The Story Of Jammetaria

The Story Of Jammetaria
BAB 17 - Penjahat Kelas Teri 4



Mereka semua sudah keluar dari gang-gang sempit diantara banguan, sekarang suasananya benar-benar berubah. Cahaya matahari mulai terlihat dan bau busuk sampah tak tercium lagi. Mereka semua terus berjalan menggiring kelima penjahat yang terikat tersebut. Hendry dan Audrey mengancam mereka dengan Pedang dan tongkat sihir tepat ke leher mereka, sembari memegang seutas tali untuk menggiring mereka.


Sudah tak ada harapan lagi untuk bisa kabur. Mereka berlima sudah pasrah sepenuhnya dan hanya bisa menanti hukuman yang akan menimpa mereka, entah itu kerja paksa sementara, kerja paksa seumur hidup ataupun eksekusi mati.


Karena pos Prajurit Penjaga ada di dekat gerbang utama masuk kota, mereka harus mengiring para penjahat ini melalui jalanan utama kota. Awalnya biasa saja, namun lambat laun semakin banyak orang yang berkumpul, mereka penasaran dengan sekelompok orang yang diikat dan digiring tersebut. Sesaat setelah menyadari siapa yang diikat dan digiring tersebut, desas-desus menyebar dengan cepat.


Dalam sekejap warga di kota ini berkumpul di pinggir jalan yang mengarah ke pos Prajurit Penjaga. Entah itu anak kecil, petualang, orang miskin, pedagang, dan bahkan orang kaya atau bangsawan sekalipun. Mereka bergegas turun ke jalan untuk menyaksikan sekelompok party petualang yang berhasil menyelesaikan masalah yang ada di kota ini selama bertahun-tahun.


Hendry, Audrey, Eliana, Rio, dan Anna Terus berjalan di tengah kerumunan itu, sambil menggiring kelima penjahat. Audrey dan Hendry menggiring penjahat di depan semtara Eliana menuntun Rio dan Anna di belakang.


Suasana semakin meriah, warga yang melihat semakin gembira. Kebanyakan dari mereka memberikan cemoohan kepada kelima penjahat itu, banyak dari mereka yang berteriak “Para Tikus sudah tertangkapp!!!” , juga tak sedikit dari mereka yang memberikan pujian terhadap ketiga petualang yang berhasil menangkap penjahat ini, bahkan tanpa luka serius sedikitpun.


Hendry semakin bangga, Audrey sedikit tidak nyaman, sementara Eliana merasa canggung karena memakai pakaian yang tak biasa digunakannya. Hendry semakin senang dan tak bisa menahan senyum karena langkahnya untuk menjadi Kesatria Kerajaan semakin dekat, walau sebenarnya cuma 1 langkah.


Tak lama kemudian mereka sampai di pos Prajurit Penjaga. Kedua orang penjaga berbaju zirah besi mendekati dan menggantikan mereka mengurus para penjahat yang berhasil ditangkap. Kelima penjahat itu dibawa pergi dan mungkin akan segera diadili. Sekarang tugas mereka sudah selesai, hanya tinggal menerima hadiah dari apa yang telah mereka lakukan.


Mereka semua dipersilahkan masuk, dan diminta menjelaskan detailnya sembari menunggu hadiah yang sedang dipersiapkan. Penjelasan itu mencakup panjang lebar juga tinggi, mulai dari rencana awal hingga bagaimana caranya kelima penjahat itu bisa tertangkap. Karena penjelasan yang memusingkan itu Anna mulai mengantuk dan tertidur di pangkuan kakaknya.


Beberapa saat setelah penjelasan selesai dan dirasa cukup, hadiah tersebut sudah selesai dipersiapkan. Salah seorang Prajurit Penjaga memberikannya kepada mereka. Hadiah berupa Sebuah gulungan kertas, sepucuk surat, dan juga sekantong uang yang tidak diketahui nominalnya. Setelah semua dirasa beres mereka semua meninggalkan pos Prajurit Penjaga itu, dan salah seorang disana sekali lagi mengucapkan Terima kasih terhadap mereka bertiga.


Tiba saatnya Hendry, Audrey, dan Eliana berpisah dengan Rio dan Anna. Sebelum berpisah Eliana memberikan sekantong uang itu kepada Rio dan Anna, yang tampaknya juga sedikit ditambah uang pribadi mereka masing-masing.


“Maaf tapi aku tidak bisa menerimanya…”


“Kenapa ??” Tanya ketiganya.


“Kami sudah sangat berterima kasih terhadap apa yang kalian lakukan seharian ini, tapi maaf kami tidak dapat menerimanya…”


“Itu merupakan hasil kerja keras kalian, aku sudah sangat bersyukur bisa bertemu adikku kembali. Aku tidak ingin merepotkan kalian lebih dari ini…”


“Tak apa… anggap saja ini permintaan dari kami, gunakan uang ini untuk terus melindungi adikmu…”


“Ta… tapi…” Rio mencoba mengelak.


