The Strongest Villain

The Strongest Villain
Serangan



Banyak orang yang berkumpul di dalam guild, mereka berkerumun melihat papan misi. Terlebih lagi ada misi baru yang sangat mengejutkan, boleh dilakukan oleh peringkat apapun dengan bayaran yang tinggi.


Sudah jelas bahwa para petualang itu akan sangat tertarik dengan hal seperti itu. Banyak juga orang yang baru masuk berdesak-desakan di dalam barisan. Namun, misi yang tertulis disana cukup berbahaya, misinya adalah untuk menyerang kastil iblis.


Beberapa orang berpikir kalau orang yang membuat misi ini pasti sudah gila. Ada juga yang senang hanya karena melihat hadiah uangnya tanpa memperdulikan resiko misinya. Ada yang menjadi tidak tertarik. Ada juga yang takut untuk berpartisipasi. Di atas semua itu, petualang yang ingin ikut jumlahnya sangat banyak.


Setelah selesai membaca misi itu dan mengetahui pengirimnya, para petualang itu segera berbondong-bondong pergi ke tempat orang yang mengirim misi.


Petualang yang bergerak secara bersama-sama itu sedikit merisihkan warga sekitar. Setelah menyusuri jalan, belokan demi belokan, akhirnya mereka semua sampai di depan rumah bangsawan yang sangat megah.


Pemilik rumah itu adalah seorang Viscount di Arsene Empire, nama orang itu adalah Viscount Barret. Orang ini dikenal sebagai orang yang tidak baik oleh rakyat sekitar, rumor mengatakan bahwa dia adalah seseorang yang akan melakukan apapun demi mencapai tujuannya. Dia tidak segan-segan membunuh orang yang menyinggungnya jika posisi orang itu lebih rendah darinya.


Pintu rumah besar itu terbuka. Keluar seorang pria dengan pakaian megah dan berkilau-kilau. Dengan senyum palsunya dia berjalan dengan angkuhnya.


"Selamat datang para petualang hebat sekalian, perkenalkan saya Viscount Barret"


Pria itu memperkenalkan dirinya dengan sedikit elegan,karena mau bagimanapun dia tetaplah bangsawan.


"Tuan Barret, apa misi yang ada di guild itu benar? "


" Apa kami benar-benar akan diberi imbalan yang sangat banyak? "


"Apa yang akan terjadi jika kami berhasil melakukannya?"


Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan dalam waktu singkat sehingga Viscount Barret tidak bisa mengikuti kecepatannya


"Tenaglah, tenanglah semuanya. Tolong satu per satu"


Para petualang yang sedari tadi mengeluarkan suara yang ribut kembali diam dan mendengarkan


Setelah itu Viscount Barret berdehem sekali


"Baiklah yang pertama, tugas ini memang benar-benar ada. Lalu untuk hadiahnya tentu saja memang akan kuberikan. Siapapun yang berpartisipasi dalam penyerangan ini akan menerima 20 koin emas walaupun hanya ikut serta saja. Jika kau membunuh salah satu iblis, bawalah mayatnya kesini. Tergantung jumlah mayatnya, kalian akan kuberi hadiah tambahan "


Para petualang itu mulai berbisik antara satu dengan yang lainnya, suasananya kembali menjadi ribut


Viscount Barret menepukkan tangannya sekali dan membuat para petualang itu kembali diam


" Ngomong-ngomong kalian disini ingin menerima misi atau hanya datang untuk menanyakannya?"


"Tentu saja kami akan berpartisipasi, mana mungkin kami melewatkan kesempatan emas seperti ini"


"Kalau begitu baiklah, nama petualang yang ikut nanti akan didata sehingga memudahkan untuk pembagian pembayaran"


Setelah itu Viscount Barret mengajak para petualang itu masuk ke halamannya satu per satu untuk didata.


"Setelah selesai didata, kalian bersiaplah untuk melakukan penyerangan "


.


.


.


.


Desperado sudah berteleportasi kembali ke kastilnya setelah mendapat panggilan dari Albert.


" Sekarang bisa kau ceritakan, Albert? Ada masalah apa?"


