The Strongest Villain

The Strongest Villain
Serangan Iblis



Hayato, Hikaru, dan petualang yang lain langsung bergegas berlari ke sinar terang itu.


Di sepanjang jalan mereka melihat rakyat biasa yang ketakutan. Anak-anak menangis, ibu yang mencari anaknya, dan orang-orang yang bersembunyi ketakutan.


Prioritas utama mereka saat ini adalah mengamankan para penduduk itu. Hayato memerintahkan sebagian petualang yang ikut untuk mengamankan mereka sedangkan sebagian lagi lanjut ke arah cahaya merah.


Hikaru memimpin tim yang mengamankan penduduk untuk berjaga-jaga kalau ada sesuatu. Hayato memimpin tim yang menuju ke cahaya merah.


Semakin dekat mereka dengan cahaya itu, mereka melihat sesuatu berterbangan di atas mereka. Makhluk yang terbang itulah yang menyebabkan getaran-getaran yang ada sebelumnya.


Mereka sudah sampai di dekat cahaya merah itu, cahaya merah itu ternyata hanya cahaya biasa saja tanpa efek apa-apa. Tapi di sekitar cahaya itu banyak rumah terbakar dan banyak manusia yang mati.


"Apa maksud cahaya merah ini? Ini sama sekali tidak sakit atau memberi efek buruk lainnya. Apa mereka mencoba memancing kami kesini?"


"Ada apa dengan cahaya itu Hayato? Apa itu benar-benar tidak apa-apa?"


"Ya, ini benar-benar aman. Tidak memiliki efek apapun"


Di tengah pembicaraan mereka, seseorang muncul dari balik cahaya merah itu.


Seorang pria dengan rambut pirang dan tubuh yang tinggi.


"Siapa kau ini? Apa tujuanmu menyerang ibukota?"


"Kalau begitu perkenalkan diriku ini. Namaku adalah Albert, tangan kanan raja iblis"


"Ra-raja Iblis!?"


Para petualang itu memasang wajah terkejut termasuk Hayato


"Jangan bercanda kau, raja iblis itu sudah tidak ada sejak 100 tahun lalu"


"Sayangnya tuan kami sudah kembali, dan beliau memerintahkan kami untuk mengembalikan kejayaan iblis seperti dulu lagi!"


Saat mengucapkan kata yang terakhir Albert sama sekali tidak mengubah ekspresinya.


Setelah selesai berbicara, satu orang lagi muncul di balik cahaya merah.


"Kenapa kau berhenti menyerang dan pergi kesini Albert? Oya... "


Muncul satu lagi


" Ternyata kau menemui petualang. Kau seharusnya mengajakku."


"Heheh.. Aku hanya menyapa mereka sebentar"


"Kau tertawa tapi wajahmu itu biasa-biasa saja. Kau seharusnya mengubah hal itu, mungkin saja Yang Mulia akan menyukainya"


"Apa maksudmu?"


"Ingat saja dulu, waktu kau marah pada Olivia dan menunjukkan ekspresimu Yang Mulia ikut tertawa. Mungkin saja beliau lebih suka kau mengubah ekspresi datarmu itu"


"Ah, jadi begitu ya. Baiklah, aku akan lebih baik lagi ke depannya, Kaijin"


"Hahah baiklah baiklah"


"Kenapa kalian berdua malah mengobrol dengan santai!?"


Albert dan Kaijin yang sedang asik mengobrol itu mengentikan obrolan mereka


"Hm... Jadi apa maumu?"


Kaijin bergerak dengan cepat, tanpa Hayato sadari salah satu petualang yang ada didekatnya sudah terbunuh


"Apa!? Cepat sekali! "


"Apa seperti itu maumu?"


Kaijin memasang senyum menyeramkan


Para petualang yang lain merasa tertekan dengan hal yang baru saja terjadi. Hayato mencoba menenangkan dirinya kali ini.


" Ayo kita maju juga, jangan biarkan mereka menyerang seenaknya"


"B-baiklah, Ayo SEMUANYAA!"


