The Strongest Villain

The Strongest Villain
Albert VS 2 Rank-S



Orang yang menembakkan panah itu berjalan mendekat ke arah Albert dan Hayato


Hayato perlahan-lahan kembali bangun dan berdiri. Dia menyingkirkan tumpukan pecahan batu yang ada di badannya.


"Ho.. Masih hidup ternyata."


Hayato langsung melompat ke arah orang yang menembakkan panah tadi.


"... Uh.. Kenapa kau ada disini Hikaru?"


Hayato terlihat tidak baik-baik saja karena dia memegangi lengan kanannya dan juga kepalanya sedikit berdarah.


"Bagianku sudah selesai. Jadi aku mencari yang lainnya kesini, tidak kusangka aku malah melihatmu diterbangkan oleh iblis itu dengan mudah."


"Jangan meremehkannya, dia sangat kuat"


"Ya aku tau. Dia bisa menahan panahku hanya dengan tangannya saja, dia pasti sangat berbahaya. Kira-kira apa tingkatannya menurutmu?"


"Entahlah, yang jelas dia di atas rank-S"


"Apa!? Maksudmu tingkat dewa!?"


"Tidak, tingkat dewa itu tidak mungkin."


" Yah terserahlah, yang jelas kita harus mengalahkannya"


"Apa kalian sudah selesai mengobrolnya?"


Kedua petualang rank-S itu langsung menoleh ke arah Albert yang berbicara


Hayato dan Hikaru menyiapkan senjata mereka masing-masing


Hayato langsung menerjang ke depan, sementara itu Hikaru mulai menarik anak panahnya


Albert langsung menangkis serangan pedang Hayato dengan santai seperti tadi. Hayato tersenyum kemudian dia langsung mundur.


Setelah itu muncul ratusan anak panah yang mengarah ke Albert secara bersamaan.


"Merepotkan juga ya"



Skill Albert memunculkan penghalang besi dari segala arah. Panah-panah itu menabrak penghalang itu kemudian berjatuhan ke tanah lalu menghilang begitu saja.


Setelah serangan itu selesai, penghalang besi itu juga ikut menghilang.


"Bahkan tidak bisa menembus skill milikku, lemah!"


Hikaru menggertakkan giginya


Tanpa disadari, Hayato ternyata sudah hilang dari pandangan Albert. Albert melihat ke sekitar.


Disaat yang bersamaan, Hikaru mempersiapkan sebuah serangan lagi. Albert tak bisa diam saja, jadi dia langsung maju ke arah Hikaru.


Tiba-tiba Albert merasakan sesuatu, Albert langsung menyerang ke arah belakangnya. Terdengar suara pedang yang beradu dengan kuku Albert


"Sudah kuduga kau disana. Percuma saja menyembunyikan dirimu"


Lagi-Lagi Hayato tersenyum, kemudian dia menghilang lagi


Namun Hikaru sudah siap untuk meluncurkan serangannya


"Rasakan ini!!!"



Sebuah panah berkekuatan tinggi yang diselimuti kegelapan ditembakkan ke arah Albert


"Sia-sia saja"


Albert mulai menyiapkan skillnya lagi, namun dihentikan karena anak panahnya tiba-tiba menghilang


"Menghilang?"


Albert menurunkan tangannya


Tiba-tiba saja panah itu kembali muncul tepat di depan Albert. Dengan refelksnya, Albert hanya sempat menangkis dengan satu tangannya.


Panah itu terasa sangat sulit dihentikan, Albert termundur, tampaknya ada sihir angin yang ditambahkan ke dalamnya.


Lalu sebuah serangan lain datang dari arah lainnya juga


Albert langsung menahan dengan tangannya yang tersisa


Albert langsung mengarahkan panah itu ke atas langit dengan kuat, lalu memukul mundur Hayato.


Albert mencoba membenarkan posisi berdirinya


Tiba-tiba saja kukunya patah. Kuku yang patah adalah bagian yang menahan panah tadi.


"Eh?"


Albert tampak sedikit terkejut dengan hal yang barusan terjadi


Hayato sudah kembali berada di samping Hikaru


"Tampaknya seranganmu berhasil, Hikaru"


"Berhasil apanya!? Serangan pamungkasku hanya bisa mematahkan kukunya, jadi bagaimana kita akan membunuhnya?"


