
Saat ini mayat Kaijin ada di depan Desperado
Setelah membunuh Kaijin, Desperado memanggil semua bawahannya untuk segera kembali berkumpul
Selagi menunggu para bawahannya berkumpul, Desperado melenyapkan mayat Brody. Setelah itu, Desperado membuat bekas ledakan di tanah agar menjadi bukti pertarungannya melawan Kaijin
"Apakah sudah selesai, tuan?"
Desperado mengangguk menanggapi pertanyaan itu
Orang yang pertama sampai adalah Albert
"Ini berlalu begitu cepat, Yang Mulia~"
Yang datang kedua adalah Olivia dan begitu seterusnya sampai semuanya sudah berkumpul
"Umu.. Disini sudah selesai semua. Albert, bawalah mayat Kaijin, kita akan membangkitkannya di kastil"
"Baik tuan"
Albert lalu mengangkut mayat Kaijin ke bahunya
Setelah itu Desperado membuka gate untuk kembali ke kastil
"Yang Mulia, bagaimana dengan keadaan tempat ini?"
"Biarkan saja, aku sengaja membuatnya agar terlihat seperti pertarungan kekuatan yang besar "
" Baiklah, Yang Mulia "
Setelah selesai berbicara, mereka semua masuk ke dalam gate dan tiba di dalam ruang tahta
" Baiklah Albert, letakkan dia. Lalu Olivia bersiaplah"
"Baik, Yang Mulia/Tuan"
Albert segera meletakkan mayat Kaijin ke lantai dengan perlahan
Olivia pun mulai menyiapkan sihir untuk membangkitkan Kaijin kembali
Kumpulan kegelapan muncul dari bawah mayat Kaijin lalu menelannya. Setelah beberapa saat, kegelapan itu hilang dan tubuh Kaijin kembali seperti sedia kala
Kaijin perlahan sadar dan membuka matanya
Kaijin yang masih setengah sadar itu duduk dan membuka matanya dengan sempurna
"Uhm.... Dimana ini?"
Kaijin melihat-lihat ruangan di sekitarnya, saat melihat-lihat dia juga melihat Desperado dan yang lain
"Eh, Yang Mulia?"
Kaijin ingin langsung mengambil sikap berlutut namun langsung dihentikan oleh Desperado
"Tidak perlu lakukan itu, kau istirahatkanlah tubuhmu"
"Eh? Memangnya apa yang terjadi pada saya?"
Di tengah pertanyaan itu Albert mulai berbicara
"Setelah yang kau lakukan, kenapa kau bisa tidak ingat? Bagaimana kau bisa dikendalikan seseorang? "
" Dasar Kaijin... Bahkan Yang Mulia harus turun tangan sendiri untuk menghentikanmu"
Perkataan itu langsung membuat Kaijin tertekan. Bagaimana tidak? Berdasarkan perkataan Albert yang berkata bahwa dia dikendalikan dan perkataan Olivia yang mengatakan bahwa raja iblis turun tangan untuk menanganninya itu berarti dia sudah bertarung melawan raja iblis yang mana adalah tuannya.
"Kalian berdua, hentikan itu!"
"Maafkan kami Yang Mulia/Tuan"
Desperado kembali berbicara kepada Kaijin
"Jangan pikirkan itu Kaijin, kendali itu di luar jangkauanmu jadi tidak apa-apa"
"Tapi... Saya sudah melawan anda Yang Mulia"
"Tidak perlu dipikirkan, aku maafkan kau. Ngomong-ngomong apa kau ingat apa yang terjadi sebelum kau dikendalikan?"
"Ah.. Ya, seperti perintah anda, saya pergi mencari informasi. Ketika saya sedang berjalan, saya menemukan sekelompok manusia. Saya mengikuti mereka dan mendengar pembicaraan mereka"
"Hoo.. Apa yang mereka bicarakan?"
"Itu.. Kata mereka, mereka ingin mencari seekor naga dan mengendalikannya"
"Hm?"
Mengendalikan naga? Mereka pasti sudah gila,! ah tidak juga... Mereka punya cincin itu mungkin saja mereka merasa bisa mengendalikannya
" Kau mendegar mereka mengatakan hal itu, lalu apa kau juga mendengar bagaimana mereka akan melakukannya?"
"Kalau tentang hal itu... Ketika penyihir berjubah merah itu ditanyakan oleh salah satu ksatria, penyihir itu menunjukkan cincinnya kepada semua orang"
"Jadi begitu... Lalu, apa yang terjadi selanjutnya?"
"Saya ketahuan oleh salah satu dari mereka, lalu mereka langsung menyerang saya. Saya pun balik menyerang mereka satu per satu. Yang terakhir, saat saya menyerang penyihir itu. Setelah itu saya tidak mengingatnya lagi"
"Kau dikendalikan dengan cincin itu dan pada saat yang sama penyihir itu terbunuh. "
" Begitu ya... "
Wajah Kaijin murung, tampaknya dia masih merasa bersalah
Kemudian wajahnya langsung berubah menjadi panik
" AAH... "
Desperado dan para iblis yang lainnya terkejut dengan teriakan tiba-tiba dari Kaijin
" Ada apa Kaijin!?"
