
Kaijin dan para manusia berdiri berhadapan. Melihat Kaijin yang baik-baik saja setelah ditembakkan sihir api membuat beberapa orang terkejut
Para ksatria itu dengan cepat berdiri di depan penyihir berjubah merah untuk melindunginya
Kaijin tampak meremehkan para manusia itu, dalam sekejap dia membunuh satu ksatria menggunakan kecepatan yang tidak masuk akal
Semua manusia itu sangat terkejut melihat salah satu dari mereka terbunuh begitu saja. Ksatria yang lain menjadi gemetar ketakutan, akan tetapi mereka harus menjalankan tugas mereka, jadi mereka tetap mengacungkan pedangnya kepada Kaijin
Lagi-lagi sebuah serangan mendadak diarahkan kepada Kaijin. Beberapa tombak api terbang ke arah Kaijin dengan kecepatan rendah
Hal ini membuat Kaijin tertawa karena begitu lemah dan lambatnya serangan manusia di depannya
Kaijin menebas pedangnya pada tombak-tombak api itu, serangan itu ditangkis dengan mudahnya oleh pedang milik Kaijin
"Sihir yang membosankan ya"
Merasa tidak puas, Kaijin membunuh lagi 2 orang ksatria dengan kecepatan yang lebih tidak masuk akal, karena keduanya mati secara bersamaan.
Dari sudut pandang para manusia, kecepatan serangan itu sangatlah aneh. Tapi bagi Kaijin yang menggunakan dia hanya berjalan santai menuju ke tempat ksatria itu, menebas 2 orang dengan cepat, lalu kembali ke tempatnya semula, terakhir dia mematikannya
"Eeeekk"
Ksatria yang tersisa semakin gemetaran, bahkan memegang senjata pun sudah tidak bisa digunakan untuk menebas dengan benar
Satu-satunya yang masih bisa dibilang tenang adalah penyihir yang mengenakan jubah merah.
"Tampaknya kalian sangat ketakutan. Kalian tadi sangat tidak sopan padaku, namun kalian sekarang ketakutan, menyedihkan sekali"
Kaijin menghilangkan pedangnya lalu mulai tersenyum
"Bagaimana dengan begini? Aku tidak akan bergerak dari sini satu langkah pun dan tidak menggunakan pedangku. Jika kalian berani, seranglah aku"
Para ksatria itu saling melihat satu sama lain
Mereka tampaknya sedang membicarakan sesuatu,akan tetapi Kaijin tidak mendengar pembicaraan mereka karena dia tidak tertarik
Percakapan itu diakhiri dengan annggukan dari masing-masing mereka
Setelah itu, para ksatria berlari ke arah Kaijin dan bersiap untuk menyerang Kaijin
Apa-apaan makhluk bodoh ini? Bisa-bisanya mereka percaya pada musuh begitu mudah
"Yah... Itu tidaklah masalah bagiku"
Para prajurit itu memecah formasi dan menyerang Kaijin dari berbagai arah
Para ksatria itu melompat ke arah Kaijin dalam waktu yang sama
"Hahahah! Dasar bodoh, bahkan jika kalian menyerang dari berbagai arah pun, aku bisa membunuh kalian sekaligus"
Darah berkumpul di bawah masing-masing ksatria itu dan membungkus mereka di dalamnya. Tak lama setelah itu, para ksatria yang menyerang lenyap tanpa sisa
Akhirnya wajah ketakutan muncul pada penyihir berjubah merah itu
"Aku hargai kalian karena menyerang dengan berani, aku beri kalian kematian tanpa rasa sakit"
"Mo-Monster"
"Monster? Jika orang lain menyerang kalian dengan kekuatan hebat kalian akan menyebut monster, sedangkan jika kalian menyerang orang dengan kekuatan hebat, kalian berbangga hati dan diangkat menjadi pahlawan. Manusia benar-benar aneh"
"Dasar iblis! Aku akan menggunakan sihir terkuatku"
Api hitam muncul dari serangan wanita penyihir itu. Skalanya tidaklah besar, namun juga tidak terlalu kecil
Api hitam itu menabrak Kaijin dan menciptakan ledakan yang sangat kuat. Pepohonan yang ada di sekitar ikut hancur dan tanah pijakan Kaijin juga terkikis oleh api itu
Setelah ledakannya selesai, Kaijin menghilang dari pandangan penyihir itu
"Ternyata tidak sekuat yang aku bayangkan"
Penyihir itu berbalik dan ingin melanjutkan perjalanannya, namun sebuah serangan yang berasal dari atas membunuh beberapa orang yang tersisa
Penyihir itu langsung melihat ke atasnya. Dia melihat makhluk yang diserang oleh serangan terkuatnya itu terbang di atas mereka dan tidak terluka oleh serangan sihirnya
"Ti-tidak mungkin, kau bahkan tidak tergores sama sekali"
"Siapa kau sebenarnya?"
