The Story Of Jammetaria

The Story Of Jammetaria
BAB 07 - Guild Petualang



Pagi hari di pusat kota Felisia.


Hari ini ramai seperti biasanya dimana banyak orang berlalu-lalang. Terlebih mereka yang bekerja sebagai petualang bergegas menuju guild dengan anggota partynya masing-masing, karena kebetulan lokasi guild sendiri berada dekat dari pusat kota.


Sesuai rencana mereka bertiga akan datang ke guild hari ini. Seperti yang dibicarakan kemarin sekarang Audrey sedang menunggu mereka berdua sekarang, tepatnya di depan Air mancur di tengah-tengah pusat kota.


Seperti yang dibicarakan kemarin, hari ini mereka akan memakai peralatan bertarung mereka masing-masing. Seperti biasa Audrey hanya memakai jubah penyihir dan membawa sapu juga tongkat sihir panjang yang biasa dipakainya, sementara barang barang yang lain disimpan di sihir penyimpanan miliknya. Audrey juga berencana untuk masih tetap berjualan walaupun sekarang sudah tak sesering dulu.


Tak berapa lama kemudian mereka berdua datang, kali ini mereka membawa peralatan lengkapnya, tidak seperti kemarin ketika mereka pergi ke rumah Audrey, mereka hanya membawa peralatan seadanya.


Hendry sendiri menggunakan baju zirah logam dengan dasaran merah, membawa sebuah pedang besar tak lupa dengan kuda besi aneh miliknya itu. Sepertinya dia tipe pendekar pedang.


Memang benar hampir semua orang didunia ini bisa menggunakan sihir, namun tak semua orang layak disebut penyihir. Mereka yang tidak bisa menggunakan sihir tempur biasanya akan memilih pedang, tombak, panah, dan lain lain-lain sebagai senjata utama mereka.


Eliana seperti biasa menggunakan setelan baju putih yang mungkin biasa digunakan petualang wanita lainnya, memakai sepatu sihir dan membawa dua jenis senjata berupa tongkat sihir pendek sekitar 30 cm dan 2 buah belati yang kelihatannya sangat tajam namun kelihatannya jarang digunakan.


Setelah mereka semua berkumpul mereka bersiap menuju guild, jarak dari pusat kota ke guild sendiri tidak terlalu jauh. Setelah berjalan sebentar akhirnya mereka sampai.


Dari luar, bangunan guild memang lebih terlihat menonjol dari pada bangunan lainnya, masih banyak orang berlalu-lalang keluar masuk guild dan mengambil misi untuk pekerjaan mereka.


Setelah mereka masuk ke dalam semua tatapan mata tertuju ke arah mereka lalu berbalik dan bersikap tidak peduli. Hal ini sudah biasa terjadi, apalagi terhadap orang yang baru pertama kali masuk guild ini.


Meski begitu mereka tak terlihat seperti pemula yang baru mulai karena mereka sudah memiliki senjata dan peralatan yang cukup mumpuni.


Di aula guild sendiri tampak banyak meja dan kursi kayu yang disusun melingkar seperti di restoran, dengan sebuah bar yang menyediakan minuman dan makanan untuk para petualang, dan tentu saja papan permintaan yang membentang lebar di dinding guild, dengan banyak tumpukan kertas yang menempel di atasnya menunggu untuk diambil. Juga beberapa petugas guild yang bekerja pada bagian nya masing-masing.


Kebanyakan petugas guild yang bekerja di sini perempuan, ada juga laki-laki tapi tampaknya cuma sedikit, palingan cuma kepala guild dan yang bekerja di gudang atau bagian penukaran.


Mereka bertiga menuju resepsionis dan disambut oleh seorang petugas guild berkacamata yang cukup cantik.


"Selamat pagi ada yang bisa kami bantu ?"


"Ano… kami ingin mendaftar di guild ini." Jawab Eliana


Petugas sedikit terkejut karena mengira mereka merupakan petualang dari kota lain.


"Baiklah, silahkan tunggu sebentar."


Sambil merujuk mereka untuk duduk menunggu di kursi.


Tak berapa lama kemudian seorang petugas guild datang menghampiri mereka, menyerahkan beberapa lembar kertas dan alat tulis untuk mereka isi. Kertas itu adalah form pendaftaran juga dokumen mengenai syarat dan ketentuan guild serta bermacam penjelasan lainnya.


Mereka semuanya mengisi kertas itu baik berupa identitas dasar, spesialisasi keahlian, skill kemampuan yang dimiliki namun tetap diperbolehkan untuk merahasiakan beberapa, tak lupa juga nama party untuk diusulkan.


Setelah mereka memikirkan lebih lanjut mereka mengusulkan nama party. Sekarang nama Party mereka adalah Bintang Kelabu. Lalu mereka membaca dokumen-dokumen tersebut dengan seksama.


Beberapa point penting nya diantara lain :


- Semua resiko bekerja sebagai petualang akan ditanggung diri sendiri.


- Setiap party minimal beranggotakan 3 orang, mengingat bahayanya bekerja sebagai petualang.


- Dilarang keras untuk memecah anggota party untuk melakukan misi berbeda seorang diri, jika terbukti melanggar akan mendapat penalti dari guild.