"Saya lupa, saya ada sesuatu untuk diberikan pada anda, Yang Mulia"
"Ada apa dengannya?"
"Dasar tidak sopan, pergi begitu saja tanpa permisi dengan tuan"
"Hehehe, jarang sekali melihat Kaijin panik seperti itu~"
Tidak lama kemudian Kaijin kembali ke dalam ruang tahta sambil membawa 2 barang
"Ini dia, Yang Mulia"
Kaijin memperlihatkan sebuah kristal emas dan sebuah ramuan kepada Desperado
"Apa ini?"
"Dari kertas yang ada bersama benda itu, dikatakan bahwa ramuan itu bisa membuat seseorang menembus batasannya, lalu kristal emas itu untuk menambah kekuatan dengan singkat secara permanen"
"Apa!?"
"Apa kau serius Kaijin?"
"Tentu saja aku serius, Albert. Setidaknya itulah yang tertulis"
Desperado mengambil 2 benda itu dan melihatnya dengan seksama.
Apa ada ramuan yang bisa melakukan hal itu? Lalu kristal ini bisa meningkatkan kekuatan dengan singkat secara permanen? Mirip dengan exp potion
Merasa asing dengan kedua benda itu, Desperado menggunakan appraisal miliknya
Benda pertama yang dilihatnya adalah ramuan yang dikatakan bisa menembus batasan
...... **Limit Breaker......
...... Ramuan yang bisa membuat player menembus batasan level maksimum** ......
Mata Desperado terbuka lebar melihat deskripsi ramuan yang seharusnya mustahil ada, atau bisa dibilang tidak ada di dalam game
Siapa pembuatnya? Dia pasti sudah gila
Setelah dikejutkan dengan ramuan, kini Desperado melihat kristal emas dengan appraisalnya
... **Full Power Exp Crystal...
... Kristal ini dapat membuat player mencapai level maksimum dengan instan**...
Ini gila... Pembuatnya pasti sudah gila. Tapi.....
"Heheheh"
Desperado menyeringai sambil tertawa kecil
Ini jackpot, aku yang berlevel 200 akan menembus batasan level, kemudian menggunakan kristal untuk memaksimalkan levelku yang batasannya sudah ditembus.
"Apa kedua benda ini bagus, Yang Mulia?"
"Hahaha.... Tidak hanya bagus, ini sangat luar biasa"
"Jadi.. Itu benar-benar bisa menembus batasan, tuan?"
"Ya, itu memang benar"
Para iblis yang ada disana terkejut mendengar hal itu
"Bagiku yang sudah mencapai level puncak, benda ini adalah harta karun"
"Bisakah anda menjelaskannya, Yang Mulia?"
"Baiklah, Ramuan ini bisa menembus batasan seseorang, akan tetapi orang yang belum mencapai batasannya tidak akan bisa merasakan khasiatnya. Lalu kristal ini bisa membuat seseorang mencapai batasannya dengan instan."
"I-ini benar-benar luar biasa.."
"Contohnya saja.... Albert dan Kaijin izinkan aku untuk melihat status kalian"
"Apa yang anda katakan tuan? Anda tidak perlu meminta izin seperti itu kepada kami"
"Yah.. Kalau begitu"
Desperado menggunakan appraisalnya kepada Albert dan Kaijin
Albert berada di level 150 dan Kaijin berada di level 140
Desperado terkejut untuk yang kedua kalinya
"Albert... Levelmu lebih tinggi daripada Kaijin, apa itu berarti kau lebih kuat dari Kaijin?"
"Itu benar, tuan. Karena itulah saya ingin menghentikan Kaijin sendirian"
"Apa itu benar, Kaijin? Albert lebih kuat daripada dirimu?"
"Eh, apakah Yang Mulia tidak tau? Diantara semua iblis, Albert lah yang terkuat"
"Eh?"
Apaaa!? Albert yang terkuat? Lalu kenapa dia menjadi pelayan pribadiku?
Desperado ingin mengatakan hal itu namun tidak jadi
"Hm, jadi begitu"
"Baiklah aku akan menjelaskannya. Saat ini level kalian adalah Albert 150 dan Kaijin 140. Batasan kalian adalah 200. Jadi jika kalian minum ramuan ini sebelum kalian mencapai batasan, maka itu tidak akan berkhasiat.. Level batasan kalian tetap akan 200. Namun jika aku yang level 200 meminumnya, maka batasan level 200 itu akan berubah menjadi level yang lebih tinggi. Untuk kristal emas ini, jika salah satu dari kalian menggunakannya, maka kalian akan langsung mencapai level 200. Untukku yang level 200 saat ini tidak akan ada khasiatnya, namun jika aku meminum ramuannya terlebih dahulu maka aku akan langsung mencapai kekuatan puncak yang sudah menembus batasan"
"Wah.. Benda ini luar biasa, aku tidak percaya kalau manusia yang membuatnya"
"Kalau begitu aku akan meminumnya sekarang"
Desperado membuka botol ramuan itu dan langsung meneguk ramuan itu sampai habis
Tubuh Desperado tiba-tiba bersinar sebentar, lalu muncul notifikasi
... Selamat anda orang pertama yang menembus batasan level ...