The Secret

The Secret
Chap 28. cinta bertepuk sebelah tangan



cahaya rembulan malam ikut menjadi saksi bisu dimana ada seorang putri seorang bangsawan sedang meracik ramuan untuk diberikan nya kepada sang pangeran. dimana ia merasakan kelelahan yang amat sangat dalam mengejar cinta. pada masa itu telah terjadi sebuah konspirasi besar di dalam lingkungan istana. pemberontakan princess Lyodra terhadap keluarga kerajaan membuat Sang raja murka dan berencana untuk menikah kan princess Lyodra kepada seorang putra mahkota dari kerajaan sebelah.


"aku percaya dengan takdir yang digariskan Tuhan, tapi untuk kali ini aku berusaha menolak. sejak dahulu aku selalu mengalah, dan kali ini aku tidak bisa. jika aku tidak bisa bersama dengan belahan jiwaku maka jiwaku akan mati untuk selama-lamanya didalam tubuhku. dan ini adalah waktu yang tepat." ucap putri Lyodra dengan putus asa.


seorang pelayan datang membawa bowl dan menunduk hormat." salam tuan Putri pangeran Aaron mengundang anda untuk datang ke perjamuan malam ini" ucap pelayan tersebut.


princess Lyodra yang mendengar itu terdiam dan mengangguk kan kepalanya ia menyuruh pelayan tersebut membantu ia bersiap. setelah selesai princess Lyodra berjalan ke ruang makan istana. disitu sudah terhidang berbagai makanan khas kerajaan dan ia mendapati prince Aaron menatap nya dengan tatapan yang tidak biasa. merasa ada gelagat aneh ia tetap tenang dan segera duduk.


sekali tepukan tangan prince Aaron memerintahkan kepada seluruh pelayan untuk pergi meninggalkan mereka berdua.


"silahkan dinikmati" ucap prince Aaron tersenyum smirk.


princess Lyodra mengangguk dan menyantap hidangan yang tersaji. selang beberapa lama ia merasakan nyeri yang luar biasa di ulu hatinya sendok yang ia pegang pun terjatuh dari tangannya.


prince Aaron menepuk tangannya gembira "wahhhhhh...wahhhhhh, reaksi racun racikan mu itu cepat juga ya." ucap prince Aaron mencengkeram dagu prince Lyodra dan menghempaskan nya begitu saja.


"kau...." princess Lyodra tidak bisa berkata-kata ia segera berlari menuju kamar nya mengambil penawar racun miliknya. semua sudut di kamar nya ia periksa namun tidak ketemu.


"hei, apa kau mencari ini?" ucap prince Aaron tersenyum melihat penderitaan princess Lyodra.


princess Lyodra menangis terisak " aku mencintaimu, tapi inikah balasan dari rasa cinta ku?" tanya prince Lyodra dengan nafas memburu.


"hehh, sebelum mengatakan itu kau harus mengaca terlebih dahulu. saudara mu lebih baik dari pada dirimu. selamat tinggal penggemar ku yang tidak berguna." ucap prince Aaron dengan angkuhnya meninggalkan princess Lyodra yang meringis menahan sakit.


"jika aku mati, aku ingin di kehidupan ku selanjutnya aku dapat merasa kan dicintai oleh seorang pria yang tulus." ucap princess Lyodra sebelum menutup matanya untuk selamanya.


"ennnngggghh" gumam Valencia dalam tidurnya tanpa sadar Valencia menetes kan air matanya. Arthur yang melihat itu menjadi panik dan memanggil perawat lewat tombol nurse call yang ada di dekat ranjang pasien.


"bagaiman kondisinya?" tanya Arthur khawatir.


"kondisi nona muda sudah mulai membaik. mungkin nona muda mengalami mimpi buruk atau baik itu bisa kita tanyakan saat nona muda sudah sadar." jelas dokter tersebut.


Arthur hanya menganggukkan kepalanya dan menyuruh dokter beserta para perawat itu keluar dan kembali duduk di samping ranjang pasien ia menggenggam tangan Valencia erat.


merasa tangannya sedang digenggam Valencia merasa terusik dan membuka matanya perlahan, ia mendapati Arthur sedang menatapnya khawatir.


"bagian mana yang sakit sweetie?" tanya Arthur.


Valencia menggelengkan kepalanya dan berkata " bisakah kau kau panggil seorang psikiater ke sini." ucap Valencia.


"ehhhhh....itu...."


"dubrakk" suara dobrakan pintu yang keras mengalihkan perhatian Arthur dan Valencia.


#like


#komen


#vote