
Di sebuah penginapan yang berada di belakang bangunan guild, tinggal seorang pria yang sangat terkenal. Seorang pria yang sangat kuat dengan senjata khasnya yaitu handgun. Dikenal sebagai super rookie yang bisa naik ke rank-A dalam waktu singkat, namun identitas lainnya adalah seorang raja Iblis.
Bulan sudah beristirahat dan matahari sudah mulai bekerja lagi, namun pria itu masih terlelap dalam tidurnya.
Disaat sedang menikmati tidurnya, tiba-tiba dia dihubungi oleh salah satu bawahannya
"Tuan"
Pria itu terbangun dari tidurnya dan masih dalam keadaan setengah sadar
"Oh~Albert ternyata, ada apa?"
"Tuan, Kaijin telah berkhianat"
"Oh begitu"
Pria itu ingin kembali pada tidurnya, tapi dia tiba-tiba tersadar akan sesuatu
"Hm? Apa kau bilang tadi?"
"Seperti yang saya bilang, Kaijin telah berkhianat"
Pria itu langsung membuka matanya lebar-lebar dan segera mengambil posisi duduk
" Apa? Kau serius? Jangan bercanda seperti itu Albert"
"Saya serius tuan, Kaijin telah berkhianat atau lebih tepatnya dia dipaksa berkhianat dengan mind control"
"Harusnya kau mengatakan yang itu sejak awal"
"Maafkan aku tuan"
"Sudahlah, jadi bagaimana hal ini bisa terjadi?"
.
.
.
.
Di hamparan tanah yang luas, ada seorang vampir yang sedang berjalan dengan gembiranya. Bagaimana tidak, dia secara pribadi diperintahkan oleh sang tuan untuk menyelidiki sesuatu
Menjalankan perintah dari sang tuan adalah kebanggaan tersendiri bagi para iblis. Apalagi perintah ini adalah perintah yang diucapkan langsung oleh sang raja iblis.
Vampir itu bernama Kaijin, dia adalah salah satu petinggi dari kaum iblis
Kaijin terus berjalan dengan santainya di tanah itu. Sesekali dia melihat benda yang ada di sekitarnya. Kemungkinan dia bisa menemukan informasi tambahan untuk sang tuan
Di tengah perjalanannya, dia menemukan sebuah gua. Tidak tau apakah di dalamnya ada orang atau sesuatu yang lain
Kaijin terdiam di depan gua itu untuk sesaat. Dia sedang memikirkan apakah dia akan masuk gua itu atau tidak
Keputusan akhirnya adalah dia akan memasuki gua itu
Di dalam gua yang gelap, Kaijin berjalan pelan. Suara langkah kaki menggema di dalam gua, untunglah dia bisa melihat dalam kegelapan sehingga gelapnya gua tidak berpengaruh bagi dirinya
Kaijin sudah sampai di tengah-tengah gua, namun dia tidak dapat menemukan apapun. Kini dia bingung ingin melanjutkan ke dalam dengan kemungkinan tidak menemukan apapun atau keluar dari gua dan melanjutkan perjalanannya
Kaijin sempat bolak-balik di tempat itu saking bimbangnya. Jika dia melanjutkan dan tidak menemukan apa-apa, maka itu akan membuang-buang waktunya yang berharga. Sedangkan jika dia langsung keluar, takutnya di dalam sana ada sesuatu yang sangat bagus untuk diberikan pada sang tuan. Dia takut kalau dia akan menyesal pada dirinya sendiri karena tidak melanjutkan
Setelah selesai berpikir, dia memutuskan untuk melanjutkan pencariannya di dalam gua
Kaijin berjalan semakin dalam, akhirnya dia menemukan sesuatu disana, namun itu bukanlah barang yang berharga, hanya sebuah tanaman herbal biasa
Kaijin semakin memperdalam pencariannya
Sampailah dia di ujung gua, akhirnya terlihat sebuah benda yang menarik perhatiannya
Benda itu adalah sebuah kotak harta berwarna merah
Kaijin langsung mendekati kotak itu, tapi dia tidak langsung membukanya
Jaga-jaga kalau kotak itu adalah jebakan, Kaijin mengeluarkan kekuatan darahnya untuk membuka kotak itu tanpa Kaijin sentuh langsung
Darah yang memadat itu perlahan membuka kotak harta
Setelah terbuka sepenuhnya, Kaijin melihat isi kotak itu dengan seksama
Benda yang ada di dalamnya adalah secarik kertas, sebuah batu kristal berwarna emas, dan sebuah ramuan
Kaijin mengambil kertas itu dan melihat tulisan yang ada di atasnya
Aku... Aku berhasil melakukan penelitian yang menghasilkan sesuatu yang bisa melampaui makhluk hidup. Ramuan ini dapat membuat seseorang melampaui batasannya, ditambah dengan kristal emasku yang dapat meningkatkan kekuatan dalam waktu singkat secara permanen. Ini benar-benar penemuan besar.
