The Secret

The Secret
Bab 3



Sarah berjalan bersama gadis berkaca mata yang tadi di kelasnya untuk menuju tempat parkir mobil. Gadis itu bernama Paula Parker, dia adalah satu-satunya manusia yang menjadi sahabatnya di sini. Bukan berarti tidak ada yang mau berteman dengan Sarah, bahkan terlalu banyak tapi semuanya pasti punya maksut terselubung, entah itu ingin ikut populer atau ingin menggaet para laki-laki di kampus dan banyak lagi alasan lainnya, hanya Paula lah yang tulus berteman dengannya.


"Kenapa kau tidak memberitahuku kalau kelasnya Mrs. Grey maju tiga puluh menit?" tanya Sarah dengan ekspresi marah.


"Buang saja ponsel sialanmu itu kalau tidak kau gunakan, entah sudah berapa banyak pesan yang kukirim dan berapa puluh kali aku mencoba menelponmu," jawab Paula jengkel.


"Really baby? Ah aku memang sangat sibuk kemarin dan semalam ada orang gila yang menggangguku," jawabnya sambil melihat ponsel, dan benar saja ada 35 pesan masuk dan dua puluh panggilan tak terjawab.


Saat sarah sedang asik dengan ponselnya tiba-tiba kakinya tersandung sesuatu dan dia jatuh tersungkur hampir mencium sebuah sepatu didepannya. Sontak terdengar bunyi terkesiap dari orang-orang yang berada di sana.


"Aku sudah memaafkanmu bitch, dan kau tidak perlu mencium kakiku seperti itu," sindir Emily yang diikuti tawa dari semua mahasiswa disekitarnya.


Ternyata yang menyandung kaki Sarah adalah Cathy salah satu badutnya Emily.


Sarah mendongakkan wajah menatap Emily dengan tatapan membunuh tapi gadis berbibir tipis itu hanya tersenyum mengejek.


Rasanya Sarah benar-benar ingin langsung menerjang gadis culas itu tapi di sudut matanya dia melihat Michael menggelengkan ke arahnya. Tiba-tiba otak cantiknya mempunyai ide yang bisa membuat Emily mati tanpa harus membunuhnya.


Dia berjalan dengan seksinya ke arah Michael yang berdiri tidak jauh dari Emily. Setelah sampai di depan pemuda itu, dia memasang wajah memohon dan menggerakkan bibirnya membentuk kalimat 'kiss me'.


Michael tahu dirinya hanya dijadikan ajang balas dendam gadis itu, tapi dia tidak peduli seolah dia sudah gila karna membayangkan bibir seksi itu berada di antara bibirnya.


Tanpa harus diminta dua kali Michael langsung menarik tengkuk Sarah dan melumat habis bibir gadis itu. Dia semakin menarik pinggang sarah untuk lebih menempel padanya dan refleks gadis itu mengalungkan tangan ke lehernya.


Untuk yang kedua kalinya semua yang ada disana terkesiap melihat pemandangan tersebut, tak sedikit yang mengabadikannya dengan ponsel mereka.


Sarah tersenyum di sela-sela ciumannya saat mendengar umpatan dari Emily dan hentakan kaki dari gadis itu yang meninggalkan mereka. Dia segera mendorong dada Michael saat merasa Emily sudah menjauh. Tentu saja sekarang wajahnya telah memerah karena malu, dan dapat dilihat senyum miring dari pemuda yang baru saja diciumnya.


"Wild child," bisik Michael tepat di depan bibirnya dan berlalu meninggalkannya begitu saja.


Semua orang telah membubarkan diri, tapi Sarah masih berdiri mematung di tempat sampai sebuah tepukan keras mengenai pundaknya.


"Aw," pekik Sarah sambil membelai pundaknya.


"Are u crazy bitch?" teriak Paula.


Sarah baru akan membuka mulutnya saat ponselnya berdering, tangannya langsung meraih benda pipih tersebut dan menjawab tanpa melihat si penelpon.


"Apa?" teriaknya dengan nada penuh amarah.


"Bad day girl?" tanya si penelpon yang tak lain adalah Mark managernya yang gemulai. "Jam satu kau ada pemotretan, kau tidak lupa kan?"


"Oh shit!" umpat Sarah sambil melihat jam tangannya dan langsung berlari meninggalkan Paula yang melongo ditempat.


"Jangan bilang kau lupa Sarah, kau hanya punya waktu tiga puluh menit untuk sampai di sini, if you late I'll kill you!" teriak Mark yang langsung menutup telponnya.


Sarah berkali-kali mengumpat saat melihat keempat ban mobilnya kempes. Tak perlu ditanyakan lagi siapa pelakunya. Dengan kesal dia menendang-nendang ban mobilnya sambil mengacak rambutnya, tapi di detik selanjutnya sebuah mobil sport putih berhenti di sampingnya.


"Butuh tumpangan Nona?" tanya Michael saat atap mobil itu terbuka.


Tanpa basa-basi Sarah langsung masuk ke mobil pemuda itu, persetan dengan semua gengsinya atau Mark akan benar benar membunuhnya.


