The Strongest Villain

The Strongest Villain
Kaijin Vs 2 Orc



Pedang merah menyala muncul tiba-tiba dari darah yang ada disekitarnya ke genggaman Kaijin


Kaijin yang sudah diperintahkan tuannya untuk bertarung secara langsung merasa sangat gembira, karena dia sudah tidak bertarung selama bertahun-tahun


Kaijin menumbuhkan sayapnya dengan cepat dan langsung melaju ke tempat Bil si pemegang perisai berada dengan kecepatan tinggi



Saat sudah dekat dengan targetnya, Kaijin langsung mengeluarkan jurus terkuatnya, disekitarnya banyak darah memadat dan terbang menyerang ke arah Bil


Bil yang sangat terkejut dengan serangan itu, langsung mengarahkan perisainya ke arah serangan datang, tapi Bil kehilangan sedikit keseimbangannya


Seperti dugaan, serangan itu tidak mempan terhadap perisai milik Bil


1... 2


Selagi menghitung, Kaijin terbang ke udara untuk menghindari serangan balik dari perisai itu


Setelah 2 detik selesai, perisai itu mengeluarkan cahaya dan membunuh monster yang berada di depan perisai itu


"Jadi begitu.. Persis seperti Yang Mulia katakan"


Kaijin lalu kembali mendarat ke tanah


"Sial tidak kusangka iblis ini juga ikut bertarung"


"Kau tidak apa-apa, Bil? "


Gin bertanya pada Bil dengan wujud raksasanya sehingga suaranya menjadi sangat keras


" Aku akan membantumu, Bil"


Gin lalu menghempaskan trisulanya ke tempat Kaijin berada


Kaijin yang baru saja mendarat itu langsung terbang lagi untuk menghindari serangan dari Gin


"Ya ampun.. Aku baru saja bergabung secara langsung tapi langsung disambut dengan tidak hangat"


"Siapa juga yang menyambut iblis sepertimu!?"


Senyum di wajah Kaijin lenyap dan dia mengernyitkan dahinya


"Orc kecil ini tampaknya menjadi sangat sombong setelah menangkis seranganku satu kali"


Kaijin menjentikkan jarinya



Waktu di sekitar Kaijin menjadi berjalan lambat. Memanfaatkan jurus miliknya,Kaijin pergi ke belakang Bil dan menebas punggungnya satu kali lalu kembali ke tempatnya semula


Kaijin menjentikkan jarinya sekali lagi



"Akhh.... "


Punggung Bil mendadak mengeluarkan banyak darah dan terdapat bekas tebasan di punggungnya


Setelah itu para Lizardman mengeluarkan sihir penyembuhan dan digunakan kepada Bil yang sedang terluka


" Wah... Wah.. Begitu dilukai langsung disembuhkan, kalian sungguh luar biasa. Tapi.... "


Bil yang sudah diberi sihir penyembuhan tingkat menengah itu sama sekali tidak pulih, jangankan pulih, bahkan lukanya saja tidak menutup


Kaijin yang merasa senang dengan hal ini kembali memasang senyum di wajahnya


" Ahahahaha! Kalian ingin menyembuhkan seseorang yang kulukai di depan mataku, sang penguasa darah ini?"


2 Lizardman itu tetap berusaha menyembuhkan Bil sekuat yang mereka bisa


"Hahaha! Teruskan kerja kalian, aku suka melihat wajah putus asa itu. Sementara itu aku akan menyerang si besar ini dulu"


Kaijin pergi ke depan Gin, di depan wajahnya lebih tepatnya


"Hey besar, bagi yang di bawah sana mungkin saja badan besarmu ini akan membuatmu nampak sangat kuat, tapi bagiku.. Ukuran besarmu ini hanya memudahkan dirimu untuk diserang"


Kaijin menebas pedangnya berkali-kali di seluruh bagian tubuh Gin. Karena tubuhnya besar, gerakannya lambat dan tidak bisa mengimbangi gerakan Kaijin


"Baiklah.. Sekarang saatnya mati"



Di balik awan, tepat di atas tempat Gin berada, sebuah pedang raksasa jatuh ke arahnya


"Akan ku tambah dengan ini"



Darah yang memadat menyerang dari depan dan pedang akan jatuh menusuk Gin


Gin mencoba menahan pedang raksasa itu dengan trisulanya, tapi berakhir dengan trisulanya yang patah


