
Seorang pria berambut panjang dan hitam yang mengenakan armor yang tampak mewah berjalan di sebuah ruangan yang sepi.
Pria itu pergi menuju ke arah seorang wanita sedang duduk dan membaca buku-buku sihir.
"Membaca buku sihir lagi ya?"
Ucapan pria itu membuat kegiatan membaca wanita itu terhenti. Wanita itu menoleh ke belakang.
"Ternyata ada Greg, apa yang kau lakukan disini?"
Wanita itu menutup buku yang sedang dibacanya.
"Aku datang untuk memberi informasi"
"Oh.. Informasi tentang apa?"
"Itu seharusnya sudah ditulis pada laporan yang dikirim padamu. Tapi menilai kepribadianmu, aku memutuskan untuk datang sendiri memberi informasinya"
"Fufufu, tentu saja. Aku lebih suka mendengarkan informasinya secara langsung daripada melalui laporan dan dokumen"
"Yah sesuai dugaanku"
"Jadi, ada informasi apa?"
"Ada seseorang yang mengirim pesan melalui burung merpati dan dia mengatakan bahwa mereka menemukan seorang vampir yang sangat kuat ketika mengawal nona Tis"
Wajah wanita itu yang awalnya senyum-senyum kini menjadi terkejut
"Seorang Vampir? Itu sangat tidak terduga... Apa mereka berhasil mengalahkan vampir itu?"
Greg menggelengkan kepalanya
"Sayang sekali semuanya mati, bahkan mayat pun tidak tersisa"
"Apa!? Bahkan tidak ada mayat!?"
"Itu benar, bahkan penyihir level 4 pun tidak bisa mengalahkannya"
Wanita yang sedang terkejut itu kemudian kembali tersenyum senang
"Fufufu, menurutmu apakah vampir itu lebih kuat dariku?"
"Awalnya kupikir dia bisa setara, namun ada petualang yang bisa membunuhnya"
Wajah wanita itu berubah menjadi kecewa
"Sayang sekali, aku kira aku akan menemukan makhluk yang bisa mengalahkanku"
"Itu memang benar"
"Bagaimana para petualang itu mengalahkannya? Apa mereka mengirim banyak orang?"
"Eh? Tidak, mereka hanya mengirim 2 orang"
"Hanya berdua? Jadi maksudmu mereka berdua lebih hebat dari penyihir level 4 kita?"
"Kupikir bukan begitu. Hanya 1 orang yang selamat tanpa luka, tapi 1 lagi mati juga tanpa sisa. Ku rasa pria yang selamat inilah yang sangat kuat melebihi penyihir level 4"
"Yah ini semakin menarik"
"Kalau begitu aku sudah selesai. Sampai jumpa nona Margareth"
"Bye bye Greg"
Greg kemudian meninggalkan ruangan itu
.
.
.
.
Seseorang yang mengenakan pakaian serba hitam berbicara dari kegelapan dengan seorang pria bangsawan yang sedang duduk di ruang kerjanya
"Aku mendapat informasi yang sangat mengejutkan"
"Apa itu? Memangnya ada yang bisa membuatmu terkejut?"
"Tentu saja ada. Aku mendapat informasi bahwa kaum iblis sepertinya mulai bergerak kembali"
"APA!? "
Pria bangsawan itu langsung berdiri dari duduknya karena terkejut
" Kukuku.. Bagaimana? Bahkan kau pun terkejut sampai segitunya"
"Apa buktinya kalau kaum iblis sudah kembali bergerak?"
"Yah... Aku melihat sebuah desa yang sangat besar dan ternyata di dalamnya ada orc dan lizardman yang hidup bersama?"
"Orc dan Lizardman? Apa hubungannya dengan kaum iblis!?"
"Aku bertanya kepada mereka kenapa mereka bisa hidup berdampingan dengan ras lain"
"Lalu? Jangan setengah-setengah kalau bicara"
"Mereka bilang... 'Ini adalah perintah dari raja iblis' "
Pria bangsawan yang masih terkejut sebelumnya kembali dikejutkan oleh sesuatu yang sangat luar biasa. Mukanya menjadi pucat.
" Ra-Raja Iblis!? Bagaimana mungkin?"
"Mereka sendiri yang mengatakannya, lagipula desa besar itu diperintahkan oleh seorang iblis"
"Mustahil, raja iblis sudah menghilang 100 tahun yang lalu. Cerita itu bahkan sudah diturunkan sejak menghilangnya dia"
"Hey hey mana aku tau soal itu, aku hanya menyampaikannya saja"
"Apa jangan-jangan mereka memiliki raja iblis baru?"
