The Strongest Villain

The Strongest Villain
Desa Orc



Saat ini Desperado berada di kastilnya


Dia duduk di singgasananya dengan bersender pada tangan kanannya


TOK! TOK!


"Masuklah"


Pintu ruangan itu terbuka, dibalik pintu itu ada seseorang berambut pirang yang tidak lain adalah Albert, pelayan pribadi Desperado


Seperti biasa, Albert berlutut dulu kepada Desperado sampai disuruh berdiri


"Jadi ada apa Albert? Kau bilang ada yang harus dibicarakan "


" Ya, tuan.. Silahkan lihat berkas-berkas laporan ini"


Albert menyerahkan tumpukan kertas itu kepada Desperado dengan meletakkannya di atas meja yang dikeluarkan Desperado dari inventorinya


"Ternyata laporannya sangat banyak.. "


Desperado mulai melihat kertas-kertas itu


Apa-apaan tumpukan laporan ini? Rasanya ingin ku tembak saja dengan handgunku agar kertas-kertas ini menghilang... Tapi aku tidak bisa melakukan hal itu. Aku harus melakukan tanggung jawabku sebagai raja mereka


.


.


.


.


.


Di tepi sungai terdapat 2 orc yang sedang berbincang satu sama lain


"Kak, ternyata kau ada disini"


"Yah.. Seperti biasa aku kesini untuk menangkap ikan"


"Ngomong-ngomong kak Gin... "


" Hmmm? "


" Ada perwakilan dari Lizardman yang datang ke desa kita.. Tampaknya mereka ada yang ingin dibicarakan"


"Jadi begitu ya.. Kalau begitu ayo kita kembali ke desa Bil"


"Baiklah "


2 Orc itu berjalan kembali menuju desa mereka


Sesampainya di desa mereka melihat seorang Lizardman sedang menunggu di depan balai desa


Gin selaku kepala desa menemui Lizardman itu dan mengajaknya masuk ke dalam balai kota


" Jadi, ada urusan apa anda kemari? "


" Aku hanya menyampaikan hal yang sama setiap tahun.. Bukankah seharusnya anda bisa menebaknya? "


" Oh.. Masalah itu ya? "


" Benar sekali... Itu adalah acara perang tahunan yang diadakan oleh bangsa orc dan lizardman"


"Jadi.. Berapa banyak pasukan yang kali ini akan ikut serta? "


" Lizardman akan mengikutsertakan 5.000 orang dalam pasukannya"


"Jadi begitu.. Kalau begitu kami juga akan mengikutsertakan 5.000 orang juga"


"Kalau begitu sepertinya urusanku disini sudah selesai, aku permisi"


Lizardman itu bangkit dari duduknya kemudian keluar dari balai desa


Gin mulai mempersiapkan para pasukan yang akan ikut dalam perang tahunan


Perang tahunan adalah perang yang dilakukan orc dan lizardman setiap tahunnya dalam rangka melatih para pasukan dan para kaum muda agar bisa mempelajari dan terbiasa dengan suasana perang. Jadi ketika ada peperangan yang tidak terduga mereka masih bisa menghadapinya dengan tenang


Perang ini tidaklah didasarkan oleh dendam melainkan kesepakatan para petinggi masing-masing dari bangsa orc dan lizardman


Perang ini biasanya hanya memakan korban jiwa yang tidak terlalu banyak. Mereka biasanya melakukan perang dengan jumlah pasukan yang sama banyak di kedua sisi


Pemenang perang ini tidak didominasi oleh satu pihak saja, terkadang setiap tahun pemenangnya berganti-ganti, terkadang juga ada pihak yang memenangkan perang 2 tahun berturut-turut. Ini membuktikan bahwa mereka belajar dari kesalahan perang yang lalu dan memenangkan perang yang akan datang


Pemenang perang tahun lalu adalah para Lizardman. Tahun ini para orc mencoba untuk mengembalikan kekalahan mereka dan meraih kemenangan


.


.


.


.


Desperado tampak sudah memegang lembar terakhir dari laporan yang ada


"Hahh.. Akhirnya laporan-laporan ini sudah ku selesaikan"


Desperado mengistirahatkan dirinya dengan meletakkan kepalanya ke atas meja


"Masih ada lagi berkas yang harus anda lihat tuan"


"Apa?! "


Desperado yang baru saja mencoba beristirahat itu langsung terkejut dan kembali dalam posisi duduk tegap nya


" Aku bercanda"


Albert mengatakan hal yang sangat mengejutkan Desperado dengan wajah datar seperti biasanya


"Eh?"


