
Petualang berarmor merah itu tampaknya menjadi marah dan menembakkan panahnya sekali lagi. Namun, kali ini kekuatannya meningkatkan drastis. Angin yang ada di sekitar berkumpul ke satu anak panah itu, tampak kekuatan angin yang berwarna hijau berputar di anak panah. Setelah terkumpul, dia pun menembakkan anak panah itu.
Anak panah dilesatkan, tekanan angin menerbangkan benda yang dilewatinya.
Sementara itu Desperado tetap diam berada di tempatnya
"Sigh.. Seberapa bagus pun peralatanmu, perbedaan level kita terlalu besar. Bahkan jika aku berdiri diam saja itu tidak akan berdampak apa-apa padaku. Namun, mana mungkin aku biarkan sebuah serangan mengenaiku dengan mudah"
Sebuah lingkaran hitam lagi-lagi dikeluarkan oleh Desperado, lalu diterbangkan ke arah panah itu datang. Seperti kejadian sebelumnya, panah itu terhenti.
Kali ini para petualang itu benar-benar terkejut
"Se-Serangan terkuatku dihentikan begitu saja?"
"Oi.. Kau pasti bercanda! Bagaimana kita bisa menang melawan sosok itu!?"
Desperado turun ke bawah lalu berjalan ke arah petualang itu.
"Senjata itu tidak akan berguna di tanganmu, berikan padaku lalu kau akan kubiarkan hidup!"
"Bahkan jika aku mati pun, aku tidak akan menyerahkan benda ini padamu! "
" Keras kepala sekali "
Desperado langsung mencekik petualang itu dengan satu tangannya, lalu menangkatnya tinggi-tinggi
" Kau sama sekali tidak pantas menggunakan senjata ini. "
Setelah itu Desperado membanting petualang itu dengan kuat
" Ukhh... Uhuk.. Uhuk.. "
" Apa kau masih keras kepala? Lebih baik kau segera menyerahkan busur itu"
"Tidak.. Mungkin.. Uhuk.. Aku menyerahkan... Peninggalan... orang tuaku padamu"
He... Jadi begitu alasannya, pantas saja dia tidak mau menyerahkannya padahal sudah kucekik sampai hampir mati tadi.
"Ohh... Jadi begitu alasannya. Kalau orang tuamu aku hidup kembali, apa kau akan memberikan busur itu?"
"Kau bisa lakukan itu? Mana mungkin menghidupkan orang mati."
"Jangan lupa, aku adalah raja iblis, tidak ada yang tidak bisa aku lakukan. Asalkan mayatnya masih ada, aku bisa menghidupkannya kembali"
Mendengar hal itu, petualang berarmor merah itu kelihatan sedikit ragu-ragu
"Anak muda, jangan percaya pada perkataannya. Bagaimana bisa kau percaya pada perkataan iblis, terlebih lagi raja mereka. Menghidupkan orang mati itu tidak mungkin"
Seorang petualang yang sedang bertarung dengan pasukan iblis itu, memberi sedikit nasehat pada petualang berarmor merah. Setelah itu dia kembali fokus pada pertarungannya.
"Kenapa dia menyela pembicaraan orang lain?"
Desperado melihat ke arah petualang yang terlihat seperti om-om itu. Setelah itu dia kembali melihat ke arah petualang berarmor merah.
"Jadi, bagaimana menurutmu?"
Petualang berarmor merah itu tampak menjadi semakin ragu-ragu setelah mendengar ucapan petualang yang tadi. Namun, keinginannya segera menutupi rasa ragu-ragunya.
"Baiklah, jika kau bisa melakukan itu, akan kuberikan busur ini. Bahkan aku akan tunduk juga padamu, tapi biarkan orang tuaku hidup bebas"
"Pilihan yang bagus. Baiklah, kita sudah sepakat dengan hal itu. Kalau begitu aku akan mengambil busur ini terlebih dahulu"
Desperado memberdirikan petualang itu lalu mengambil busurnya
"Kau pergilah ke dalam sana untuk disembuhkan"
Petualang itu hanya mengangguk lalu berjalan ke dalam gerbang
Desperado melihat kepergiannya. Setelah petualang itu sudah masuk ke dalam, Desperado mengembalikan pandangannya pada medan tempur yang ada di depannya
"Baiklah semuanya, akhir ini dengan cepat! "
" YA!!!"
