
Para orc yang ada di dalam balai desa duduk membentuk lingkaran
"Baiklah semua, tanpa kuberitau pun seharusnya kalian sudah tau apa yang akan kita bahas ini bukan? "
" Tentu saja"
"Sudah pasti ini berkaitan dengan ucapan kelelawar raksasa tadi"
"Hm hm"
"Baiklah kalau begitu ini tidak akan menjadi sulit.. Apa yang akan kita semua lakukan? "
" Menurutku, bukankah lebih baik jika kita tunduk saja pada raja iblis? "
" Apa kau bodoh?! Mana mungkin kita tunduk pada mereka! Apa karena kau sudah tua sehingga menjadi ketakutan?"
"Kau lah yang tua "
" Hentikan itu, kalian berdua sama-sama tua"
" Menurutku juga, yang terbaik adalah tunduk pada mereka.. Asalkan rakyat kita semua bisa tetap hidup "
" Apa yang menjamin kalau mereka tidak akan membunuh kita setelah kita tunduk?!"
" Dia benar, bisa saja semua rakyat kita dijadikan budak oleh mereka"
Setelah itu para tetua orc berdebat cukup lama tentang mereka harus menyerah atau tidak atau melakukan cara lain
" Oh iya.. Bagaimana kalau kita mengungsi dari sini?"
"Heheh.. Apa kau ketakutan sehingga tidak bisa menggunakan otakmu dengan benar?"
"Apa katamu!? "
" Jika kita mengungsikan rakyat kita yang berjumlah ribuan ini tentu saja akan ketahuan oleh mereka.. Apa kau lupa kalau mereka bisa tiba-tiba muncul di langit? Jadi bisa saja saat ini mereka sedang mengintai kita"
"I-itu benar... Maafkan aku karena tidak berpikir dengan tenang "
" Itu tidak masalah, lagipula kau hanya mencoba memberi solusi yang terbaik untuk rakyat kita"
"Um... Bagaimana kalau kita melawan mereka? "
Sebuah pendapat yang berbeda itu membuat para tetua dan kepala terkejut
Usul tersebut datang dari adik kepala desa, Bil
" Apa maksudmu, Bil? Kau ingin melawan para iblis itu"
" Mana mungkin kita bisa mengalahkan para iblis, terutama raja iblis mereka"
"Itu benar, kita bisa dimusnahkan dalam sekejap"
"Tapi bukankah raja iblis itu dikabarkan sudah menghilang 100 tahun lalu?"
Para tetua itu berhenti berdebat dan terdiam
" Sial, bagaimana bisa kita melupakan hal itu"
"Sepertinya kita terlalu takut mendengar nama raja iblis hahaha.. "
Suasana di Balai desa tidak lagi suram dan para tetua itu kembali merasa bersemangat
" Tapi walaupun begitu, jika mereka berani melakukan hal itu kepada kita, bukankah itu berarti mereka punya cukup kekuatan untuk menghancurkan kita?"
Sebuah pendapat terucap dan membuat suasana di dalam balai desa kembali suram
"Haahhh.. Ku kira tadi akan ada harapan untuk kita bertahan"
"Sepertinya kita hanya bisa menyerah ya"
"Tunggu... Jika kekuatan kita saja tidak cukup, bagaimana jika kita meminta bantuan para Lizardman? Para iblis pasti tidak bisa menduga hal itu"
Sekali lagi pendapat yang dilontarkan oleh Bil membuat para orc yang ada disana terkejut
"Itu menakjubkan Bil"
"Sama sekali tidak terpikirkan oleh ku"
"Seharusnya kau keluarkan saja pendapatmu dari tadi"
"Ahahaha... Aku merasa tersanjung"
" Umu.. Itu ide yang bagus Bil"
"Terimakasih kak"
" Kalau begitu siapa yang akan pergi ke desa Lizardman sebagai perwakilan?"
Para orc yang ada disana saling menatap satu sama lain
Lalu berakhir dengan semua tatapan diarahkan kepada Bil
" Mengingat ide ini dari Bil, bukankah sebaiknya dia yang pergi?"
"Itu benar juga, lagipula dia pasti memiliki pandangan yang luas sehingga bisa memikirkan ide yang tidak terpikirkan oleh kita"
"Aku setuju dengan hal itu"
"Bagaimana Bil? Apa kau bisa melakukannya"
"Baiklah kak... Ah tidak... Maksudku baiklah kepala desa"
"Bil.. Bawalah artefak milikmu itu agar kau bisa baik-baik saja jika ada sesuatu yang terjadi"
"Baiklah, aku akan bersiap terlebih dahulu"
Bil meninggalkan balai desa, lalu dia kembali ke rumahnya untuk mempersiapkan apa saja yang diperlukan dalam perjalanannya nanti
.
.
.
.