Kalau kau ingin bercanda setidaknya ubahlah ekspresi datarmu itu


"Tentang hal ini tuan.. Bagaimana pendapat anda?"


"Para orc dan lizardman ya..? "


Desperado berpikir sebentar


" Baiklah kita akan mencoba menundukkan mereka, sampaikanlah pesanku pada mereka. Jika mereka tidak mau tunduk padaku maka kita akan menguasai mereka melalui ketakutan"


"Dimengerti, tuan"


"Ngomong-ngomong untuk penyerangannya aku memilih Kaijin untuk melakukannya. Panggil dia kesini"


"Baik, tuan"


Albert pun meninggalkan ruangan


15 menit kemudian Albert kembali bersama Kaijin ke ruang tahta


"Salam, Yang Mulia "


Albert dan Kaijin berlutut untuk memberi salam


" Umu, berdirilah"


Albert dan Kaijin kembali berdiri


"Kaijin, aku menyuruh Albert memanggilmu kesini untuk melakukan penyerangan kepada orc dan lizardman"


"Saya mengerti, Yang Mulia. Kalau begitu saya akan segera bersiap"


"Tidak sekarang, hari ini cukup sampaikan pesanku saja pada mereka. Jika dalam 3 hari mereka tidak tunduk padaku, maka barulah kau menyerang mereka semua"


"Saya mengerti"


Desperado mengangguk


"Kalau begitu kau sudah boleh kembali"


"Baiklah, saya permisi"


Kaijin pun pergi meninggalkan ruangan


Kaijin adalah seorang iblis tingkat tinggi dengan ras vampir. Job nya adalah tamer, dia bisa menjinakkan dan mengendalikan monster dengan mudah


Desperado mengutus Kaijin agar bisa mengukur kekuatan para orc dan lizardman yang ada di dunia ini dengan menggunakan monster milik Kaijin


.


.


.


.


.


Di desa orc langit tiba-tiba menjadi gelap, lalu muncul seekor kelelawar yang sangat besar dari langit gelap itu


"DENGAR PARA ORC! TUAN KAMI SANG RAJA IBLIS INGIN KALIAN TUNDUK PADANYA. JIKA KALIAN MENOLAK, KALIAN HANYA AKAN MERASAKAN KEMARAHAN DARI RAJA IBLIS"


Kelelawar itu mengeluarkan suara yang sangat keras, sampai-sampai seluruh orang di desa orc bisa mendengarnya


"Oi.. Apa dia bilang raja iblis? "


"Itu benar.. Apa kau tuli?"


" Tidak.. Aku juga mendengarnya, hanya saja aku ingin memastikannya kembali"


"Raja iblis ingin kita tunduk padanya? "


" Apa yang dia inginkan? "


Begitulah para orc yang sedang ketakutan itu begitu terkejut hingga tidak bisa mempercayai apa yang di dengar oleh telinga mereka


" Kakaaak.... Huh.. Huh... "


Bil yang baru saja memasuki desa berlari dengan terengah-engah ke tempat kepala desa berada


" Oh Bil.. Darimana saja kau? "


" Huh.. Huh.. Aku tadi dari sungai untuk menangkap ikan, lalu aku melihat langit menjadi gelap kemudian melihat yang seekor kelelawar besar. Aku langsung berlari secepatnya kembali ke desa"


"Tampaknya raja iblis ingin bangsa kita tunduk kepadanya"


Bil langsung membelalakkan matanya


"Apa?! Raja iblis?! "


" Hm"


"Jadi apa yang akan kita lakukan, kak? "


" Kita akan membicarakan hal ini terlebih dahulu kepada para tetua"


"Baiklah"


Gin kemudian menenangkan para orc yang sedang gelisah


Setelah keadaan menjadi tenang Gin mulai berbicara


"Dengarkan para rakyatku, sepertinya kita dalam situasi yang berbahaya,namun tetaplah tenang kami akan mencari solusinya bersama para tetua"


Setelah mengatakan hal itu, Gin kemudian pergi ke balai desa, lalu menyuruh Bil untuk mengumpulkan para tetua desa


15 menit kemudian satu per satu tetua orc masuk ke Balai desa


"Sepertinya kalian sudah datang semua ya"


"Dalam keadaan darurat seperti ini tentu saja kami semua harus segera datang"


"Dia benar, apalagi itu berkaitan dengan raja iblis"


"Kalau begitu, kita mulai saja rapatnya"