Kaijin yang membaca tulisan itupun tersenyum lebar. Perasaan gembira memenuhi hatinya
Ini pasti adalah hadiah yang akan sangat disukai oleh Yang Mulia. Aku akan segera mengambilnya
Kaijin mengambil batu kristal dan ramuannya, lalu dengan cepat meninggalkan gua
Kaijin merasa kalau benda yang dibawanya ini sangat berharga, jadi dia memutuskan untuk menyimpannya terlebih dahulu di dalam kastil agar 2 barang itu tidak rusak
Kaijin menghubungi Albert
"Albert, berikan aku izin untuk membuka Gate"
Tidak seperti sang raja iblis, para petinggi iblis yang bisa membuka Gate harus meminta izin pada Albert terlebih dahulu
Hal ini dikarenakan Gate hanya bisa dibuka 1 saja dalan 1 waktu. Jika ada 2 orang di tempat berbeda ingin membuka Gate secara bersamaan , maka Gate itu tidak akan muncul
"Aku mendapatkan barang yang bagus untuk kuberikan pada Yang Mulia, aku tidak ingin merusaknya dalam perjalananku. Jadi aku ingin menyimpannya terlebih dahulu agar aku bisa menyerahkannya secara langsung"
"Jadi begitu, baiklah izin diberikan"
Setelah mendapatkan izin, Kaijin mulai membuka Gatenya
Sebuah portal muncul di depannya, portal yang terhubung ke kastil iblis
Kaijin masuk ke dalam portal itu dengan senangnya. Setelah masuk portal, Kaijin sampai ke dalam ruangan miliknya. Dia meletakkan kristal emas dan ramuan di tempat yang aman
Setelah selesai menyimpan 2 barang itu, Kaijin kembali masuk ke dalam Gate. Kaijin mendapati dirinya sudah berada di luar gua seperti semula. Setelah itu dia menutup Gatenya kembali
"Baiklah, waktunya melanjutkan perjalananku"
Kaijin mulai beranjak pergi, menjauh dari gua itu. Kali ini dia masuk ke dalam hutan untuk mencari benda-benda lain yang bisa dia persembahkan pada sang raja
Tak lama kemudian, dia melihat segerombolan manusia sedang berjalan di luar hutan
Kaijin mengikuti mereka diam-diam dari dalam hutan
Gerombolan manusia itu terdiri dari cukup banyak orang
Beberapa orang tampak seperti ksatria dan beberapa tampak seperti penyihir
"Baiklah manusia, aku ingin tau apa yang ingin kalian lakukan"
Kaijin terus mengikuti mereka secara sembunyi-sembunyi, bahkan auranya juga ditekan
"Nona, sebenarnya kita ini mau kemana?"
Salah seorang ksatria dengan armor lengkap itu bertanya kepada salah seorang wanita yang menggunakan jubah berwarna merah
"Apa kau tidak tau?"
"Yah kalau aku tau tidak mungkin aku akan bertanya"
"Itu benar juga, kita ini sedang menuju ke tempatnya para naga"
Apa? Ke tempatnya para naga?
Kaijin yang sedang mendengar hal itu sedikit terkejut, tapi dia senang karena mendapat informasi
"APAA!?"
Para ksatria yang sama sekali tidak tau tempat tujuan mereka dari awal sangat terkejut dengan kegilaan yang mereka dengar barusan
"A-apa kau serius nona? Ini terlalu gila. Kenapa kita harus kesana?"
"Tentu saja untuk menundukkan mereka"
"HAAA!? "
Mereka ingin menundukkan para naga? Manusia yang di depanku ini kenapa bisa begitu gila
" Bagaimana kau akan melakukannya nona penyihir? "
" Tentu saja dengan benda ini"
Wanita berjubah merah itu mengangkat tangan kanannya dan memperlihatkan sebuah cincin berwarna merah
"Ini kan... "
Hm? Cincin apa itu?
Kaijin yang penasaran melihat cincin itu dengan serius. Sampai-sampai aura yang ditekannya bocor
" Ada kekuatan yang sangat kuat di belakang kita saat ini"
Sepertinya aku ketahuan, baiklah saatnya menampakkan diriku
Kaijin keluar dari hutan tempat dia mengawasi
"Ah.. Halo semua, aku hanyalah orang asing yang kebet-"
Penyihir berjubah merah itu mendadak menyerang Kaijin dengan sihirnya
Sihir itu mengenai Kaijin, namun tidak memberikan efek apa-apa
"Tsk.. Kalian ini sangat kasar pada orang yang baru ditemui"
Kaijin menepuk-nepuk bajunya untuk menghilangkan debu akibat serangan sihir tadi
"Kalau itu mau kalian, baiklah akan kulayani"
Kaijin mengeluarkan pedangnya dan menerjang ke arah manusia itu