
Desperado saat ini sudah menginjakkan kaki di depan gerbang Ibukota Diamond Kingdom. Dia memperlihatkan surat undangan yang diberikan padanya kepada penjaga gerbang yang ada disana.
Setelah itu dia bisa memasuki Diamond Kingdom dengan santai. Pemandangan yang dilihatnya saat ini lebih ramai daripada di kota Lapis. Banyak penduduk lalu lalang, dan juga banyak ksatria kerajaan yang berkeliling di sekitar kota.
Sepertinya ini kota yang damai dan rakyatnya juga sejahtera ditambah mereka dijaga oleh ksatria yang berkeliling di sekitar
Desperado berjalan-jalan dan melihat-lihat bangunan yang ada di sekitarnya. Tidak lupa juga, dia membeli beberapa jajanan yang ada disana.
"Banyak uang memang menyenangkan. Makanan disini juga enak-enak"
Desperado kembali menyusuri jalanan kota itu sambil memakan jajanannya
Sekarang, kemana aku harus pergi?
Desperado melihat nama tempat yang tertera di dalam surat itu. Karena dia tidak tau dimana tempatnya, dia pun pergi bertanya ke ksatria yang sedang berkeliling
"Permisi tuan, bolehkah aku menanyakan sesuatu?"
2 orang ksatria yang sedang berjalan itu berhenti dan berbalil melihat Desperado yang memanggilnya
"Hm? Apa yang ingin ditanyakan?"
"Bolehkah aku tau dimana bangunan bernama Menara Cahaya berada?"
"Menara Cahaya? Ada urusan apa kau kesana?"
"Tidak semua orang bisa masuk kesana"
"Ah, tentang itu... "
Desperado memperlihatkan surat undangannya kepada ksatria itu
" I-ini... Kau pertualang yang diundang oleh nona Margareth?"
"Itu benar, bukankah sudah tertulis disana?"
"Kalau begitu kau adalah tamu yang sangat penting. Biarkan kami mengantarmu"
"Baiklah, ayo"
2 ksatria itu berjalan di depan Desperado untuk menunjukkan jalan padanya
Desperado secara alami mengikuti mereka dari belakang
"Ngomong-ngomong, sepertinya nona Margareth ini orang yang sangat terhormat. Apa posisi dia di negara ini?"
"Meskipun kau dari negara lain, masa kau tidak tau nona Margareth?"
"Maaf saja ya, aku sebelumnya tinggal di daerah terpencil. Aku berada di negara itu kurang dari 2 bulan"
"kurang dari 2 bulan? Tapi di surat itu tertulis kau adalah pertualang rank-S"
"Tentu saja aku meraihnya dalam waktu itu"
"Hahaha... Berarti kekuatanmu sangat gila"
"Jadi, kembali ke topik. Apa posisi nona Margareth ini? Yang aku tau hanyalah dia itu penyihir level 5"
"Beliau adalah kebanggaan kerajaan ini. Beliau adalah seorang penyihir paling terhormat. Nona Margareth yang membuat para ksatria untuk berpatroli menjaga keamanan setiap hari"
"Hal itu mendapat respon yang baik dari masyarakat. Ditambah beliau menyarankan raja untuk menurunkan pajak sedikit untuk para masyarakat. Hal itu benar-benar membuat beliau dihormati oleh orang-orang yang ada di kerajaan ini"
Baik katanya? Dia menyuruh para ksatria itu untuk menyerang para penduduk desa Kute yang tidak bersalah. Apanya yang baik hati!?
Desperado ingin sekali mengatakan hal itu di depan 2 ksatria itu, namun tidak ada bukti yang bisa ditunjukkan. Bisa-bisa Desperadolah yang malah akan diserang karena sembarangan menuduh
"Baiklah kita sudah sampai"
Mereka berhenti di depan sebuah menara yang menjulang tinggi
Salah satu ksatria itu mengetuk pintu menara. Pintu terbuka dengan seorang butler yang menyambut di dalamnya.
"Selamat datang, boleh saya tau apa urusan anda kesini?"
"Ada seorang petualang dari Fugian Kingdom yang mengatakan bahwa dia menerima undangan dari nona Margareth dan ingin menemuinya"
"Kalau begitu tuan yang dibelakang sana pasti tuan Desperado. Nona Margareth sudah menunggu kedatangan anda, silahkan ikuti saya"
"Oke"
Desperado masuk ke dalam menara itu bersama butler yang menyambutnya
"Kalau begitu, terima kasih sudah mengantarku."