"OHHH! "


Para petualang itu mulai maju dan mengeluarkan senjatanya masing-masing


Albert membentangkan sayapnya dan mulai terbang


Tiba-tiba saja muncul banyak monster dari balik cahaya merah itu


Monster-monster itu menyerang para petualang dengan ganas


Para petualang yang ingin menyerang Kaijin terhenti oleh para monster itu. Mereka terpaksa menyerang para monster terlebih dahulu



Hayato mengeluarkan salah satu skill nya untuk menebas banyak monster sekaligus. Monster yang ditebasnya membeku tak bergerak.


Hayato segera menyerang ke arah Kaijin


Sebuah serangan hitam tiba-tiba datang dari atas, Hayato menyadari hal itu dan menghindarinya


"Kau jangan mengganggu seperti itu Albert"


"Kau itu seharusnya masih dalam masa istirahat, lebih baik kau lawan yang lain saja untuk pemanasan"


"Tapi kan.. Apa serunya melawan mereka"


"Aku pegang ucapanmu itu ya!"


"Baiklah. Manusia yang disana, ayo kita bertarung di tempat lain"


"Bagus sekali! itulah yang aku inginkan"


Hayato segera mengejar Albert yang sedang terbang dengan berlari


Para petualang yang lain pun mencoba mengikuti Hayato namun dihentikan oleh Kaijin


"Berhenti disana, kalian akan tetap disini untuk melawanku"


"Sial"


Hayato terus mengejar Albert dengan cepat


Tidak lama kemudian Albert berhenti dan turun ke permukaan. Hayato juga ikut berhenti.


"Membawaku sejauh ini hanya akan membawa kematianmu sendiri"


"Benarkah?"



Dengan cepat Hayato menebas katananya ke arah Albert


Albert pun tidak tinggal diam, dia juga langsung menggunakan skillnya



Semua kuku Albert menjadi panjang dan dia menangkis terjangan dari Hayato dengan mudah


"Apa!?"


Hayato terkejut serangan andalannya ditangkis begitu mudah. Hayato langsung menyentak pedangnya dengan kuat lalu melompat mundur


"Bagaimana kau bisa menghentikan seranganku dengan mudah?"


"Tentu saja karena seranganmu sangat lemah. Apa ada alasan lain lagi?"


"Cih.. "


Hayato kembali maju dan menyerang Albert dengan katananya bertubi-tubi


Albert dengan mudah menangkis setiap serangan yang dilancarkan oleh Hayato


Selagi menebas, Hayato mengeluarkan sihirnya



Di atas Albert tiba-tiba muncul banyak lembing es yang siap jatuh kepadanya


Lembing-lembing es itu jatuh menyerang Albert dengan kecepatan tinggi


Albert dengan cepat juga mengeluarkan sihirnya



Dinding api terbentuk di sekitar Albert, dinding api itu membuat Hayato menjauh.


Lembing-lembing es itu tetap menyerang ke arah Albert


Beberapa berhasil dicairkan namun beberapa berhasil lolos. Lembing es yang masuk ke dalam dinding api ditangkis oleh Albert dengan mengandalkan kecepatannya


Serangan lembing es itu sudah berakhir


"Apakah seranganku berhasil?"


Perlahan dinding api itu menghilang. Hayato melihat sosok Albert yang sama, sekali tidak terluka


"Yang tadi itu boleh juga untuk meregangkan otot. Sudah bertahun-tahun aku tidak bertarung"


Dasar monster


"Tapi tidak kusangka kau menguasai sihir es, aku pikir kau hanya bisa menggunakan es karena pedang itu"


"Memangnya kenapa kalau aku penyihir es?"


"Tidak apa-apa hanya saja sihir es itu langka"


"Oh gitu"


Hayato langsung menerjang lagi ke depan, tapi itu sia-sia saja, serangannya dapat ditangkis dengan mudah oleh Albert


Kali ini Albert juga membalas serangannya. Albert menyerang dengan punggung tangan kanannya dengan kuat. Serangan itu membuat Hayato terhempas jauh ke belakang.


Albert berjalan ke arah Hayato dengan pelan


"Jangan katakan kau akan langsung mati setelah 1 serangan. Itu akan mengecewakanku"


Hayato mencoba untuk berdiri lagi, kakinya sedikit bergetar ketika berdiri.


"Kalau begitu sudah saatnya-- Hm?"


Sebuah anak panah tiba-tiba saja diarahkan kepada Albert


Albert menangkap anak panah itu dengan tangannya


"Hey hey, jangan bilang kau sudah dikalahkan, Hayato?"