
happy reading allš„°
Kenyamanan itu segalanya. Orang yang bisa membuat nyaman akan bisa memberikan kebahagiaan walau dengan cara yang sederhana. Arthur merasa syok juga bahagia secara bersamaan, bagaimana tidak saat ia membuka mata pemandangan pertama yang ia lihat adalah sesosok wanita cantik sedang menatapnya juga ada sebuah handuk kecil menempel di dahinya. Arthur bisa menangkap kalau Valencia sedang merawat nya.
Arthur berusaha duduk di pinggiran dashboard dan melepas handuk kecil yang ada di dahinya.
"sweety. pulanglah aku bisa melakukannya sendiri."ujar Arthur tersenyum tulus. Arthur memang senang diperhatikan oleh Valencia namun dia tidak ingin wanita kesayangan nya Sampai kelelahan.
Valencia yang mendengar itu pun hanya mendengus kesal. sudah tadi ditinggalkan begitu saja sekarang malah disuruh pulang seenak jidatnya saja.
tadinya Valencia berencana shopping, namun saat ia sudah bersiap untuk pergi, Dave meneleponnya dan meminta pertolongannya menjaga Arthur. Dave beralasan hanya dirinya yang dia percaya menjaga tuannya.
"apa kau tidak takut tuan mu aku bunuh?" tanya Valencia saat Dave meneleponnya. dan Dave hanya menjawab.
"setidaknya tuanku mati di tangan orang yang tepat. karena tuan sudah menetapkan nona menjadi sebagian dari hidupnya." ujar Arthur berusaha santai.
sampailah Valencia sekarang di vila Arthur. ia mengecek kondisi Arthur yang suhu tubuhnya lumayan panas. lalu memberikan pertolongan seperti yang pernah ia lihat dari video tutorial di ponselnya.
Valencia tak menggubris perkataan Arthur mengambil handuk yang dilepas Arthur lalu berjalan keluar kamar.
Arthur juga ikut menyusul Valencia keluar. ia merasa badannya sudah sedikit baikan. hanya seekor lebah madu yang menggigitnya tapi asistennya memperlakukannya seperti bayi besar.arthur hanya mengalami reaksi ringan. Reaksi ringan ditandai dengan nyeri serta rasa panas, bentol, dan bengkak di area sengatan. Gejala ini akan hilang dengan sendirinya dalam hitungan jam. namun tadi ketika di depan parkiran Arthur melebih-lebihkan rasa sakitnya ingin mengetahui reaksi Valencia saja.
"apa disini tidak ada pelayan?" tanya Valencia memerhatikan sekelilingnya sejak pertama kali masuk ke vila ini ia merasa aneh tidak mendapati seorang pelayan di dalam vila itu. padahal vila milik Arthur ini cukup luas sangat tidak mungkin jika tidak ada pelayan.
"ada. mungkin Dave ada menyuruh mereka melakukan pekerjaan di luar rumah."
"ishhh. keamanan disini sangat minim. bagaimana mungkin rumah seorang Arthur Bernando pemilik perusahaan besar didunia. bagaimana jika ada orang yang berniat membunuh mu?"Arthur hanya mengedikkan bahunya acuh malas menanggapi kecerewetan Valencia.
Valencia tidak tahu saja bahwa vila nya ini dilengkapi dengan sensor pengenal yang canggih. dia tidak membutuhkan pengawal karena pengawal hanya mengontrol di ruang kontrol. petugas kebersihan hanya datang saat Arthur di luar rumah.
sedangkan disisi lain Ryan sedang merencanakan sesuatu bagaimana cara agar ia bisa menghancurkan pabrik senjata milik tuan Smith. ia mulai mengumpulkan seluruh ketua pimpinan dari masing masing Pasukannya di seluruh dunia.
berita tentang banyaknya pemimpin dunia yang ingin menghancurkan klan mereka yang sudah lama didirikan oleh para tetua mereka. mana bisa Ryan diam saja.
perkumpulan mereka diadakan disebuah pulau pribadi milik ryan. sekilas jika dilihat dari udara pulau ini hanya di isi pepohonan yang tinggi dan lebat tapi siapa sangka disinilah letak markas klan Odessa yang sesungguhnya. mereka menyamarkan pulau ini dari peta dunia. sehingga sulit untuk menghancurkan klan mereka.