"Berapa kali kau bisa menggunakan serangan itu?"


"Hanya 2 kali lagi"


"Kalau begitu nanti gunakan lagi untuk kukunya yang tersisa setelah itu dia tidak akan bisa lagi menahannya"


"Sigh.... Memangnya dia akan tertipu lagi?"


"Aku akan mencobanya"


Hayato maju ke depan menancapkan katananya ke tanah



Seketika tanah di sekitar menjadi daratan es


"Kau pikir aku akan menanggapimu?"


Albert langsung menerjang ke arah Hikaru yang sedang menyiapkan serangannya


"Pertama, senjata ini sangat mengganggu"


Albert mengambil busur milik Hikaru dan mematahkannya. Setelah itu dia menghempaskan Hikaru ke bangunan yang ada di belakangnya


"Akhh..! "


" Sialan! Rasakan ini"



Serangan Hayato sekali lagi dihentikan oleh Albert dengan mudah.


.


.


.


.


Di dalam kastil iblis, seorang raja iblis sedang duduk di singgasananya sambil menonton jalannya penyerangan Fugian Kingdom


Dia melihat satu per satu kota yang sedang diserang.


"Hmm... Bukankah mereka petualang yang pertama kali kutemui? Mereka memang lemah jadi tidak heran mereka sudah mati begitu saja"


Setelah itu dia mengalihkan pandangannya ke kota yang lain


"Aku tidak tau siapapun dari kota ini, biarkan sajalah"


Setelah itu Desperado melihat kota yang lain, tetap saja dia tidak mengenal siapapun yang ada di luar ibukota


Terakhir, Desperado melihat hal yang terjadi di ibukota


"Aku banyak mengenal orang disini, jadi rasanya aku sedikit merasa bersalah pada mereka"


Dia melihat ke guild petualang yang saat ini ternyata sudah kosong, melihat ke tempat dia sering membeli jajanan yang ternyata sudah terbakar. Lalu dia melihat Albert yang sedang bertarung


"Hee.... Siapa mereka? Mereka mematahkan kuku Albert! Walaupun Albert memang menahan dirinya tapi mematahkan kukunya itu juga cukup bagus."


Desperado melihat bawahannya yang lain


"Sepertinya tugas Chris sudah selesai, kalau begitu sudah saatnya aku memberitahu yang lain untuk segera kembali ke kastil"


Desperado melakukan Voice Message kepada seluruh bawahannya sekaligus


"Dengar kalian semua! Cepat selesaikan pekerjaan kalian saat ini, karena Chris sudah berhasil melakukan tugasnya. Jadi kembali secepatnya ke kastil"


"Baik, Yang Mulia"


Semuanya menjawab serentak


.


.


.


.


Albert yang baru saja menerima pesan dari tuannya langsung menjauhkan Hayato darinya


"Baiklah kalau begitu, karena tuanku sudah menyuruhku untuk kembali, berarti sudah saatnya kalian mati"


Albert membentangkan sayapnya lalu terbang tinggi



Awan gelap tiba-tiba berkumpul di atas Albert


Petir menyambar-nyambar, dari awan itu keluar naga dari listrik dan juga api yang besar


"S-Sihir level 7..."


"Sialan apa lagi ini!?"


Hikaru sudah kembali ke dekat Hayato


Mereka mempersiapkan mantra pertahanan




Mereka berdua membuat tembok dari es dan pasir. Lalu masing-masing memakai mantra pertahanan pada diri mereka.


Naga petir api itu mulai menyerang ke arah mereka dengan cepat


Naga itu menabrak dinding yang mereka buat


Naga itu terus menabrak satu per satu, akhirnya sampai pada lapisan terakhir


Terdengar suara pecahan es yang berjatuhan


Naga itu langsung menyambar kedua petualang rank-S yang ada di depannya


"AHHHH!!"


Mereka berdua tersambar oleh naga petir api dan hangus terbakar. Hal ini membuat mereka mati seketika


"Pekerjaanku disini sudah selesai, saatnya kembali menemui Tuan"


Albert terbang dengan cepat menuju kastil iblis


Yang lain pun sudah berkumpul disana


Desperado duduk di singgasananya dan yang lain berlutut seperti biasanya


"Baiklah semuanya, kerja bagus untuk segala yang baru saja kalian lakukan. Saatnya memulai tahap selanjutnya dari rencana kita"