
maaf nona sebaiknya Anda tidak perlu datang" ucap Jack berusaha mencegah Li Wei agar tidak memasuki ruangan dimana Valencia dirawat.
"isssshhhh, kau ini tidak sopan pada nona mu sendiri" ucap Li Wei kesal. iya menginjak sepatu Jack dan berjalan begitu saja.
"dubrakk" suara dobrakan pintu yang keras mengalihkan perhatian arthur dan valencia.
"ya ampun, nona Li Wei ini tidak ada anggun-anggun nya sedikit pun" ucap Jack dalam hati. seraya mengelus dadanya. memutar bola matanya mencari sosok tuannya yang kini tengah memelototi nya.
Jack hanya menggeleng kan kepalanya dan merentangkan tangannya pasrah. bahwa ini semua di luar kendali nya.
"oh ya ampun. Valen apa kondisi mu baik-baik saja?" tanya Li Wei penuh kecemasan menelisik seluruh wajah Valencia.
lama ia memandang i mata Valencia ia mendapati penglihatan yang aneh.
"hei, apa kau baik-baik saja"tanya Valencia kebingungan melihat Li Wei yang membisu menatap nya begitu mendalam.
"awawwwwwwwwwchhhhhh"ringis Li Wei kesakitan saat mendapati sebuah tepukan keras di dahinya, siapa lagi pelaku ya jika bukan Li Wei.
"hehehe...,maaf aku hanya memastikan kesadaran mu saja" kekeh Valencia tersenyum geli melihat ekspresi bodoh dari teman nya itu.
"ahhhhh....itu," ucap Li Wei tergagap lalu menggeleng kan kepalanya, berharap apa yang baru saja ia lihat adalah halusinasi nya saja.
"mungkin ini karna drama yang aku tonton semalam" ucap Li Wei dalam hati meyakinkan dirinya.
"itu apa?" tanya Arthur mendesak.
"bukan sesuatu yang penting. valen kau beristirahat lah dengan baik. aku masih ada urusan aku pamit dulu" ucap Li Wei lalu pergi berlalu meninggalkan Valencia dan Arthur yang tengah menatapnya ke arahnya kebingungan.
setelah kepergian Li Wei Arthur dan Li Wei kembali terdiam.
"sebentar lagi psikiater akan datang kemari sweetie" ucap Arthur.
Arthur mengangguk mengerti dan menelepon Dave agar membatalkan janji dengan psikiater. "serahkan saja sesuai dengan tarif dia naikkan 2x lipat dari harga biasa" ucap Arthur langsung mematikan telepon secara sepihak.
Valencia yang mendengar itu hanya menggeleng kan kepalanya melihat tingkah Arthur yang satu ini terlalu menyombongkan kekayaannya walaupun ia tahu Arthur memanglah kaya.
"sebaiknya bantu aku bersiap-siap untuk pulang. aku dirawat di rumah saja." ucap Valencia.
Arthur mengangguk membantu Valencia mengurus segala keperluan Valencia dan mengantar nya pulang ke mansion tuan Smith.
sesampainya di kediaman Smith Arthur langsung menggendong Valencia ala bridal style menuju kamar Valencia yang ada di lantai paling atas, dengan menggunakan lift bukanlah hal yang Sulit bagi Arthur untuk menggendong Valencia. ditambah Valencia memiliki body goals dan bentuk tubuh yang diidam-idamkan para wanita.
----------------
sementara itu di lain sisi li Wei kembali bertemu dengan Ryan saat ia berjalan di taman kota.
"astaga Lian, bisa tidak kau itu tidak membuntuti ku lagi" ucap Li Wei menatap sinis kepada Arthur.
"ahhhhh, ini adalah tempat umum semua orang bebas disini." jawab Ryan sekenanya dan memberi senyum ejekan kepada li Wei.
Li Wei memutar bola matanya jengah dan duduk di kursi taman ia mengambil sebuah kertas dan pensil dan menggambar seorang pria dan wanita. dimana sang pria sedang tertawa sedangkan si wanita sedang menangis menatap pria tersebut.
"tunggu, ini seperti..." ucap Ryan menatap Li Wei keheranan
#like
#komen
# vote