"tanpa ku beritahu kalian pasti sudah tahu masalah besar yang nantinya akan kita hadapi." ucap Ryan membuka suara.
para anggotanya hanya menganggukkan kepalanya.
"aku mendengar laporan dari bawahan ku bahwa pabrik senjata ada di gunung cheyene. mereka membangun sebuah terowongan rahasia di bawah kaki gunung cheyene" ujar salah satu bawahannya.
"tapi keamanan disitu sangat ketat. dikabarkan di sekitar lokasi telah dipasangi alat-alat peledak." salah satu bawahannya ikut menimpali.
"berikan aku pendapat kalian, jika informasi sampah itu aku sudah tau, aku tidak membutuhkan nya itu bukan Masalah besar. kita tinggalkan ledakkan saja" ujar Ryan menatap bawahannya dengan tajam.
"aku dengar anak-anak mereka memiliki wajah yang rupawan juga para isteri mereka kita bisa mulai dari situ."
Arthur pun mengangguk setuju. mungkin ia akan sedikit mengecoh lawan dengan orang-orang yang mereka sayangi. lama berpikir Arthur beranjak dari duduknya
"petrick. segera kau atur tugas untuk mereka." perintah
Ryan berlalu pergi.
----------------
pagi yang cerah, secerah senyuman Arthur yang dari tadi tidak pernah berhenti seakan mengawali seluruh isi hatinya. Jack yang melihat tuannya hanya bergidik ngeri mengira tuannya sedang sakit jiwa.
bagaiman tidak bahagia semalam ada wanita cantik merawatnya sampai Jack selesai dengan urusannya dan kembali ke vila nya.
"Jack. jadwalku hari ini!" perintah Arthur. membacakan kegiatan tuannya pada hari ini.
"Jack jadwal makan siang dengan pemimpin perusahan x kau batalkan saja, katakan aku sibuk tidak ada waktu." perintah Arthur seenaknya.
" tapi tuan tidak ada salahnya kita menerima undangan mereka ini sudah yang ke 10 kali tuan menolak ajakan mereka. bukankah kita harus profesional tuan. lagian siang ini tuan tidak ada jadwal." Jack mencoba memberi arahan pada arthur, soalnya ia tidak enak hati dengan kolega mereka ini yang sudah berkali-kali ditolak tuannya.
mendengar penjelasan Jack Arthur hanya menghela nafasnya kasar. hancur sudah rencana nya yang sudah ia atur siang ini untuk makan siang bersama Valencia. karena tidak enak hati ia pun mengiyakan perkataan Jack.
mereka berangkat bersama ke salah satu perusahaan cabangnya yang ada di negara x. siang harinya sesuai dengan jadwalnya Jack membawa tuannya menuju restoran yang telah di reservasi oleh kolega mereka.
sampai di lokasi Arthur berjabat tangan dan mulai berbincang bincang dengan koleganya itu.
"maaf, tuan saya pergi dulu ke toilet sebentar." ucap Arthur sambil berlalu meninggalkan meja makan.arthur berjalan sembari memegangi ponselnya
brukhhhhh.
tubuh Arthur bertubrukan dengan seorang pria. Arthur menatapnya dengan tajam. sedangkan pria yang ditatap Arthur hanya memandang nya dengan tatapan mengejek.
"sepertinya tuan Bernando ini sudah buta ya."ejek Ryan. ya, pria yang ditabrak Arthur adalah Ryan Yamamoto. Suatu kebetulan sekali ia bertemu dengan CEO Yamamoto corps.
Arthur hanya meliriknya sinis dan dengan angkuhnya berlalu pergi meninggalkan Ryan
"cihhhh.sombong sekali bajingan ini."batin Ryan dalam hati mengeram kesal.
#***like
#komen
#vote***