"Itu mungkin saja, lagipula mereka sudah 100 tahun tidak memiliki raja"
"Sial, sebelum raja iblis itu semakin berkuasa kita harus menyerangnya"
"Sombong sekali kau ini. Memangnya kau bisa apa melawan iblis"
"Cih.. Dulu iblis memang kuat, tapi manusia juga semakin kuat. Para petualang pasti bisa menghabisi mereka"
.
.
.
.
"Hatchi"
Raja iblis yang sedang dibicarakan kini sedang menunggangi seekor chimera
Punggungku tiba-tiba dingin, pasti ada yang berbicara buruk tentang diriku
Saat ini si raja iblis sedang memburu seekor basilisk raksasa untuk menyelesaikan misi yang diterimanya. Wajahnya kelihatan sangat senang dengan hal yang dilakukannya saat ini.
"Hahahaha! Hey hey mau kemana kau, ayo sini biarkan aku membunuhmu"
Basilisk raksasa itu berlari secepat yang ia bisa untuk melarikan diri dari chimera yang mengejarnya
"Sigh... Karena dia takut denganmu berarti dia jauh lebih lemah daripada kau Seth"
"Yah.. Mau bagaimana lagi tuan, di antara binatang buas bisa dibilang akulah yang terkuat"
"Mengklaim dirimu sebagai yang terkuat itu tidak sopan lo"
"Ahahaha"
Desperado menjadi semakin bosan karena mengejar-ngejar basilisk itu
"Sudahlah, lebih baik kuselesaikan saja"
Desperado melompat turun dari punggung Seth. Desperado mengeluarkan handgunnya dan menembak kepala basilisk itu
Setelah membunuhnya, Desperado memasukkan mayat basilisk itu ke dalam inventory miliknya.
"Untunglah ada benda bernama tas penyimpanan ini. Aku bisa menyamarkan inventory milikku dengan tas ini. Aku bisa pura-pura mengeluarkan sesuatu dari tas ini padahal aku mengambil dari dalam inventory"
Seharusnya benda inilah yang aku beli dari dulu, jadi aku tidak perlu repot-repot kalau bertemu monster yang besar. Sayang sekali aku baru mengetahui benda ini baru-baru ini.
Seth ikut mendarat di dekat Desperado
"Seperti yang diharapkan dari tuan, anda bisa menghabisinya hanya dengan 1 serangan"
"Yah, kita dari tadi mempermainkannya. Jadi kubiarkan dia mati tanpa rasa sakit"
"Anda begitu murah hati"
"Hahaha! Begitu ya? Baiklah baiklah. Kalau begitu ayo kita kembali"
"Baikah, tuan"
Desperado naik ke atas punggung Seth lalu dia pun mulai terbang kembali ke ibukota kerajaan
Tidak memakan waktu yang lama,Desperado sudah sampai di depan guild
Desperado segera menuju ke meja resepsionis untuk menunjukkan hasil misinya
Karena dia merasa tidak akan muat disana,Desperado meminta untuk dibawa ke gudang yang cukup luas
Setelah sampai di gudang, dia pun mengeluarkan bangkai basilisk itu
"Wah bangkai monster ini sangat bersih tuan Desperado. Hanya ada 1 luka di kepalanya. Tuan Desperado memang hebat."
"Yah terima kasih pujianmu mbak resepsionis"
Setelah resepsionis itu memeriksa bangkai basilisk itu dengan teliti, dia membawa Desperado kembali ke meja resepsionis
Setelah sampai, Desperado diberi imbalan untuk misinya
"Ini dia 10 emas, terima kasih sudah melakukan misinya"
"Sama - sama"
"Oh iya tuan Desperado"
"Hm?"
"Aku ingat ada hal penting untukmu"
"Dan apa itu?"
"Kau mendapat sebuah permintaan dari Diamond Kingdom tuan Desperado"
"Hm, Diamond Kingdom... "
Desperado memegang dagunya dan berpikir
" Siapa yang meminta hal ini"
"Orang yang memintanya sangat tidak terduga tuan Desperado. Dia adalah penyihir level 5, nona Margareth dari Diamond Kingdom"
Sepertinya aku pernah mendengar nama itu...
Oh iya, dia adalah orang yang memerintahkan penyerangan ke desa Kute
"Jadi begitu, sepertinya aku tidak bisa menolaknya benar kan?"
"Eh, anda ingin menolaknya?"
"Tidak tidak, aku hanya bercanda. Kalau begitu aku akan segera pergi kesana"
"Baiklah selamat jalan"
Desperado berbalik lalu melambaikan tangannya sambil berjalan meninggalkan guild