
Desperado dan Petualang rank-A yang bersamanya pergi menuju tempat Kaijin berada saat ini
Sambil berjalan Desperado mengajak Petualang yang ada di sampingnya untuk berbincang-bincang
"Ngomong-ngomong, aku belum tau namamu, siapa namamu?"
"Brody" Jawabnya singkat
"Heee... Apa kau sudah lama menjadi rank-A?"
"Yah.. Kira-kira sudah 2 tahun, aku rasa itu sudah cukup lama"
"Jadi begitu ya, memangnya berapa lama waktu yang kau perlukan untuk jadi rank-A?"
Setelah Desperado mengajukan pertanyaan itu, tampaknya Brody menjadi sedikit kesal
"Apa? Kau mau membandingkan waktuku dengan dirimu yang hanya 1 bulan?"
"Tidak tidak, tentu saja tidak"
Temperamennya buruk sekali
"Cih.. Aku perlu waktu 5 tahun, tidak sepertimu yang tidak normal"
Apa maksudmu aku tidak normal hah!
"Ngomong-ngomong bagaimana dengan para rank-S? Bisakah kau menceritakannya"
Wajah tidak peduli Brody tiba-tiba menjadi bersemangat
"Wah.. Masa kau tidak tau! Sini biar aku ceritakan, kagumlah dengan wawasanku yang luas"
Desperado yang terkejut hanya bisa tersenyum canggung
"Haha... Ya silahkan kau ceritakan"
Jadi kau sangat menyukai mereka huh?
Brody bercerita tentang petualang rank-S disepanjang perjalanannya menuju tempat yang dituju
Tak henti-henti Brody bercerita, bahkan ada orang yang menyapanya pun dia abaikan
Desperado yang awalnya mendengarkan dengan serius menjadi bosan karena ceritanya yang tidak juga berhenti, bahkan ketika Desperado ingin mengangkat suaranya ceritanya tetap berlanjut tanpa henti
Mereka sudah hampir sampai di tempat tujuan, akhirnya cerita Brody pun sudah selesai
"Begitulah cerita yang aku tau tentang para rank-S. Bagaimana, menakjubkan bukan?"
Desperado menghela napas lega di dalam hatinya
Menakjubkan kepalamu! Kepalaku sakit mendengarnya
Itulah yang ingin Desperado katakan, tetapi dia tidak mengatakan hal itu. Dia hanya bisa tersenyum sekali lagi
"Ah.. Jadi begitu, ternyata mereka memang hebat"
"Benar kan? "
Setelah mengatakan itu, Brody pun membusungkan dadanya seolah-olah menyombongkan dirinya
Kenapa malah kau yang bangga?
" Kalau kupikir-pikir, kau mungkin saja bisa menjadi rank-S dengan cepat"
"Ohh.. Kenapa kau berpikir begitu?"
"Bukankah aku sudah mengatakannya di awal tadi? Kau itu tidak normal"
"Maaf saja ya aku tidak normal.. Memangnya bagian mana dariku yang tidak normal?"
"Sudah jelas-jelas kau itu tidak normal bagimanapun orang melihatnya. Mana ada petualang pemula yang memburu raja hutan kematian lalu menjadikannya familiar. Yang kedua, mana ada petualang pemula yang bisa melawan gerombolan undead sendirian, atau berdua jika familiarmu dihitung. Memangnya kau itu reinkarnasi raja iblis!?"
Akulah raja iblis itu, mana ada reinkarnasi atau apapun itu
Desperado dan Brody sudah sampai tujuan
Di depan mereka, ada seorang vampir berambut hitam sedang berdiri diam di tempatnya
"Kita sudah sampai"
"Ya"
Brody dan Desperado mengambil ancang-ancang bertarung
"Baiklah mari kita mu- Arghhh..! "
Tiba-tiba, sebuah pisau menusuk Brody dari arah belakang, sebuah serangan tepat ke jantung yang membuatnya langsung mati.
Sosok yang muncul di balik Brody adalah seseorang berambut pirang dengan wajah datarnya.
Maaf saja ya Brody, tapi masalah ini tidak boleh diketahui orang luar
" Kau sudah datang Albert. Apa yang lainnya juga sudah?"