- Setiap misi yang berhasil diselesaikan wajib dilaporkan ke guild untuk menerima pembayaran dan juga poin promosi untuk menaikkan peringkat


- untuk naik peringkat tidak hanya didasarkan pada poin promosi saja, namun ada juga umur minimum yang diberlakukan, hal ini bertujuan agar petualang mendapatkan pengalaman yang sebenarnya dan benar-benar siap untuk naik peringkat lebih tinggi.


- 10 % penghasilan yang mereka dapatkan melalui misi atau permintaan akan menjadi milik guild sebagai biaya operasional.


- Akan ada biaya untuk kegagalan misi atau pun pembatalan misi, hal ini bertujuan agar sekelompok party tidak sembarangan mengambil misi yang tidak mungkin mereka selesaikan dan berpotensi membahayakan mereka sendiri dan anggota partynya.


- dan lain-lain.


Setelah mereka mengisi form pendaftaran dan membaca dokumen tersebut mereka bersiap untuk ke tahap berikutnya. Mereka diajak masuk ke sebuah ruangan tertutup bersama petugas guild, disana terdapat sebuah bola kristal yang mampu mengukur statistik kemampuan atau sihir seseorang, meskipun tidak dapat memberikan keterangan lengkap skill apa saja yang dimiliki.


Setelah itu petugas guild mempersilahkan mereka maju satu persatu.


"Jadi siapa duluan yang mau mulai ?" Audrey bertanya.


Eliana menjawab lalu meletakkan tangannya di atas bola tersebut. Bola kristal itu bercahaya dan Energi sihirnya sedikit tersedot lalu muncul angka-angka.


"C55% ?...."


"Wah cukup tinggi juga rupanya, biasanya petualang yang baru mulai sepertimu rata rata hanya mencapai D25%-C40%. " Kata petugas guild dengan cukup tersenyum.


Alat tersebut mampu mengukur statistik kemampuan seseorang biasanya mulai dari E, D, C, B, A, hingga S tergantung dari bakat seseorang atau seberapa sering ia berlatih.


"Kau mau duluan Hendry ?" Tanya Audrey.


"Tidak, yang terhebat selalu yang terakhir kali wkwkwkwkwk…" Hendry tertawa dengan PD nya.


"Yaudah kalau gitu aku duluan."


Audrey menekan semua kekuatannya lalu meletakkan tangannya di bola tersebut dan berharap berharap hasilnya tidak berlebihan.


Dan hasilnya…


C80%


ah... syukurlah aku berhasil, masih berada di C


Pikir Audrey, meski begitu petugas guild itu masih saja terkejut dan langsung ngegas.


"APA APAAN INI !!??… Aku belum pernah melihat yang setinggi ini pada pemula sepertimu !!!"


"Jangan kamu jenius, tidak…"


"Jangan-jangan kamu bukan manusia !!!" Tatapan petugas guild itu mulai curiga dan sedikit masokis terhadap Audrey.


"Ti tidak, aku cuma suka berlatih..." Jawab Audrey berusaha meredam kecurigaan petugas itu.


"Ah.. sudahlah."


"Berikutnya…."


"Hehehehe... kini saatnya penutup yang terhebat…." Jawab Hendry dengan penuh percaya diri.


Damn…




D70%


Kepercayaan dirinya hilang seketika, bertukar dengan rasa kecewa yang mendalam serta air mata yang ingin mengalir.


Sementara itu Audrey masih terus menahan tawa di belakang, Eliana berusaha menghibur adiknya walau terkadang kepalanya masih berbalik kebelakang lalu tertawa terbahak-bahak.


Setelah semua tahap selesai berikutnya mereka tinggal menunggu kartu guild mereka jadi.


Dalam guild sendiri terdiri dari 6 sistem peringkat untuk membedakan kemampuan sebagai syarat minimum untuk mengambil misi, yaitu E, D, C, B, A, dan S


Setelah beberapa saat kartu guild mereka jadi dan mereka semua memulainya dari peringkat C berdasarkan akumulasi dari statistik mereka. Itu cukup bagus untuk pemula yang baru saja bergabung secara resmi ke guild, kebanyakan para pemula biasanya memulai dari tingkat D.


Peringkat E sendiri belum diperbolehkan untuk mengambil hampir sebagian besar misi yang ada, dan hanya diperbolehkan mengambil misi sederhana seperti mengumpulkan tanaman obat. Meski begitu mereka sudah terdaftar secara resmi di guild dan memiliki kewajiban untuk terus berlatih dibawah pengawasan guild.


Peringkat D dan C masih tergolong pemula.


Peringkat B dan A sendiri sudah tergolong tingkat menengah dan tinggi, mereka biasanya akan mengambil misi-misi yang lebih sulit dibanding peringkat C dan D.


Sementara peringkat S bisa saja disebut sebagai legenda, mereka mampu mengambil misi-misi yang sangat sulit dan mereka biasa disebut pahlawan. Bahkan di kekaisaran ini sendiri jumlahnya tak lebih dari 5 party. Meski begitu biasanya di setiap kertas permintaan biasanya ada keterangan peringkat minimum untuk mengambil misi tersebut.


Setelah semua selesai ketiganya pulang lalu memulai misi pertama mereka besok, karena hari ini sebagian besar kertas permintaan yang ada sudah terambil.