The Strongest Villain

The Strongest Villain
Tunduk



Desperado sampai di tengah medan perang, dia melihat banyak mayat yang berserakan


Kalau dilihat secara langsung seperti ini, sepertinya agak tidak menyenangkan


Setelah selesai melihat-lihat, Desperado mengambil perisai milik Bil, setelah itu meminta Kaijin untuk mengantarnya ke tempat penduduk lainnya berada


Desperado dan para iblis saat ini sedang di antar ke desa orc yang mana adalah desa yang paling dekat dengan medan perang


Setelah sampai di desa orc, Desperado juga melihat beberapa lizardman berada di desa itu


Para penduduk desa yang ada disana mulai gemetaran melihat sosok iblis yang ada di depan mereka


"Hey..kok ada iblis disini?"


"Mana aku tau, mungkin mereka pasukan untuk menyandra kita"


"Tunggu dulu.... Apa mungkin pasukan kita kalah?"


"Mana mungkin lah dasar bodoh, pasukan kits punya artefak tingkat tinggi"


Meskipun itu semua hanya bisik-bisik, tapi bisikan mereka sangat terdengar jelas oleh Desperado


Oee.. Oee.. Seharusnya kalian lebih mengecilkan suara kalian, masa kalian berbincang sekeras itu di depan musuh


Desperado berhenti di tengah-tengah mereka, lalu mengeluarkan Bil dari inventorinya


"Eeekk"


Para penduduk berteriak ketakutan karena mayat Bil tiba-tiba muncul di depan mereka semua


"Bukankah dia yang kalian bicarakan barusan? Sang pemegang perisai yang sudah menjadi mayat ini?"


Desperado mengambil mayat Bil tadi setelah dia mengambil perisai miliknya


"Jadi... Setelah kekalahan kalian, apa kalian masih tidak mau tunduk padaku?"


Desperado mengatakan hal itu namun para orc dan lizardman itu tampak kebingungan


Lalu seorang orc memberanikan dirinya untuk berbicara


"Bu-bukankah raja iblis yang menyerang kami? Kenapa itu menjadi seorang manusia?"


Dengan tubuh yang gemetaran orc itu berhasil menyelesaikan kalimatnya


"Hahahaha.... "


" Eeek! "


Tawa Desperado membuat orc itu semakin gemetaran karena takut salah bicara


" Karena kau berani berbicara, aku mengapresiasi tindakanmu. Baiklah aku akan menjawab pertanyaanmu, itu benar.. kenapa raja iblis yang katanya ingin menundukkan kalian malah yang datang seorang manusia. Tentu saja, karena akulah sang raja iblis"


Dengan senyum yang menyeramkan, Desperado mengumumkan dengan keras bahwa dia adalah sang raja iblis


Para penduduk desa itu tampaknya shock dan membeku di tempat


"Jadi.. Apa kalian masih tidak ingin tunduk padaku?"


Tatapan menyeramkan itu membuat para orc bersujud kepada Desperado


"Ka-kami bersedia tunduk kepada Yang Mulia raja iblis"


Desperado mengangguk dan tersenyum


"Bagaimana dengan kalian, para lizardman?"


Para lizardman itu ketakutan lalu juga bersujud pada Desperado


"Ka-kami juga bersedia tunduk kepada Yang Mulia raja iblis"


"Bagus... Bagus.. Seharusnya kalian lakukan hal ini dari awal, kalau kalian melakukan ini maka tidak akan ada korban di medan perang"


Desperado menyuruh Olivia untuk mendekat


"Ada apa, Yang Mulia~?"


"Hidupkan kembali orc ini"


"Baiiik~"


Para orc dan lizardman yang ada di sana matanya tebelalak mendengar sesuatu yang seharusnya sangat sulit bahkan sulit dilakukan


"Apa? Dihidupkan kembali? "


" Yang Mulia.. Apa mungkin untuk menghidupkan seseorang kembali?"


"Tentu saja bisa.. Asalkan waktu kematian orang itu tidak terlalu lama"


Desperado menjawabnya dengan nada sombong


Olivia mengeluarkan tongkatnya



Kegelapan berkumpul di sekitar mayat Bil, lalu melahapnya


Di dalam sana tubuh Bil dikembalikan seperti semula, setelah itu menarik jiwanya kembali ke tubuhnya.


Setelah proses nya selesai, kegelapan tiu menghilang dan muncul tubuh Bil yang sudah kembali seperti semula


"Sudah selesai, Yang Mulia"


"Umu"


Desperado mengangguk


"Kalian mendekatlah dan cobalah untuk membangunkan dia"


Setelah mendapat perintah, para orc mendekat ke tubuh Bil


"Bil sadarlah, Bil"


Bil perlahan membuka matanya, dan kembali sadar


"Apa... Apa kalian semua juga sudah terbunuh"


"Eh?"