Di dalam balai desa Lizardman terdapat kepala desa dan para tetua lizardman yang sedang membahas hal yang sama dengan para orc, yaitu tentang pesan yang disampaikan oleh kelelawar raksasa yang menyuruh para Lizardman tunduk kepada raja iblis
"Bagaimana ini kepala desa? Apa kita akan tunduk begitu saja pada mereka? "
" Jangan lakukan itu, kita tidak tau nasib kita setelah tunduk pada mereka"
"T-Tapi kan... "
" Jika menyerah kita kemungkinan akan menjadi budak, lalu jika kita melawan kutakutnya semua bangsa kita akan dimusnahkan "
" Haahh.. Ini sungguh membingungkan "
" Dan lagi mereka membawa-bawa nama raja iblis "
" Padahal raja iblis dikabarkan menghilang 100 tahun lalu, apa mereka sekarang sudah memilki raja baru?"
" Kesampingkan raja iblis, bukankah para iblis itu lemah? Bahkan manusia bisa mendesak mereka hingga hanya menyisakan wilayah kastil raja iblis mereka"
"Itu benar juga.. Mereka bahkan kalah dari manusia, bukankah kita harusnya juga bisa mengalahkan mereka? "
" Jadi kita akan melawan mereka? "
" Aku setuju dengan itu"
"Hentikan itu! "
Semua tetua lalu melihat ke arah kepala desa yang menghentikan tindakan yang akan mereka lakukan
" Ada apa denganmu kepala desa? Apa kau tidak setuju dengan usul ini"
"Sigh... Kalian tidak tau apa yang sebenarnya terjadi.. Para iblis itu sangatlah kuat"
"Memang apa yang sebenarnya terjadi? Mereka bahkan didesak oleh manusia"
"Ini terjadi ketika aku muda... Aku melihat para iblis itu membantai manusia semudah membunuh semut, dia hanyalah salah satu petinggi iblis. Raja iblis bisa membunuh puluhan ribu pasukan manusia sendirian, jika ada yang bisa mengalahkan eksistensi yang seperti itu dia pasti lebih gila dari raja iblis itu... "
Para tetua yang mendengar hal itu menelan ludahnya dan merasa ketakutan
"Kepala desa, kau sudah bercerita cukup lama tapi kau tidak menceritakan alasan kenapa para iblis itu didesak oleh para manusia"
"Bukankah kalian pernah mendengar kalau raja iblis yang kuceritakan itu dikalahkan seseorang dan membuatnya menjadi raja iblis yang baru kemudian raja itu menghilang?"
Para tetua itu mengangguk
"Itu karena mereka sedang mencari keberadaan raja mereka dan kenapa mereka tidak menyerang balik manusia adalah..... Apa kalian masih ingin mendengarnya lebih lanjut? Ini akan membuat kalian benar-benar terkejut loh"
Para tetua itu menelan ludah dan juga menjadi kesal karena ceritanya berhenti di tengah jalan
"Sudah, lanjutkan saja kami tidak akan terkejut"
"Kalau begitu baiklah"
"Aku tidak sengaja mendengarnya ketika aku berjalan di hutan dan terdapat dua iblis yang sedang berbincang. Ternyata alasan mereka tidak menyerang manusia adalah karena raja iblis mereka yang baru itu adalah seorang manusia dan manusia itu mengalahkan raja iblis terdahulu dalam duel 1 lawan 1"
"APA!? "
Para tetua itu serentak terkejut, mata mereka terbelalak dan mulutnya menganga
" Tuh kan sudah ku bilang kalau kalian akan terkejut"
"Ah.. Jangan berhenti lanjutkan ceritanya"
"Bukankah seharusnya mereka mengenali raja mereka? Kenapa mereka sampai-sampai tidak mau menyerang seluruh manusia? "
" Sigh... Tentu saja karena raja itu baru, para iblis belum ada yang melihatnya dari dekat jadi tentu saja para iblis biasa tidak akan mengenalnya, tapi aku tidak tau jika itu pelayan pribadinya. Lagipula raja iblis itu menghilang dalam cahaya 100 tahun lalu, jadi mereka takut raja mereka sedang di pindahkan ke suatu tempat dan ingatannya disegel sehingga para iblis itu takut salah menyerang raja mereka dan melanggar perintah dari raja terdahulu "
" Oi.. Tapi bukankah cahaya itu muncul lagi baru-baru ini?"
"Oi oi.. Jangan bilang... "
" Tampaknya raja iblis itu sudah kembali sekarang, karena itu lah mereka memulai kejayaan mereka kembali"
"Hachuu"
Seseorang yang sedang duduk santai di singgasananya tiba-tiba bersin tanpa sebab
Sial apa ada orang yang sedang berbicara tentang ku?
Suasana di dalam balai desa itu sangat tegang sampai akhirnya ada seorang lizardman yang masuk dan memanggil kepala desa
"Kepala desa ada seseorang dari desa orc yang ingin menemuimu"
"Baiklah, tampaknya para orc juga mendapat pesan yang sama dengan kita dan mencoba meminta bantuan kita"
Kepala desa Lizardman kemudian berdiri dan pergi menuju gerbang desa