"Aku hanya ada waktu tiga puluh menit, tolong antarkan aku ke NYC studio," pinta Sarah sambil memakai seat belt nya.


Tepat jam satu siang mereka tiba di depan studio. Sarah langsung berlari masuk tanpa memperdulikan Michael.


Gadis itu terengah-engah saat sampai di ruang pengambilan foto. Tampak Mark berbicara dengan beberapa kru yang mulai bersiap siap.


"Wow ... pangeran dari mana yang kau bawa kesini Baby," kata Mark sambil berjalan melewati Sarah.


Sarah tidak mengerti apa yang dimaksut oleh Mark sebelum dia berbalik dan menemukan Michael berdiri dengan segala pesonanya di sana.


Sarah menatap Michael tajam, dia sangat tidak ingin Michael melihat pekerjaannya, bukannya dia malu tapi dia tidak ingin pemuda itu menganggapnya hanya seorang jalang seperti pria-pria lainnya. Konyol memang tapi itulah yang dia rasakan.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Sarah dengan tatapan tidak suka.


"Menemanimu," jawab Michael acuh.


Sarah hanya memutar bola matanya. "Terimakasih Mr. Smith, Anda sudah mau mengantarkan saya ke sini jadi sekarang Anda bisa pulang," kata Sarah dengan nada sopan yang di buat buat.


Michael hanya terkekeh geli.


"Aku yang mengantarmu kesini maka aku juga yang akan mengantarmu pulang," kata Michael yang malah duduk di sofa yang disediakan di ruangan itu.


Sarah hanya bisa memanyunkan bibirnya dan menghentakkan kakinya menuju ruang make up.


Sekarang dirinya telah selesai dirias dan sedang mengenakan sebuah bikini two pieces yang sangat seksi. Pemotretan kali ini memang untuk iklan sebuah bikini dari brand ternama.


"Apa benar dia seorang Smith dari Inggris itu?" tanya Mark dengan mata berbinar. "Ah kau sangat beruntung dear, kau tidak perlu memamerkan tubuhmu lagi hanya untuk uang setelah kau menjadi nyonya Smith, dan kau bisa membeli semua koleksi Hermes bahkan membeli tokonya sekalipun," cerocos Mark.


"Hentikan omong kosongmu itu Mark, kita bukan sepasang kekasih!" bentak Sarah sambil berlalu menuju tempat pengambilan gambar.


Mark hanya memutar matanya sebal dengan sifat naif gadis itu.


Proses pengambilan gambar sudah dimulai, Sarah memperagakan pose-pose yang menantang dan sensual. Sebenarnya tanpa perlu banyak usaha, Sarah memang sudah terlihat seksi secara alami.


Sesekali dia melirik ke arah Michael dan laki-laki itu tak sekalipun mengalihkan pandangan darinya. Mungkin hanya perasaannya saja, tapi sekarang Sarah melihat wajah Michael sangat tegang dengan rahang yang mengeras, membuatnya salah tingkah dan harus melakukan tack ulang beberapa kali.


Sudah lebih dari satu jam dan akhirnya proses pengambilan gambar selesei. Photograper selalu puas dengan hasil yang Sarah berikan. Tubuhnya sudah sangat lelah, sekarang yang dia inginkan hanyalah tidur di kasurnya yang nyaman. Dan disinilah dia sekarang, duduk bersandar di jok mobil Michael.


Sarah berniat memejamkan mata saat tiba-tiba Michael berdehem pelan, mau tak mau membuatnya kembali terjaga.


"Apa kau menyukai pekerjaanmu ini?" tanya pemuda itu tanpa mengalihakn pandangannya dari jalan raya.


"Tentu saja, aku bisa mendapat banyak uang tanpa harus menjual tubuhku," jawab Sarah santai.


"Kau sama saja menjual tubuhmu," kata Michael sedikit meninggi dan menatap Sarah tajam.


"Aku hanya menjual gambar tubuhku, bukan menjual tubuhku," jawab Sarah sambil memejamkan mata.


Michael menatap gadis itu sejenak dengan sebelah alis terangkat. "Bukankah kau seorang Wilson?"


Sarah tersenyum kecut dengan masih memejamkan mata. "Mungkin kau tidak pernah membaca majalah bisnis atau kau tidak pernah melihat tv. Perusahaan ayahku telah bangkrut bertahun-tahun yang lalu."


Untuk beberapa saat suasana menjadi hening. Saat Michael menengok, ternyata gadis di sebelahnya telah tertidur. Sebelah tangannya terlalu gatal untuk tidak membelai pipi merona itu, mungkin kehidupan gadis itu sudah tak seperti yang diketahuinya dulu.


Michael menarik tangannya dari pipi Sarah dan mengambil ponselnya. Dia mencari kontak seseorang dan menghubunginya, hanya pada dering pertama telepon sudah tersambung.


"Hallo Will ... cari tahu semua informasi tentang keluarga Wilson dan beri tahu aku secepatnya," kata Michael yang langsung menutup teleponnya.


#To be continue.....