
"Mom... Aku pulang, aku mendapatkan nilai sempurna," teriak seorang gadis cantik yang berlari menaiki tangga rumahnya.
"Mom.. Where are you?" teriaknya lagi saat tidak ada sahutan dari dalam rumah.
Sarah membuka pintu kamar ibu nya yang sangat gelap, ini sudah siang tapi karena semua cendela tidak di buka jadi terlihat gelap.
Sarah terus masuk dan mencium aroma aneh yang belum pernah dia cium, bercampur dengan asap rokok yang menyesakkan.
"Ah anak gadis ku yang cantik sudah pulang." Tiba tiba terdengar suara dari sudut kamar yang membuat Sarah berjingkat kaget.
"Astaga ... Ayah membuatku kaget," pekik Sarah sambil memegangi dadanya.
Bill, yang tak lain adalah ayah tiri Sarah terlihat bangkit dari sofa, mematikan rokoknya dan meminum vodka dari gelasnya.
Bill berjalan mendekati Sarah yang berdiri di tengah ruangan, mata Bill berkilat saat melihat betapa cantik putri tirinya ini dengan lekuk tubuh seorang gadis yang mulai tumbuh.
Sarah melihat seringai ayahnya dengan tatapan yang tidak biasanya. Walaupun Bill adalah ayah tirinya tapi Bill selalu menyayanginya dan memperlakukannya dengan baik tapi sekarang Bill tampak sangat berbeda.
Tiba tiba Bill memeluk sarah dan membuat sarah sedikit terhuyung ke belakang karena menahan tubuh Bill.
"Kau sudah besar sayang, dan kau terlihat lebih seksi daripada teman seumuranmu," racau Bill sambil menggerayangi tubuh Sarah yang masih terbungkus baju seragam sekolah tingkat pertama.
"Ayah kenapa?" tanya Sarah sambil mencoba melepaskan pelukan ayanya yang sekarang mulai mengendusi lehernya.
"Aw," pekik sarah saat tangan Bill *** pantatnya dari balik rok yang dikenakan.
"Lepaskan ayah ... Ayah mabuk!" teriak sarah yang mulai memberontak, dia mulai merasa hal yang buruk akan terjadi.
Sarah semakin takut, dengan sekuat tenaga dia mendorong Bill sampai pelukannya terlepas.
Sarah berlari menuju pintu kamar saat tiba tiba rambutnya ditarik sangat keras sampai tubuhnya terjungkal kebelakang.
Secepat kilat Bill **** tubuh Sarah. Bill berusaha mencium bibir sarah sambil terus berusaha melepaskan celananya sendiri.
Sarah menangis, menjerit dengan tubuh bergetar saat dengan brutal ayah tirinya merobek celana dalamnya.
Sarah sangat ketakutan, dia berharap ada keajaiban yang mampu menolongnya atau mungkin lebih baik dewa kematian yang menjemputnya.
Bill mendorong miliknya dengan kasar ke lubang kecil milik sarah. Sarah menjerit merasakan kesakitan yang luar biasa, kesakitan jiwa dan raganya. Sarah merasa tubuhnya terkoyak saat milik Bill terus menerobos masuk kedalam miliknya tanpa ampun.
Darah segar mengalir dari milik Sarah membuat dirinya kelak tidak akan bisa menjadi wanita seutuhnya.
Dan sekarang dia benar benar berharap dewa kematianlah yang datang menjemputnya.
#To be continue...
Ta.. Da.. Akhirnya cerita baru sudah di publish..
Sebenarnya cerita ini sangat ringan dan tidak terlalu rumit, semoga tidak bosan ya...
Please Vote, Coment