The Strongest Villain

The Strongest Villain
Raja Iblis dan Ruang Makan



Raja iblis yang sedang bosan karena hanya duduk di singgasananya bangkit dari duduknya dan menjelajahi ruangan lain selain ruang tahta


Desperado mengecek satu per satu ruangan yang ada di kastil itu. Setelah dicek ternyata banyak sekali kamar tidur yang ada di dalam kastil


Mungkin kamar ini milik para iblis disini, tapi apakah mereka butuh tidur? Lagipula mengecek kamar orang lain seperti ini bukankah hanya akan menodai martabatku sebagai raja?


Desperado berhenti mengecek ruangan-ruangan yang ada, sebagai gantinya Desperado pergi menuju ruangan yang diketahuinya, yaitu ruang makan


Desperado membuka pintu ruang makan


Yang dilihat olehnya adalah banyak maid yang sedang sibuk bekerja, kemudian para pelayan itu tersadar kalau raja mereka berada di pintu ruang makan


Para maid itu berjalan mendekat ke arah Desperado dan berlutut secara serentak


"Yang Mulia"


Desperado yang belum terbiasa dengan hal itu merasa sedikit gugup


"U-Umu... Silahkan berdiri"


Apa kalian harus selalu melakukan itu?


Para maid itu kembali berdiri


"Ngomong-ngomong, Yang Mulia... "


" Hm? "


" Bolehkah saya tau alasan kunjungan anda kemari? "


Seorang maid berambut biru dan berkacamata maju dan bertanya pada Desperado


Wah.. Onee-san idaman datang!!


Tidak, tidak, aku tidak boleh teralihkan oleh hal-hal seperti ini. Aku harus fokus pada tujuan utamaku


" Hm? Apa aku tidak boleh kesini? "


" Ma-maafkan saya Yang Mulia.. Saya tidak bermaksud begitu"


Maid itu langsung menunduk dan badannya gemetaran


"Tidak perlu begitu... Aku kesini hanya untuk melihat-melihat"


"Jadi begitu.. Sekali lagi saya minta maaf Yang Mulia"


"Ya baiklah... Ngomong-ngomong aku sedikit lapar, apa kalian bisa menyiapkan makanan yang bisa dihidangkan dengan cepat?"


"Baik Yang Mulia kami akan segera menghidangkannya, apa anda akan makan di ruangan anda seperti biasa?"


Desperado sama sekali belum pernah masuk ke ruang makan, dia hanya pernah lewat saja. Maid itu bertanya kepada Desperado karena makanan selalu diantar kepada Desperado yang berada di ruang tahta


"Tidak perlu, hari ini aku akan makan disini"


"Kalau begitu, silahkan lewat sini Yang Mulia "


Maid yang lain kembali ke pekerjaannya, sementara itu maid berambut biru itu mengantarkan Desperado ke meja makan


"Silahkan duduk Yang Mulia"


Maid itu menarikkan kursi untuk Desperado, kemudian Desperado duduk di kursi itu


Meja makannya sangat panjang karena ini sebenarnya adalah tempat biasanya para maid makan


Sambil menunggu, Desperado berbincang-bincang dengan maid berambut biru itu


Tak lama kemudian, makanan pun sudah selesai dan dihidangkan pada Desperado


Yang dihidangkan di depannya adalah sebuah hamburger yang tebal dan kentang goreng serta sausnya


Desperado terdiam melihat hidangan itu


Oee.. Oee.. Memangnya ini restoran cepat saji? Hanya kurang cola dan ini akan benar-benar menjadi restoran cepat saji... Yah salahku juga meminta sesuatu yang cepat dihidangkan


Maid yang ada disana bingung dengan ekspresi Desperado


"Ada apa Yang Mulia? Apa tidak sesuai selera anda?"


Desperado langsung tersadar


"Ah.. Tidak, bukan begitu, hanya saja aku sedikit terkejut kalian bisa menghidangkan ini dengan sangat cepat"


Maid itu tersenyum


"Jika Yang Mulia memerintahkan, tentu saja kami akan melakukan pekerjaan kami dengan cepat"


"Begitu.. Kalau begitu baguslah, aku bangga dengan kinerja kalian"


Para maid yang ada disana merasa senang dan tersenyum lebar


Desperado kembali melihat hidangan yang ada di depannya dan bersiap untuk makan


Sebenarnya Desperado ingin mengatakan pada para maid yang disana "Apa kalian tidak ikut makan?" Tapi dia sudah bisa membayangkan apa yang akan dijawab oleh mereka


Sudahlah lebih baik aku segera makan


Desperado ingin makan dengan menggunakan sebagaimana yang dia lakukan saat di bumi, tapi karena disana terdapat pisau dan garpu, maka Desperado pun menggunakannya


