The Secret

The Secret
Chap 20. mulai ada rasa



sibuk berkutat dengan kegiatan di lab, membuat Arthur lupa waktu. disini Arthur dan Valencia tampak profesional dalam mengerjakan tugasnya.


"ya ampun, jika dia serius seperti ini, ketampanan nya bertambah berkali-kali lipat" Valencia menggelengkan kepalanya menghapus pemikiran nya tentang Arthur.


Valencia kembali melanjutkan pekerjaannya tak terasa sudah lebih dari 5 jam Mereka bersibuk sampai lupa waktu kalau mereka belum makan.


"Arthur, sebaiknya kita serahkan sisanya kepada tim yang lain dan sekarang ayo kita keluar" Valencia menarik jas lab milik Arthur.


namun karena Arthur memakai nurse cap dan Valencia berbicara memakai masker Arthur tidak dapat mendengar dengan jelas apa yang dikatakan Valencia.


Arthur merendahkan dirinya sejajar dengan Valencia.


saat tatapan Valencia dan Arthur beradu, Valencia termangu menatap Arthur.


"aku tahu aku tampan" bisik Arthur dengan suara serak khasnya membuat bulu kuduk Valencia remang.


Valencia yang tersadar dengan posisi nya yang terlalu dekat dengan Arthur, langsung mendorong Arthur menjauh darinya.


"ya ampun, pria itu benar-benar gila" Valencia mengambil pulpen dan menulis di tangannya "ikut aku keluar". Arthur mengangguk kan kepalanya berjalan mengikuti Valencia keluar.


"haaaaaaaahhhhh"


desah Valencia lega setelah berjam-jam berkutat di lab, akhirnya ia bisa menghirup udara bebas.


Arthur membantu Valencia melepas seluruh APD yang melekat di tubuh Valencia. iya tak menghiraukan keadaan sekitar nya, dimana ia menjadi pusat perhatian seluruh petugas yang ada di ruang ganti.


petugas lain yang melihat itu hanya bisa menunduk malu dan menggigit jari mereka.


"astaga, tuan Arthur sangat romantis pada nona muda" ucap petugas 1 berbisik pada teman nya.


"dunia serasa milik mereka, kita itu hanya menumpang " ucap petugas 2


"akhhhhhhh, sebaiknya kita pindah saja ke mars" ucap petugas lainnya menimpali. masih banyak lagi pujian yang dilontarkan oleh petugas yang ada di ruangan tersebut.


Arthur yang mendengar itu tidak menanggapi sedangkan Valencia tertunduk malu dan berusaha menetralkan detak jantung nya. "ini mengapa jantung ku berdetak tidak normal saat didekat pria menyebalkan ini sedangkan dengan Ryan aku merasa biasa saja" pikir Valencia


"sudah-sudah, sebaiknya kau lepas dulu APD mu, aku sudah sangat-sangat lapar" Valencia berganti membantu Arthur melepas APD nya.


selesai bersalin baju mereka makan bersama di ruangan khusus yang sudah disediakan oleh asisten nya.


"oh ya, Dave dari tadi aku tidak melihat Li Wei, dimana dia?" Valencia merasa aneh karena begitu dia keluar dari lab sampai di ruangan khusus mereka dia tidak ada melihat Li Wei.


Jack dan dave saling berpandangan memberi kode lewat mata. Arthur yang melihat gelagat aneh dari kedua asistennya langsung berdiri menendang lutut kedua asistennya.


"dukkkkkkkkkk"


Arthur hanya diam saja dan langsung duduk di sofa "jelaskan!"


"apa ya yang perlu di je_________" ucapan Valencia terhenti saat Arthur mengangkat tangan nya, mengisyaratkan dirinya untuk diam.


"isssshhhh, fiks pria ini tidak tampan tapi gila" ucap Valencia bersungut-sungut dalam hati.


"begini tuan, kami sudah menyuruh orang-orang kita untuk menyusuri setiap sudut kota untuk mencari nona muda Li Wei tuan" ucap Jack


"aku rasa kau sudah tahu apa yang ku maksud" ucap Arthur dengan suara tertahan.


"pagi tadi nona muda Li Wei pergi membawa salah satu mobil milik bawahan kita, menurut informasi yang saya dengar nona muda Li Wei Ingin berkeliling kota. namun sampai saat ini nona muda belum kembali tuan" ucap Dave menimpali penjelasan dari Jack.


"whaaaaat"


Valencia memijat pelipisnya ia sangat pusing memikirkan Li Wei yang selalu menghilang. saat mereka kecil dan bepergian ke tempat yang baru Li Wei pasti akan menghilang.


"bisa-bisanya Li Wei lepas dari pengawalan kalian"


Valencia merasa kesal melihat Jack dan dave.


"aku tidak menerima alasan apapun, kalian temukan Li Wei paling lama sore ini!". perintah Arthur tak terbantahkan.


"siap tuan" saut Jack dan dave serempak. lalu pergi meninggalkan tuan dan nona mudanya.


"soal tadi, kau tak perlu takut padaku, ada saatnya aku bersikap tegas pada asisten ku ada saatnya aku bersikap baik pada mereka tergantung situasi". ucap Arthur melakukan pembelaan terhadap dirinya sendiri, ia tidak mau kalah Li Wei berpikir jika ia memiliki temperamen yang buruk.


"kamu lebih banyak bersikap tegas atau baik?" tanya Valencia.


"tegas!" Arthur menjawab dengan mantap. bukan tanpa alasan ia menjawab itu, dikarenakan dalam mengelola perusahaan besar yang saat ini dipimpin olehnya, diperlukan pemimpin yang tegas dan bijaksana dalam memimpin perusahaan.


Valencia hanya menganggukkan kepalanya dan langsung merebahkan dirinya di sofa.


"aku mengantuk, jangan ganggu aku!" Arthur hanya menggeleng kan kepalanya dan langsung mengangkat Valencia.


"jangan membantah, aku hanya ingin memindahkan mu ke tempat tidur, tidur di sofa membuat badanmu pegal. memang apa yang kau pikirkan?" ucap Arthur menggodai Valencia.


Valencia hanya mendengus kesal dan memalingkan wajahnya ke arah lain." aku merasa debaran aneh saat berada di dekatnya, tapi ntah mengapa aku masih memikirkan Ryan" kata valencia dalam hati.


#like


#komen


#vote