Pedang raksasa itu sukses menusuk kepala Gin dan membuatnya terjatuh ke belakang


Dampak kejatuhannya Gin membuat para lizardman dan orc terluka parah bahkan ada yang mati, begitu juga para monster yang ada di sekitarnya


"KAKAAAK!! "


Bil langsung berlari ke arah kakaknya tumbang, namun itu sudah terlambat. Tertusuk di kepala membuatnya mati seketika


" SIAAAL! "


Bil menangis sebentar lalu berhenti, karena tidak ada waktu untuk menangis di medan perang


Bil lalu bangkit kembali dan berjalan menuju Kaijin


" Aku akan membalaskan dendam kakakku"


"Maaf saja ya, tapi tuanku menyuruhku untuk segera membunuhmu"


"Eh?"


Tanpa dia sadari, kepalanya sudah terlepas dari badannya, lalu Bil pun tumbang


Setelah itu Kaijin terbang ke tengah-tengah sisa pasukan musuh


"Baiklah.. Tuanku juga menyuruhku untuk membunuh kalian semua"



Sebuah kumpulan darah tiba-tiba muncul dari bawah pijakan para lizardman dan orc. Darah itu mengurung mereka di dalam dan meremukkan mereka. Semua pasukan musuh pun sudah mati, ini adalah kemenangan para iblis


.


.


.


.


"Wah... Yang besar itu sudah mati tertusuk"


Seorang raja iblis yang sedang menonton peperangan dari awal mulai merasa bosan


"Albert, panggilkan Olivia kesini"


"Siap laksanakan, tuan "


Sebenarnya Desperado bisa saja memanggilnya lewat Voice Message tapi itu akan membuat Albert selaku pelayannya akan merasa tidak berguna karena tidak bisa melaksanakan tugasnya sebagai pelayan raja iblis


Desperado menghubungi Kaijin dengan Voice Message


"Kaijin, setelah ini langsung bunuh orc itu dan para pasukan mereka yang tersisa"


"Siap dimengerti, Yang Mulia"


Setelah Desperado selesai menghubungi Kaijin, Albert pun kembali dengan seorang wanita bertubuh kecil


Olivia adalah seorang succubus dengan job necromancer yang bisa mengatur kehidupan dan kematian. Dia bisa menghidupkan seseorang kembali dari kematiannya asalkan waktu kematiannya tidak terlalu lama


"Kau sudah datang ya, Olivia"


"Halo, Yang Mulia~"


Albert langsung menekan bahu Olivia sampai dia di posisi berlutut


" Harusnya kau berlutut saat sedang bertemu Yang Mulia "


Wahh ini langka sekali, pertama kalinya aku melihat Albert marah


Dengan bahu yang ditekan Olivia memberi penghormatan pada Desperado


" Sssalam, Yang Mulia"


"U-umu... Silahkan berdiri "


Olivia langsung berdiri dengan marah


" Apa-apaan yang kau lakukan tadi Albert?!"


"Kau lah yang tidak bersikap sopan, jadi jangan salahkan aku"


"Apa masalahmu.. Yang Mulia bahkan tidak marah sama sekali"


"O-li-vi-a"


Albert tampak sangat marah pada Olivia


Hahaha ini lucu sekali


"Ehem.. Baiklah Albert, Olivia hentikan itu"


"Baik, tuan/Yang Mulia"


Keduanya langsung menjawab serentak


"Aku memanggilmu kesini untuk suatu urusan, Olivia"


"Apa itu, Yang Mulia?"


"Ikut lah denganku"



Sebuah portal muncul di depan Desperado


*Gate adalah skill yang ku ketahui baru-baru ini, sepertinya skill ini ditambahkan saat aku menjadi raja iblis. Efek skill ini bisa membuat portal yang menghubungkan 2 tempat yang berbeda. Gate bisa terhubung di tempat yang ada iblis ataupun bangunan milik iblis


Mungkin karena inilah para iblis dulu menguasai banyak tempat, sepertinya agar memudahkan raja mereka untuk mencapai suatu tempat*


"Baiklah ayo masuk"


Desperado masuk ke dalam Gate diikuti oleh Olivia dan Albert


Saat keluar dari Gate, di depannya sudah berlutut seorang bawahannya yang bernama Kaijin, yang sedang ditugaskan untuk menyerang orc dan lizardman


"Salam, Yang Mulia"


"Umu... Berdirilah"


" Ya "


Kaijin berdiri lalu pergi ke samping Desperado


" Bawa aku tempat perisai itu berada"


"Silahkan lewat sini, Yang Mulai "