Albert, sang pelayan pribadi raja iblis Desperado muncul dari dalam sebuah portal diikuti dengan petinggi yang lain
"Sepertinya sudah datang semua"
Seperti biasanya para iblis itu mengambil sikap berlutut di depan Desperado
"Salam, Yang Mulia/Tuan"
"Umu... Berdirilah"
Albert, serta para petinggi dan beberapa orang tambahan berdiri di hadapan Desperado secara serentak
"Baiklah, karena aku sudah mengatakan kalau aku akan melakukan ini sendiri, jadi kalian berjaga-jagalah di sekitar sini dan jangan biarkan siapapun masuk. Berita tentang Kaijin menyebar begitu cepat, jangan sampai dia bertarung dengan orang lain
"Baik, Yang Mulia/Tuan"
"Berpencar lah"
Para iblis itu menghilang dalam sekejap dan mulai berpencar
Desperado berjalan mendekat ke arah Kaijin
"Sepertinya kita akan segera bertarung, namun tampaknya aku harus menyimpan benda itu dulu "
Desperado mengubah arahnya ke tempat mayat wanita penyihir itu mati, lalu mengambil cincinnya dan memasukkannya ke dalam inventory
Setelah selesai melakukan aksinya, Desperado kembali ke tempat Kaijin berdiri
Desperado melompat tinggi dan mengeluarkan bola api di tangannya yang kemudian menjadi besar dan semakin membesar
Sebuah bola api super besar berada di atas tangannya Desperado
Sihir inilah yang paling cocok untuk melawan musuh dalam kondisi seperti ini. Ini bisa mengurangi HP nya setengah dari full HP
Desperado melemparkan bola api itu kepada Kaijin
Bola api itu menabrak Kaijin dan menyebabkan ledakan yang sangat luar biasa
Sudah jelas kalau Kaijin tidak akan mati, karena HPnya sesaat yang lalu dalam kondisi full HP.
Setelah diserang,barulah Kaijin mulai bergerak
"Raawrrghh"
Kaijin hanya berteriak tidak jelas, setelah itu menyusul keberadaan Desperado yang masih melayang di udara, Kaijin menebas nya dengan kuat.
Desperado menahan serangan itu dengan daggernya namun dia tidak bisa mengimbangi Kaijin yang bisa terbang.
Desperado terpaksa mengalah dan mendarat terlebih dulu untuk melawan Kaijin di darat
Tidak berhenti sampai disitu, Kaijin mulai mengejar Desperado lalu mengeluarkan salah satu jurusnya
Desperado mengeluarkan perisai yang didapatnya untuk menahan darah-darah padat yang digunakan untuk menyerang Desperado
Setelah 2 detik, efek counternya menyala dan menyerang balik kepada Kaijin yang sedang terbang
Serangan itu mengenai sedikit sayapnya. Namun walau hanya sedikit, keseimbangan terbang Kaijin terganggu terpaksa mendarat untuk bertarung
Desperado menyiapkan daggernya dan mulai bergerak dengan cepat ke arah Kaijin lalu menebas-nebasya
Kaijin berusaha untuk menangkis serangan-serangan dengan sebilah pedang darah miliknya
Kaijin tidak sanggup untuk menahan serangan yang begitu cepat dari Desperado
"Rawrgh... "
Kaijin hanya berteriak-teriak tidak jelas karena diserang olah Desperado
Desperado bisa mengakhirinya dengan cepat, jika dia melakukan itu, maka Kaijin beserta tubuhnya akan lenyap
Salah satu solusi yang bisa dugunakan untuk membunuhnya tanpa melenyapkannya adalah dengan menggunakan daggernya ataupun longswordnya. Memakai handgun juga bisa asalkan tidak menggunakan
Kaijin tampaknya ingin menggunakan serangan terakhirnya
Sebuah pedang hitam raksasa muncul dari langit, pedang itu menuju tempat Desperado berdiri
Desperado mengeluarkan dual handgunnya dengan cepat
Desperado mengumpulkan energi biru di sekitar handgunnya, bersiap untuk serangan
"Meskipun aku tidak bisa menggunakan ini pada Kaijin, tapi aku bisa menggunakannya pada benda besar itu"
Energi biru itu ditembakkan ke arah pedang itu datang. Tabrakan pedang dan tembakan biru milik Desperado menciptakan ledakan yang dahsyat. Kedua serangan itu menghilang seperti menyatu dengan udara
Desperado dengan cepat menggunakan skillnya untuk mendekat ke Kaijin lalu menggunakan Ultimatenya
Tebasan bertubi-tubi di arahkan kepada Kaijin dengan sangat cepat. Serangan itu menyayat kulitnya.
Desperado tidak berhenti melakukan tebasan itu sampai akhirnya Kaijin tidak bisa lagi bergerak dan mati
Mayat Kaijin jatuh ke tanah
Desperado mendekat ke mayat Kaijin
"Ini sudah berakhir, maaf karena membunuhmu ya Kaijin"