The Secret

The Secret
Bab 6



Setelah kejadian menyebalkan tadi di kampus, Sarah memutuskan untuk pergi ke pusat perawatan tubuh langganannya. Dia ingin menghilangkan segala kekesalannya dengan melakukan perawatan dari ujung rambut sampai ujung kaki.


Sarah memejamkan mata menikmati pijatan di punggungnya dengan wangi aromatherapy yang menenangkan pikirannya. Setidaknya dia harus tetap berpikir waras saat acara pesta nanti malam. Setelah hampir empat jam, akhirnya semua treatment telah selesai dilakukan. Sarah merasa tubuhnya lebih rileks dan pikirannya juga lebih fresh. Tapi sepertinya ketenangannya tidak berlangsung lama karna saat ini di depannya berdiri seorang gadis yang paling tidak ingin dilihat.


"Sepertinya aku harus menegur pemilik spa ini karena telah mengijinkan seorang jalang untuk melakukan perawatan di sini," kata Emily dengan tatapan jijik.


Sarah hanya memutar bola matanya dan terlihat tidak terpengaruh dengan hinaan gadis itu, karena sudah sangat terbiasa.


"Sepertinya kau terlihat lebih cantik dengan lingkar ungu dimatamu itu, Watson," jawab Sarah terkikik geli.


Emily mengepalkan tangan di sisi tubuhnya. "Kau akan mendapat balasan untuk semua ini bitch."


Sarah hanya tertawa keras sambil berlalu meninggalkan Emily yang tampak sangat marah. Berbeda dengannya yang terkesan cuek, Emily memang lebih mudah terpancing emosi  dan itu semakin membuat Sarah bersemangat untuk menggodanya.


Sarah memasuki mobilnya dan membuka ponselnya yang sedari tadi terus berbunyi. Ada beberapa panggilan masuk dari agency juga dari Michael, wait ... Michael? Sarah membulatkan matanya melihat sekitar sepuluh panggilan dari lelaki itu.


"Untuk apa si brengsek itu menelponku," gerutu Sarah.


Matanya masih terus melihat ponsel dan sekarang dia mulai membuka aplikasi pesan di sana. Selain pesan dari Mark yang bilang akan menjemputnya dua jam lagi, ternyata Michael juga mengirim pesan untuknya.


From : The Jerk (nama kontak Michael di ponsel Sarah)


Aku ingin bicara dengan mu malam ini. Jangan menghindari ku saat kita bertemu. See you


"Cckk apa dia sudah gila, siapa juga yang akan menemuinya nanti," gerutu Sarah sambil menyimpan ponsel dan mulai menyalakan mobilnya.


Tak lebih dari tiga puluh menit dia sampai di gedung apartemennya. Beberapa kali dia mengedarkan pandangan dengan waspada, berharap tidak akan bertemu Michael saat ini walaupun kemungkinan mereka bertemu sangat besar.


Sarah menghela nafas lega saat telah memasuki apartemennya, setidaknya dia tidak akan bertemu dengan Michael malam ini. Dia memutuskan untuk membuat makanan sebelum bersiap-siap, Tuhan memang begitu bermurah hati padanya karena telah memberikan bentuk tubuh yang tetap sempurna walaupun dia sangat rakus.


Dengan santai dia menyuapkan sesendok penuh mie instan kedalam mulutnya saat tiba tiba terdengar suara yang membuatnya tersedak.


"Demi Tuhan Sarah ... apa yang kau makan itu!" teriak Mark yang entah datang dari mana.


"Kau berniat membunuhku Mark!" teriak Sarah marah sambil memukul dadanya karena tersedak.


"Kau tahu berapa kalori yang kau makan saat ini dan apa kau berniat membuat perutmu buncit ... Astaga Sarah, pernahkah kau menuruti omongan ku...." cerocos Mark tanpa henti.


Sarah hanya menggelengkan kepalanya dan berlalu meninggalkan managernya yang terlihat kesal. Ia memasuki walk in closet nya sambil memilih-milih gaun rancangan Christinna yang akan dikenakan. Akhirnya pilihanya jatuh pada gaun merah maron tanpa lengan dengan motif rumit dan panjang sedikit berekor


Dia segera mengenakan gaun indah itu yang sangat pas mencetak lekuk tubuhnya dan mengekspos seluruh punggung mulusnya. Lalu dia duduk di meja rias saat Mark masuk dengan kotak makeup di tangan.


"Kau bilang akan datang dua jam lagi," kata Sarah yang menatap Mark sebal.