Mari kita rasakan hamburger dunia ini


Desperado memotong sedikit bagian hamburger itu kemudian menyuapkannya ke mulutnya


Mata Desperado langsung terbuka lebar


Uhm... Rasa ini... Rasa daging ini tidak pernah kurasakan sebelumnya. Ketebalan yang luar biasa dan kematangan yang pas sungguh membuat lidahku menari-nari. Benar-benar hamburger terbaik yang pernah kurasakan


"Baiklah sekarang kentang gorengnya"


Desperado mengambil kentang goreng dan mengoleskannya dengan saus


Uhm.. Kentang gorengnya juga sangat enak diluarnya renyah dan didalamnya lembut ... Sungguh perpaduan sempurna untuk lidahku"


Desperado tampak sangat menikmati makanannya


Para maid yang melihatnya juga turut senang


Maid berambut biru yang berdiri disampingnya langsung menjawab


"Kalau begitu, saya akan memberitahukannya pada orang yang memasak hidangan ini"


Maid itu pergi masuk ke dapur


Setelah itu maid itu keluar bersama dengan seseorang yang sangat dikenali Desperado


Seorang pria berambut pirang dan memiliki ekspresi datar berjalan ke arah Desperado duduk kemudian berlutut


"Salam, tuan"


Aku sedang makan , untuk apa dia berlutut? Tapi aku tetap harus menjawab salamnya


"Umu... Silahkan berdiri Albert"


"Ya, tuan"


Albert berdiri kembali


"Ngomong-ngomong Albert... "


" Ya...? "


" Kenapa kau kesini? "


" Karena Aqua memanggilku untuk segera menghadap pada tuan?"


Jadi maid berambut biru itu namanya Aqua


"Tapi aku ingin memanggil orang yang memasak hidangan ini"


Tunggu dulu.... Jangan-jangan......


"Sayalah yang memasak hidangan ini, tuan"


Tuh kan sudah kuduga


"Jadi... Selain menjadi tangan kananku kau juga menjadi koki di kastil ini?"


"Tidak tuan, aku hanya kebetulan disini "


" Lalu kenapa kau yang memasak?"


"Kudengar tuan ada disini, jadi aku meminta pada koki yang ada di dapur agar akulah yang memasak untuk anda"


"Jadi begitu"


"Karena tuan memanggilku kesini.. Apa makanan yang kuhidangkan ini tidak enak"


"Tentu saja tidak, hidangan ini sangat enak, karena itulah aku memanggilmu"


Sepertinya maid itu hanya memberitahunya kalau aku memanggil orang yang memasak ini tapi tidak memberitahu kalau aku akan memujinya


"Terimakasih banyak tuan"


Albert yang sudah dipuji itu hanya berterimakasih dan ekspresinya sama sekali tidak berubah


" Umu... Hanya itu saja yang ingin kusampaikan"


"Baiklah tuan, kalau begitu saya permisi"


Albert pergi meninggalkan ruang makan dan sepertinya kembali ke ruang tahta


"Sepertinya tuan Albert sangat senang dengan pujian anda, Yang Mulia"


Maid bernama Aqua tiba-tiba saja memulai percakapan


Eh? Seriusan?


" Hm? Bagiku dia tidak terlihat senang sama sekali"


"Bukankah Yang Mulia melihat dia tadi tersenyum kecil? Dia pasti merasa sangat senang"


Desperado mengingat-ingat kembali saat dia barusan memuji Albert, tapi dia sama sekali tidak ingat kalau Albert tersenyum sedikitpun


Aku sama sekali tidak mengerti


Setelah itu Desperado menyelesaikan makannya dan berjalan kembali ke ruang tahta


"Ahh... Sekarang waktunya kembali bekerja"


Saat sampai di depan pintu ruang tahta, pintu ruangan itu dibukakan oleh sosok pirang yang tidak lain adalah Albert


"Selamat datang kembali, tuan"


"Umu"


Desperado memasuki ruang tahta dan berjalan menuju singgasananya, sementara itu Albert mengikutinya dari belakang


Desperado duduk di singgasananya


"Jadi Albert, bagaimana perkembangannya? "


" Tampaknya lizardman dan orc sudah bersekutu, tuan"


Ekspresi Desperado sama sekali tidak berubah seolah-olah dia sudah mengetahuinya


"Yah.. Aku sudah menebak hal ini akan terjadi. Lagipula menambah jumlah mereka pun,tetap kitalah yang akan menang"


"Seperti yang diharapkan dari tuan"


Desperado tersenyum


"Baiklah karena sekarang seluruh pemain sudah siap, mari kita mulai saja"


Desperado menghubungi Kaijin dengan Voice Message


"Kaijin kau sudah boleh memulai seranganya, tapi kau tidak boleh turun tangan langsung sebelum kuperintahkan"


"Seperti yang anda perintahkan, Yang Mulia "