin.


"Oh gitu ya, emang Fisya sama keluarganya kemana sampek nggak ada orang di rumahnya, apa keluarga Fisya ada yang sakit?" tanya Raka yang merasa khawatir dengan prilaku Fisya pulang tiba-tiba tadi.


"Bisa jadi, karena tadi pas aku tanya gitu ke Fisya dia malah bilang bakal cerita besok aja." sahut Sarah, yang direspon anggukan oleh Raya karena sependapat dengannya.


"Udah nanti biar aku tanya ibu aku aja lagi pula rumah Fisya kan masih satu kompleks denganku jadi kalo ada sesuatu sama keluarganya Fisya pasti ibuku tau." ucap Kelvin yang sambil merapikan bukunya yang masih berserakan di atas mejanya.


******


Setelah beberapa saat ayah mulai sadar dan membuka matanya "Ayah udah sadar,gimana keadaan ayah? Udah ayah sekarang jangan banyak bergerak, ayah mau minum air biar aku ambilkan."


Fisya yang tau kalo tangan ayahnya seakaan ingin mengambil sebuah air minum yang berada di samping tempat tidurnya, sambil menyodorkan air pada ayahnya.


Kak Anta yang juga mengetahui bahwa ayahnya telah sadar mendekati tempat tidur ayahnya, "Sya sekarang ayah udah sadar sebaiknya kamu pulang saja sama Clarissa, besok kalian masih masuk sekolah biar ibu, kakak dan kakak ipar aja." Kak Anta yang tidak ingin adik-adiknya ketinggalan pelajaran. Fisya dan Clarissa hanya mengangguk lalu berpamitan dengan keluarganya,dan bergegas pulang.


Saat Fisya dan Clarissa sampai di teras rumah sakit handphone Clarissa berbunyi.


"Siapa yang telfon Sa? Udah angkat aja." Fisya, sambil memakai helmnya.


Clarissa menuruti perkataan kakaknya dan mengangkat telfonnya. "Halo,ada apa kak?"


"Sa kamu lagi sama kak Fisya nggak,terus emang benar ya ayah kalian sekarang sedang dirawat di rumah sakit." Kelvin yang memang sudah akrab dengan keluarga Fisya, dan biasa menelfon Clarissa saat handphone Fisya tidak dapat dihubungi.


"Iya kak ayah memang sedang dirawat di rumah sakit, kalo kak Fisya ini mau pulang sama aku." Clarissa.


"Jadi kalian nggak tidur sana? Apa kalian mau aku jemput, kan ini udah malem takutnya ada apa-apa kalian kan perempuan. Biar nanti aku naik motor sendiri terus mbuntutin kalian dari belakang untuk jaga-jaga." ucap Kelvin.


"Apaan sih kak nggak perlu, aku sama kak Fisya nggak selemah itu tenang aja. Lagipula rumah kita nggak terlalu jauh kok dari sini." ucap Clarissa yang langsung mematikan telfon dari Kelvin karena kakaknya telah menunggunya.


"Sa udah belom? Emang siapa yang telfon tadi." ucap Fisya yang penasaran karena ia mengira itu mungkin telfon dari pacar adiknya.


"Ini telfon dari sahabat baik kakak, dia tanya aku sama kakak nggak, terus dia juga tanya tentang kebenaran kalo ayah sedang dirawat di rumah sakit." ucap Clarissa yang langsung naik ke motor. Fisya tidak bertanya lagi karena dia mengerti bahwa yang dimaksud adiknya adalah Kelvin, walau sebenarnya Fisya ingin bicara dengan Kelvin karena dia belum bisa bercerita dan hanya menitipkan pesan pada Sarah.