"Aku adalah bawahan raja iblis, sang vampir Kaijin"
"Raja iblis?! Vampir?!"
Wajah penyihir itu menjadi pucat namun juga tersenyum disaat yang bersamaaan
"Entah ini musibah atau berkah... "
" Apa yang kau bicarakan? Karena hanya kau yang tersisa, maka aku akan memhunuhmu dengan santai"
Kaijin terbang ke bawah menuju penyihir itu dengan kecepatan yang lambat
"Tampaknya aku harus menggunakannya sekarang"
"Matilah sekarang"
"Aku menggunakanmu, abominable ring. Kendalikan makhluk itu"
Cincin itu bersinar terang dan menyerang ke arah Kaijin, disaat yang bersamaan darah padat yang Kaijin buat juga menyerang ke arah penyihir itu
Mereka berdua terkena serangan dari masing-masing mereka
Penyihir itu tertusuk oleh serangan Kaijin lalu mati
Sedangkan Kaijin yang terkena cahaya itu menjadi terdiam dalam posisi berdiri
.
.
.
Desperado sudah kembali ke kastil iblis menggunakan gate langsung dari kamar penginapannya
"Baiklah Albert, bagaimana kau tau kalau Kaijin mengkhianati kita?"
"Itu karena tiba-tiba hubungan komunikasi saya dengan Kaijin terputus. Saya coba untuk mengecek tempat dia berada, setelah menemukannya aku membuka gate kesana, lalu melihat dia tidak bergerak sedikit pun dari posisinya. Ketika saya menyentuhnya, dia menyerang saya. Saya berpikir kalau dia terkena mind control, jadi saya memanggil Chris untuk membantu saya namun gagal karena mind controlnya lebih kuat dari milik Chris. Jadi saya memutuskan mundur"
Mind controlnya lebih kuat dari Chris? Yang benar saja!
"Jadi begitu ceritanya. Kalau begitu aku juga akan melihatnya, ayo pergi Albert"
"Baik tuan"
Desperado menyuruh Albert untuk membuka gate yang terhubung ke tempat Kaijin berada. Desperado memasuki portal itu kemudian berada di tempat Kaijin berada
Kaijin terdiam di posisinya tanpa bergerak sedikit pun
Jadi kalau lawannya sudah tidak ada, dia akan kembali diam ya..
"Jadi beginilah keadaan Kaijin sekarang"
Desperado melihat-lihat sekitarnya dan mendapati bahwa tempat ini jelas bekas sebuah pertarungan. Ditambah lagi ada seorang wanita berjubah merah yang tertusuk oleh serangan Kaijin
Benda berkilau yang ada di salah jari wanita itu sedikit menarik perhatian Desperado
Desperado mendekati wanita itu dan melihat cincinnya
Setelah melihat cincin itu dengan seksama serta menggunakan appraisalnya, mata Desperado terbuka lebar
Apa!? Bagaimana cincin wanita gila itu ada disini? Ah tidak.. Semenjak adanya perisai Garion di dunia ini harusnya aku juga sudah menduga kalau perlengkapan player lain juga ada di dunia ini
Albert yang heran melihat tuannya dengan serius menatap cincin yang ada pada mayat seorang wanita, berjalan mendekat
"Apa ada sesuatu yang menarik perhatian anda, tuan?"
"Yahh,sedikit"
"Apakah cincin yang dipakai wanita ini?"
"Itu benar, alasan kenapa Kaijin seperti ini adalah karena Abominable ring ini yang mengendalikannya"
"APA!?"