"Aku hanya takut kalau kau tertidur, mengingat hobimu yang pelupa," jawab Mark sambil mengeluarkan semua isi make up nya.


Sarah hanya memutar bola matanya terlalu malas berdebat dengan pria gemulai ini.


Mark tampak menarikan tangannya di wajah Sarah. Satu lagi keahlian lelaki itu, dia sangat pandai mengaplikasikan make up di wajah seseorang yang  sesuai dengan karakter orang tersebut.


Sarah tersenyum puas dengan hasil tangan Mark, dia tampak cantik dengan make up natural dan rambut yang dibiarkan tergerai indah.


"Lets go to the party girl."


\=\=*\=\=


Halaman mansion Christinna telah nampak ramai oleh mobil mobil mewah yang berjejer rapi. Pesta sendiri diadakan di halaman belakang mansion yang telah disulap sedemikian rupa sehingga nampak indah dan elegan sesuai dengan kepribadian sang empunya pesta.


Sarah telah sampai di halaman mansion dengan mengapit tangan Mark, mereka disambut oleh pelayan untuk mengisi buku tamu setelah itu digiring ke halaman belakang yang menjadi lokasi pesta. Ternyata sudah banyak tamu undangan yang hadir, kebanyakan dari mereka adalah orang orang kelas atas. Dan semua yang melekat pada tubuh mereka pasti rancangan dari desain ternama dunia.


Sebenarnya Sarah sangat malas menghadiri pesta seperti ini karena penuh dengan basa basi yang memuakkan. Dia sudah tampak sudah sangat bosan saat ini, ditambah dengan adanya Gilbert Schultzer, seorang CEO muda dari sebuah majalah fashion yang sepertinya mulai tertarik dengannya. Sebenarnya dia mulai risih dengan tatapan nafsu pria itu yang sesekali juga mencoba menyentuhnya, tapi lagi lagi demi profesionalisme pekerjaan, dia tetap bersikap sopan dengan sedikit senyum palsu saat berbicara. Dan Mark? Lelaki itu telah menghilang entah kemana.


"Ah sepertinya teman yang aku bicarakan ada disini," kata Gilbert


"Yang mana?" tanya Sarah yang memang tidak terlalu mendengarkan cerita Gilbert.


"Dia adalah Michael Smith, seorang pengusaha muda yang sangat sukses di bidang industri makanan kaleng berbahan seafood, itu dia ada disana," kata Gilbert menunjuk kearah Michael yang berdiri tak jauh dari mereka.


Tubuh Sarah seketika menegang saat mendengar nama Michael. Sesegera mungkin dia mengalihkan pandangannya mengikuti arah telunjuk Gilbert dan benar saja disana ada Michael yang tampak sangat tampan dengan setelan jas yang seakan dijahit khusus untuk tubuh atletisnya.


"Oh shit ... Aku harus segera pergi sebelum si bodoh ini memanggil Michael," batin Sarah geram.


"Sepertinya aku harus ke toilet sebentar, permisi," ucap Sarah dan langsung berlalu tanpa menghiraukan tatapan heran dari Gilbert.


Sarah berjalan cepat kearah pintu keluar sambil terus menatap kearah Michael, Sarah takut kalau laki-laki itu melihatnya. Bukan apa-apa, dia hanya merasa lemah dan tak bisa mengontrol diri saat berada di dekat pemuda itu.


Sarah benar-benar panik sampai tidak memperhatikan jalan di depannya dan benar saja, dia berakhir dengan menabrak seseorang..


"Aw...." pekik wanita itu.


"Oh maafkan saya, saya sedang terburu buru," kata Sarah sambil membungkukkan badannya berulang kali.


Sarah mendongakkan kepalanya saat merasakan cengkraman di lengannya.


"Ternyata kau ... gadis jalang yang tak tahu sopan santun!" teriak Emily marah.


Oh demi Tuhan, mimpi apa dia semalam sampai harus berulang kali bertemu dengan gadis penyihir seperti Emily. Dan lagi-lagi Sarah mengabaikan sikap bar-bar Emily, dia memilih menatap wanita yang tadi ditabraknya. Betapa terkejutnya dia saat melihat seorang wanita dari masa lalunya.


"Dokter Laura."


#To be continue....


**Maaf ya guys cerita ini dilanjut di aplikasi Novelme, kalau pemasaran dengan ceritanya silahkan kunjungi akun aku di Novelme : Difi_20 atau cari aja judul The Secret dengan cover yang sama.


Dijamin gak nyesel deh baca lanjutan cerita ini, akan banyak konflik yang semakin seru..


see you guys**....