"Tidak masalah"
Desperado melambaikan tangannya, lalu 2 orang ksatria itu berbalik dan pergi
Pintu menara kembali ditutup oleh butler yang ada disana
"Kalau begitu mari ikuti saya"
Butler itu mengajak Desperado untuk menaiki tangga menara
Desperado pun mengikutinya
"Itu ada di lantai 10 tuan"
"Hm.. Begitu. Ngomong-ngomong siapa namamu tuan butler?"
"Nama saya adalah Sebastian, anda bisa memanggilku Sebas"
Butler bernama Sebastian ini terlalu pasaran. Mau di game ataupun novel, aku sering melihat nama Sebastian yang bekerja sebagai butler
" Begitu ya. Kalau begitu, apa nona Margareth adalah pemilik menara ini?"
"Itu benar sekali. Raja membuatkan menara ini untuknya"
"Hoo... "
" Baiklah kita sudah sampai tuan"
Setelah berkali-kali menaiki tangga dari setiap lantai, akhirnya mereka sampai di depan sebuah ruangan yang pintunya tampak sangat megah
Sebas mengetuk pintu ruangan itu
"Nona, saya sudah membawa tamu anda"
"Silahkan masuk"
Suara wanita yang lembut terdengar dari dalam ruangan
Sebas membuka pintunya, lalu mempersilahkan Desperado masuk dan Sebas mengikuti dari belakang
Yang berdiri di dalam ruangan itu adalah seorang wanita muda dengan pakaian serba putih
"Selamat datang di Menara Cahaya. Saya adalah seorang penyihir bernama Margareth"
"Kalau begitu aku juga. Aku adalah Petualang dari Fugian Kingdom. Namaku adalah Desperado"
"Sebas... Bisakah kamu membiarkan kami berdua saja?"
"Dimengerti, nona"
Sebas berbalik dan meninggalkan ruangan, lalu menutup pintunya kembali"
"Dia sudah pergi. Jadi, apa tujuan anda mengundangku ke sini?"
"Tidak terlalu penting, hanya saja saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan saja"
"Oh... Kalau begitu apa pertanyaanmu?"
"Tidak baik jika kita berbicara seperti ini, mari duduk terlebih dahulu"
Margareth mengarahkan Desperado ke sebuah meja bundar dengan 2 kursi yang saling berhadapan
Desperado langsung duduk di kursi itu
"Kalau begitu saya akan memulainya. Saya mendapat informasi bahwa anda berhasil membunuh vampir kuat hanya dengan 2 orang. Apa itu benar?"
"Tentu saja itu benar, ada apa memangnya? "
" Vampir itu bahkan tidak bisa dikalahkan oleh seorang penyihir level 4. Bagaimana kalian bisa melakukannya?"
"Bagimana? Tentu saja bertarung dengannya"
"Bahkan penyihir level 4 dengan banyak pengawal pun mati tanpa sisa. Sedangkan kalian hanya berdua bisa membunuhnya?"
"Sepertinya kau terlalu membanggakan pasukanmu. Karena kami berhasil membunuhnya, tentu saja itu berarti kami lebih kuat daripada mereka."
"Anda ingin mengatakan bahwa 2 orang memiliki kekuatan yang lebih besar dari sebuah pasukan ditambah penyihir level 4?"
"Cih.. Omong kosong "
Desperado bangkit dari duduknya
" Sepertinya kau terlalu sombong, kau hanya penyihir level 5. Apa kau pikir kau itu yang terkuat?"
Jari telunjuk Desperado menunjuk ke arah Margareth
Ruangan mulai menjadi gelap, musuh yang terkena sihir ini pandangannya akan tertutupi kegelapan. Namun penggunanya bisa melihat dengan jelas di dalam kegelapan.
"I-ini... Sihir hitam level 5"
Margareth merapal mantra sihir cahaya level 5 yang membuatnya bisa membatalkan sihir milik Desperado
"Kau... Kau juga penyihir level 5!?"
Desperado menyeringai
"Hehehe... Bahkan sihir tingkat rendah ini saja bisa membuatmu terkejut"
"Apa!?"