"Baik tuan, saya mendapat informasi kalau para petualang dari Arsene Empire akan pergi menyerang kastil kita"


"Ho... Begitu ya? Kalau begitu biarkan saja mereka datang"


Albert tampaknya sedikit terkejut dengan jawaban tuannya


"Kita biarkan saja tuan?"


"Ya, tentu saja. Lagipula tindakan mereka itu sia-sia. Dan kalau kita membuat mereka tidak jadi menyerang, itu malah akan membuat grup lainnya untuk merencanakan penyerangan juga."


"Jadi begitu ya. Baiklah tuan, saya akan memberitahu yang lain"


"Umu"


Albert berjalan ke arah pintu untuk pergi keluar


"Walaupun aku membiarkan mereka datang, tapi aku tidak ingin ada satupun korban jiwa dari pihak kita. Jika aku mendengar ada 1 saja korban dari pihak kita, maka aku akan marah. Jadi tugas kalian selain bertarung juga melindungi iblis yang lain."


Albert pun meninggalkan ruang tahta


Jika ada iblis yang mati hari ini, aku akan langsung meratakan Arsene Empire sialan itu


.


.


.


.


Para petualang sudah selesai didata semua, kini saatnya mereka untuk mempersiapkan peralatan masing-masing untuk melakukan penyerangan.


"Baiklah, kalau begitu kita akan berkumpul lagi disini dalam waktu 1 jam."


"Oke"


"Tidak masalah"


Para petualang itu mulai berpencar ke berbagai arah.


Setelah 1 jam, mereka berkumpul semula. Tampaknya perlengkapan para petualang itu sudah siap. Ada yang memakai set armor lengkap


Tetapi yang paling mencolok adalah orang yang mengenakan armor full plate berwarna merah dan juga membawa busur besar berwarna ungu yang berkilau-kilau.


"Baiklah semuanya, ayo kita pergi"


"OHHH!! "


Para petualang itu mengangkat tangannya dan berteriak dengan serentak


Sebuah kelompok yang sangat besar dan semuanya terdiri dari petualang berbagai peringkat mulai meninggalkan kota


Mereka terus berjalan, lalu mereka masuk ke dalam hutan. Hutan ini seharusnya memilki banyak monster berbahaya, namun monster itu tidak muncul seekorpun sejak tadi.


Mungkin saja, para monster itu ketakutan melihat sebuah kelompok manusia yang sangat besar ini memasuki teritori mereka


"Hutannya tidak menyenangkan. Seharusnya aku bisa pemanasan disini setidaknya. Tapi... Mana monsternya!? Apa mereka sudah tidak suka manusia lagi!"


Para petualang lainnya melihat orang itu dengan tatapan kosong. Bualannya sama sekali tidak menghibur.


"Sudah diamlah! lebih baik kita teruskan saja perjalanan kita"


"Cih... "


Para petualang itu kembali bergerak menyusuri hutan dimana saat ini mereka berada


Setelah itu, mereka akhirnya melihat seekor monster beruang yang sangat besar. Sedikit berbeda dari beruang hitam, beruang ini badannya lebih besar dan memiliki bulu berwarna merah cerah


Para petualang itu berhenti sebentar, lalu menyerang seekor monster itu dan menghabisinya dalam sekejap


"Wohohoh... Bahkan kita bisa mengalahkan monster rank-B dalam waktu singkat, seharusnya kita juga bisa melawan para iblis yang ada di kastil itu "


Yang lainnya hanya mengangguk


" Kalau begitu ayo lanjut"


Para petualang itu kembali mencari jalan keluar dari hutan itu. Karena mereka berjalan sudah cukup lama.


Para petualang itu menemukan sebuah jalan keluar dari hutan ini. Dilihat cahaya yang datang dari luar hutan.


Mereka segera bergegas keluar dari hutan


Setelah keluar, mereka segera mencari lagi kastil raja iblis


Kastil sudah terlihat, sekarang para petualang itu hanya tinggal mendekat saja ke arah kastil itu.


Kastil itu sangat besar, dan tampaknya wilayah yang ada di dalam kastil itu bisa menampung banyak orang sekaligus.


Para petualang itu sudah sampai di depan gerbang kastil


"Selamat Datang"