“Sudahlah terima saja, lagipula kami sudah mendapatkan 2 hadiah lain dan juga… tujuan utama kami sebenarnya bukan uang, melainkan apa yang ada dalam surat ini.”


Rio menerima sekantong uang itu dari tangan Eliana, air matanya tak bisa berhenti mengalir karena baru kali ini dia memegang uang sebanyak ini.


“Terima kasih, terima kasih, terima kasih banyak kak,... Aku akan menerimanya. Aku berjanji akan menggunakan uang ini sebaik-baiknya.” Air matanya terus mengalir, namun wajahnya tersenyum bahagia, ia berusaha mengusap air mata dengan tangannya.


“Suatu saat… aku ingin menjadi petualang hebat seperti kalian bertiga, dan aku… akan melindungi adikku apapun yang terjadi…”


Eliana mengangguk dan tersenyum, tak lama kemudian mereka bertiga pergi, meninggalkan Rio bersama adiknya, tampak punggung ketiga orang itu bergerak menjauh. Rio masih sedikit menangis, namun kini adiknya kembali ceria, tidak seperti tadi yang cenderung diam. Adiknya sekali lagi mengucapkan terima kasih juga selamat tinggal kepada mereka sebelum benar-benar jauh.


“Terima kasih kakak-kakak, 2 kakak cantik, 1 kakak ganteng… semoga nanti bisa ketemu lagi…”


Sekali lagi Audrey berusaha membuka mulutnya namun seperti biasa ditahan oleh tangan Hendry, sementara Eliana mengelus punggungnya. Mereka bertiga melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan dan perlahan semakin menghilang dari kejauhan.


*****


Setelah semua ini selesai, Rio dan Anna segera kembali ke rumah kecilnya, namun sebelum itu mereka berdua mampir ke toko terdekat dan membeli banyak sekali roti murah dengan sebagian uang yang diberikan tadi.


Ia melanjutkan perjalanan berdua hingga sampai ke sudut terpencil kota, dimana tidak banyak wisatawan yang tau tempat ini. Di area ini, banyak rumah kayu reot, kondisinya sangat memprihatinkan, banyak sampah berserakan juga bau busuk yang masih ada di sekitar sini. Kawasan ini biasa disebut dengan “Pemukiman Kumuh”, Walau demikian mereka sudah tinggal disini sedari kecil, jadi sudah terbiasa dengan suasana seperti ini.


Rio dan Anna terus berjalan hingga ke rumahnya, tapi sekarang kondisinya sedikit berbeda, warga yang biasanya jarang keluar rumah kini keluar dengan santainya, bahkan beberapa dari mereka asyik mengobrol dan ada juga yang menyapu halaman. Walau semua yang tinggal di kawasan ini mengalami kemiskinan namun sekarang mereka merasa sedikit lebih lega.


Tak lama kemudian Rio dan Anna sampai kerumah mereka namun hal yang mengejutkan terjadi. Beberapa orang warga berada di rumah mereka, Rio yang bingung langsung menanyakan alasan mereka dan ternyata desas-desus tadi sudah sampai sini lebih cepat dari yang mereka kira.


Para warga tersebut menanyakannya langsung kepada Rio tenang kebenaran desas-desus itu, desas-desus tentang tertangkap nya kelima penjahat yang dijuluki “Tikus Got”. Rio segera mengkonfirmasi kebenarannya, dan akhirnya mereka semua bergembira dan bersukacita.


Seperti yang dijelaskan sebelumnya memang ada banyak penjahat lain yang lebih kuat di kota ini, namun biasanya mereka akan tertangkap dalam 2-3 hari, sehingga warga kota tidak terlalu khawatir. Berbeda dengan “Tikus Got”, mereka berlima sudah sering berbuat onar di kawasan ini sejak beberapa tahun yang lalu tanpa pernah tertangkap sekalipun, sehingga kebanyakan warga di sini was-was untuk keluar.


Setelah Rio memberikan sedikit penjelasan tentang kebenaran desas-desus itu, dia membagi bagi roti yang tadi dibelinya ke semua warga di sini. Bahkan jika warga tidak berkumpul pun dia masih berencana membagi-bagikannya dari rumah ke rumah.


Tidak seperti beberapa oknum bangsawan yang kikir dan korup, bahkan seorang anak kecil miskin dan sebatang kara yang tinggal di negeri ini pun sadar, bahwa sebagian kecil dari harta yang mereka miliki masih menyimpan hak orang lain didalamnya.


Semua warga yang ada disini berterima kasih dan lega mendengar kabar tersebut, mereka semua sudah bisa keluar dari rumah tanpa rasa takut lalu bergotong-royong membersihkan kawasan ini, setidaknya sampai tidak ada sampah yang berserakan di jalanan. Sehingga nanti malam mereka semua bisa makan dan berkumpul sambil mendengarkan cerita dari Rio tentang tertangkapnya kelima penjahat tersebut.