
"kalian berjalan lah lebih dulu, aku ingin ke toilet dulu sebentar" ucap Li Wei dengan tergesa-gesa seperti menahan sesuatu.
"Jack, kau ikuti dia!" perintah Arthur
selesai buang air, tiba-tiba ada yang menarik tangan Li Wei dengan erat.
"bian!" ucap Li Wei dengan ekspresi terkejut.
"sssssttt" Ryan menutup mulut Li Wei dengan jari telunjuknya, lalu memasang kan sebuah gelang ke pergelangan tangan nya.
"sudah..kau bisa pergi, aku hanya ingin mengembalikan gelang yang dulu pernah kau berikan padaku" Ryan pergi berlalu meninggalkan Li Wei dengan segala kebingungan nya.
baru berjalan beberapa langkah Li Wei kembali menabrak orang. "nona baik-baik saja kan?" tanya Jack seraya membantu Li Wei berdiri.
Li Wei hanya menganggukkan kepalanya dengan cepat lalu berjalan begitu saja melewati Jack. "astaga, detak jantung ku tidak beraturan saat berdekatan Dengan nya." ucap Li Wei menggerutu dalam hati.
setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya Arthur dan para rombongan nya sampai ke negara A. tampak di bandara para pengawal mereka telah menanti mereka. melihat Valencia yang kelelahan Arthur tidak tega untuk membangun kan nya. Arthur berinisiatif menggendong Valencia dari dalam pesawat sampai ke dalam mobil.
"Jack, temani Valencia dengan selamat sampai mansion Smith. aku masih ada urusan sebentar." ucap Arthur seraya melempar kunci mobil pada Dave.
"lalu aku ikut siapa?" tanya Li Wei bingung.
"sebaiknya kau ikut ke mansion Smith saja, papamu ada disitu." ucap Arthur menunjuk ke arah mobil yang dipakai Valencia.
"astaga, kenapa harus dia lagi" sungut Li Wei dalam hati.
"tin...tin...tin..." Jack membunyikan klakson nya dengan kencang.
"heiiiii! aku ini tidak tuli yaa!" teriak Li Wei marah.
"kalau begitu silahkan masuk nona, masih banyak pekerjaan yang menanti saya." jawab Jack datar tanpa melihat lawan bicaranya.
"buuuukkkhhhhh" Li Wei menutup dengan keras hingga membangun Valencia yang tertidur pulas.
"kita ini sudah dimana" tanya Valencia memerhatikan sekeliling nya.
"didalam mobil dan akan menuju ke kediaman mu" jawab Li Wei dengan suara tertahan.
Valencia yang mendengar ada yang aneh dari intonasi suara d Li Wei. ia menatap ke arah Jack yang dijawab dengan kedikan bahu dari Jack.
"aku ingin mencincang daging manusia dan memakannya hidup-hidup" jawab Li Wei dengan suara lantang dan menggebu-gebu. namun bukannya Takut. justru Jack dan Valencia menertawai sikap Li Wei yang dalam pandangan mereka sangat lucu dan menggemaskan.
"sudah... sudah, Jack jalankan mobilnya."perintah Valencia dan kembali memejamkan matanya.
Jack pun kembali mengemudikan mobil. sedangkan di lain sisi Ryan sedang mendengar segala pembicaraan Li Wei di dalam mobilnya. "ciiiihhhh, pembicaraan basa-basi yang biasa" decih Ryan.
petrick menghela napasnya berat enggan menanggapi tuannya. "bagaimana dengan anggota kita yang berada di negara J?" tanya Ryan sambil memain-mainkan bolpoin yang ada di tangannya.
"2 hari terakhir dia tidak ada melapor ke markas tuan, namun salah satu tim dari kita akan terbang menyusul ke negara J" jawab petrick.
"hmmmmmmm.menyusul tidak usah, aku yakin pasti dia sudah ketahuan. datang ke negara J Sama saja menyerahkan diri ke kaisaran yang ada disitu" jawab Ryan. berjalan mengahadap pemandangan di new York di negara A. gemerlap lampu di negara A semakin membuat Ryan berambisi untuk mengendalikan seluruh Dunia baik didunia bawah maupun atas.
"tetap awasi pergerakan dari Li Wei ku" perintah Ryan dan kembali berjalan meninggalkan petrick.
"huuuftthhhh' petrick hanya bisa menghela napasnya pelan. mana berani ia melawan. melawan Sama dengan cari mati dan petrick masih sayang dengan nyawanya.
di sebuah rumah sakit ternama di negara A, seorang dokter terhebat di rumah sakit tersebut sedang memberikan konsultasi terhadap pasiennya, dimana pasiennya yang tak lain adalah Arthur.
"tuan, sepertinya dalam beberapa hari ini tuan terlalu banyak melakukan kegiatan yang berat ditambah lagi tuan tidak pernah meminum obat yang saya resep kan. membuat kondisi tuan semakin menurun." ucap dokter tersebut memberi peringatan kepada Arthur.
Arthur sudah lama menjadi pasiennya, sering mengeluh dan berkonsultasi hanya itu yang Arthur lakukan namun untuk menjalani pengobatan pasti Arthur akan menolak dengan keras.
"hidup dan mati sudah ada tuhan yang mengatur. aku tidak takut mati. yang aku takutkan ada orang yang tahu dengan kondisi ku ini"jawab Arthur dengan tatapan penuh selidik ke arah dokter tersebut.
dokter itu hanya diam tidak mau merespon, setiap kali Arthur datang pasti ia akan mendapat jawaban yang serupa "sudahlah sebaiknya aku kembali ke mansion ku" Arthur melempar kartu sakti kepada dokter tersebut.
dengan raut bahagia dokter tersebut menerima kartu tersebut. setiap kali Arthur datang ke tempatnya pasti selalu memberikan hal-hal yang besar kepada nya."Dave, ke mansion ku" perintah Arthur.
sudah lama Arthur tidak kembali ke mansion nya dikarenakan mamanya yang super protektif terhadap dirinya. jika Arthur sudah di mansion maka dapat dipastikan Arthur akan hidup seperti bayi. namun karena kali ini mamanya sudah memohon mau tidak mau ia harus pulang.
#like
#komen
#vote