Para iblis itu menjawab serentak
Para iblis itu semakin semangat dalam bertarung. Suara ledakan terdengar dimana-mana. Kali ini Desperado hanya memperhatikan jalannya pertempuran dari atas tembok pertahanan.
Sebagian besar pasukan petualang sudah dibasmi, pasukan iblis tetap tidak ada satupun korban yang jatuh. Hal ini membuat semangat para petualang turun. Ada beberapa yang sudah gemetar ketakutan, ada juga yang sudah menjatuhkan senjatanya, dan ada juga yang kabur.
Hahaha! Enak saja mereka mau kabur. Memangnya mereka pikir ini taman bermain? Yang bisa pulang pergi seenaknya.
Setelah selesai mengumpulkan kekuatan, panah itu dilesatkan ke barisan belakang pasukan petualang yang mencoba kabur.
Saat panah itu menyentuh sesuatu, pusaran angin yang sangat besar dan kuat muncul di tengah-tengah pasukan itu. Seketika pasukan petualang yang ada dibelakang langsung tersapu habis.
Sepertinya aku sedikit berlebihan
Setelah melihat hal mengerikan itu, tampaknya para petualang sudah benar-benar tidak punya lagi semangat bertarung
Desperado kembali turun ke tanah
"Sepertinya kalian sudah menyerah ya? Kenapa begitu? Bukankah kalian bilang bahwa bangsa iblis itu mudah dikalahkan?"
Para petualang itu hanya diam saja tanpa bisa menjawab karena saking takutnya
"Dengar ya, meremehkan orang lain itu hanya boleh dilakukan oleh makhluk super kuat. Kalian hanya manusia biasa, berani-beraninya kalian meremehkan para iblis!"
Desperado menghela napasnya
"Sekarang kalian kembalilah ke negara kalian"
Para petualang itu tampak bingung dan melihat ke satu sama lain
"Sigh... Ada apa? Apa otak kalian sudah berhenti berfungsi?"
Salah satu petualang tersadar dan memberanikan dirinya
"Tu-Tunggu tuan raja iblis, An-anda tidak akan membunuh kami? "
" Hah!? Kalian lebih memilih untuk dibunuh sekarang juga?"
"Ti-tidak bukan begitu, apa anda yakin akan melepaskan kami"
"Cepatlah kembali, apa aku perlu mengulangi ini sekali lagi? "
"T-tidak perlu, kami akan segera kembali."
Para petualang itu bergegas berdiri dan berbalik
"Tunggu dulu"
Para petualang itu kembali melihat ke belakang
"Beritahu pesanku pada orang yang menyuruh kalian. 'Bangsa iblis tidaklah selemah yang kau kira, jika kau melakukan hal seperti ini sekali lagi, maka aku akan meratakan negaramu'. Sampaikan itu, paham?"
"B-baiklah tuan, kami paham"
Para petualang itu bergegas pergi dari wilayah kastil raja iblis
Setelah mereka pergi jauh, Desperado berbalik.
Desperado mengangkat 1 tangannya
"KITA MENAAANG!! "
" OHHHH!! "
Suara sorakan bergemuruh dari luar maupun dalam tembok kastil
Albert terbang mendekat ke arah Desperado
" Tuan, apa tidak apa-apa melepaskan mereka?"
"Heheh.... Tenang saja, mereka juga bisa dijadikan alat untuk menyebarkan rumor tentang kita yang sudah mulai bangkit kembali. Terlebih lagi dengan adanya raja iblis yang mereka kira sudah hilang 100 tahun lalu"
"Jadi begitu ya, Anda memang hebat Tuan"
"Sudahlah, kau terlalu memujiku"
Desperado berjalan masuk ke bagian dalam gerbang
"Ayo Albert, kita segera kembali ke dalam kastil"
"Baik tuan"
Desperado berjalan ke arah kastil dengan Albert yang mengikutinya dari belakang.
Setelah sampai di dalam kastil, Albert membukakan pintu ruang tahta
Desperado masuk ke dalamnya kemudian duduk di atas singgasananya dengan cara yang keren
"Sekarang, waktu kita muncul kembali sudah semakin dekat"