Para orc itu kebingungan


"Hm.. Kesadaran sudah kembali, tapi dia masih dalam kondisi kebingungan.. Beberapa hari tampaknya cukup untuk pulih"


"A-apa yang kau bicarakan, Bil? Kau itu sudah dihidupkan kembali atas perintah Yang Mulia raja iblis"


"Apa? dihidupkan kembali? "


"Itu benar, kau kuhidupkan kembali untuk memimpin mereka"


Bil berbalik ke belakang, ke arah suara itu berasal, lalu dia melihat seorang manusia


"Tenyata raja iblis adalah seorang manusia.. Hormat saya, Yang Mulia raja iblis "


" Umu.. Ngomong-ngomong aku mengambil perisai milikmu, apa kau tidak keberatan"


"T-tentu saja saya tidak keberatan"


"Baiklah.. Kalau begitu sebagai ganti perisai ini, sebutkanlah keinginanmu"


"Kalau begitu, kesejahteraan bagi orc dan jugs lizardman"


Para lizardman yang mendengar itu sedikit terkejut


"Semua makhluk yang tunduk padaku pasti akan kuberikan kesejahteraan"


"Kalau begitu, bisakah saya mengajukan permintaan yang lain?"


"Hm.. Apa itu?"


"Bisakah anda menghidupkan kembali para pasukan yang telah mati?"


"Aku tidak bisa menghidupkan semuanya untukmu, itu akan memberatkan bagi Olivia"


"Terimakasih telah memikirkan saya, Yang Mulia~"


Olivia yang ceria itu tersenyum lebar


Loli ini terlalu imut.. Aku ingin menjadikannya sebagai adikku


"Jangan terlalu senang, Olivia"


Pemandangan yang sangat langka, Albert tiba-tiba menyela di tengah-tengah pembicaraan


"Duh... Apa kau cemburu, Albert? Kasihan ya tidak pernah mendapat perhatian Yang Mulia"


Olivia berbicara dengan nada mengejek


"Apa katamu!? "


Albert tampaknya sangat marah walaupun wajahnya tidak terlalu memperlihatkan hal itu


" Albert, Olivia hentikan itu"


"Baik tuan/Yang Mulia"


Mereka berdua langsung terdiam


"Ehem.. Kau hanya boleh memilih 1 orang untuk dihidupkan"


"Kalau begitu.. Bisakah anda menghidupkan kembali kakak saya? Jujur saja, kakak saya lah yang lebih cocok untuk menjadi pemimpin desa"


"Umu.. Baiklah"


"Terimakasih, Yang Mulia"


Desperado berbalik untuk memberi Kaijin perintah untuk mengambil mayatnya Gin, tapi sebelum dia memerintahkan itu, dia melihat para lizardman tampaknya sedikit sedih


"Ehem... Akan tidak adil bagiku kalau hanya menghidupkan orc, kalau begitu lizardman.. Pilihlah 1 orang dari bangsa kalian untuk dihidupkan kembali "


" Terimakasih, Yang Mulia... Kalau begitu, bisakah anda menghidupkan kembali kepala desa kami? "


" Umu"


Desperado mengangguk setuju


"Kaijin, ambillah mayat mereka berdua, orc itu seharusnya sudah kembali mengecil. Lalu bawalah salah satu lizardman ini untuk menunjukkanmu kepala desa mereka"


"Segera saya laksanakan, Yang Mulia"


Kaijin membawa salah satu lizardman terbang bersamanya kembali ke medan perang


Tak lama kemudian Kaijin kembali dengan 1 mayat orc dan 1 mayat lizardman


Desperado menyuruh Olivia untuk menghidupkan mereka


Prosesnya terjadi sama seperti yang Bil alami


Orc dan lizardman itu perlahan membuka matanya dan kembali sadar


Mereka duduk secara bersama-sama


"Eh.. Dimana aku?"


Orc dan lizardman itu bertanya secara serentak, lalu saling betatapan


"Ohh.. Ternyata kita bertemu lagi, pak tua"


"Itu benar.. Tidak kusangka setelah mati pun aku bertemu lagi denganmu"


Bil kemudia mendekat ke arah Gin lalu memanggilnya


"Kakak"


Gin menoleh ke arah orang yang memanggilnya


"Oh Bil... Lihatlah pak tua, bahkan Bil ada disini"


Bil kemudian mengguncang tubuh kakaknya itu agar segera tersadar dari omongan tidak masuk akalnya


"Kakak, ini bukanlah alam baka.. Kalian berdua sudah dihidupkan kembali atas permintaanku pada Yang Mulia raja iblis "


" Apa? Raja iblis? "


" Itu benar dia memintaku untuk menghidupkanmu, lalu para lizardman itu meminta untuk kepala desanya dihidupkan kembali"


Gin dan kepala desa lizardman itu berbalik kemudian bersujud


"Terimakasih atas kebaikan hatimu, Yang Mulia"


"Ternyata raja iblis benar-benar seorang manusia, hamba Azu siap melayani Yang Mulia"


"Umu.. Karena kalian sekarang sudah tunduk padaku, aku memerintahkan bangsa kalian untuk segera bergabung dan tinggal di satu desa saja"


"Siap, Yang Mulia"


"Lalu untuk pemimpin utama kalian, aku akan memerintahkan salah satu bawahanku. Tenang saja kalian tidak akan dipimpin dengan ketakutan, aku menjaminnya"


Desperado kembali ke tempat Albert dan yang lainnya


"Albert, nanti suruh Oliver untuk menghadap padaku"


"Baik, tuan"


"Kalau begitu... Ayo sekarang kita kembali "



" Selamat jalan, Yang Mulia "


Desperado dan para iblis yang lain memasuki Gatenya, setelah masuk semua, gate itu menghilang