The Secret

The Secret
chap 15. ultra



happy reading all 🥰🥰


Valencia merebahkan dirinya di kasur empuk kesayangannya, rasanya sudah lama ia tidak menempati kamarnya ini. tidak ada yang berubah saat ia meninggalkan nya 3 tahun yang lalu. semua dekorasi dan tata letak barang-barangnya masih utuh. sepertinya papa dan mamanya menyuruh pelayan sekedar membersihkannya saja.


ia memejamkan mata menghirup aroma lavender. aroma kesukaannya segala sesuatu baik itu kamar dan parfumnya ia begitu menyukai aroma lavender.


tring. suara notifikasi ponsel pertanda pesan masuk. "temui aku di cafetaria luxury besok pukul 12 siang" Valencia bingung ingin membalas apa, pasalnya besok ia akan menjalani masa hukuman nya yang pastinya ia tidak akan bisa keluar rumah. "lebih baik aku tidur, memangnya apa untungnya aku datang yang ada hukumanku makin bertambah. saatnya mengumpulkan tenaga yang banyak untuk hari esok" gumam Valencia dalam hati dan masuk mengarungi alam mimpi.


----------------


"tuan, kondisi anda belum stabil tuan tidak diperbolehkan dokter untuk melakukan penerbangan" Dave memperingati tuannya. baru saja Dave masuk untuk menjaga tuannya. Arthur sudah sadar ia melepas semua alat medis yang ada di tubuhnya dan sedang mengancingkan kemeja nya.


"disini aku tuan mu. ikuti saja perintah ku. semua yang dikatakan dokter itu omong kosong."ucap Arthur. bukan tanpa alasan ia mengatakan itu. walau matanya tertutup ia masih bisa mendengar pembicaraan kedua asistennya itu.


flashback on


Arthur berbincang-bincang dengan beberapa pihak keamanan. salah satu dari mereka menjabat tangan Arthur. "wahh...anak muda tak disangka kau sungguh hebat dan penuh perhitungan banyak anggota Odessa yang tewas, juga markas nya telah hancur. tersisa hanya markas utama mereka saja. untuk merayakan keberhasilan mu anak muda. aku akan menjamu mu di rumahku" ujar pria paruh baya yang menurut perkiraan Arthur seusai dengan usia ayahnya.


Arthur hanya tersenyum tipis masih enggan menerima jabatan tangan dari pria itu. bagaimana pun ia tidak bisa asal percaya pada orang lain. jika untuk berjabat tangan dengan rekan kerjanya Arthur hanya mengandalkan tangan Dave saja.


"anda terlalu menyanjung saya tuan" ucap Arthur.


"maaf tuan Arthur. tuan Lucas adalah pemegang saham di pabrik ini. ada baiknya jika kita menghargai nya walau dengan sebuah jabatan tangan" ujar salah satu rekannya.


"baiklah tuan. tapi untuk undangan jamuan makan mu aku tidak bisa janji untuk datang" ujar Arthur menjabat tangan pria itu. saat tangan pria itu menjabat tangan nya ia merasakan sebuah getaran yang sangat dahsyat di seluruh tubuhnya ditambah saat pria itu menepuk bahunya tiga kali bahkan ia merasa tenaganya terkuras habis bahkan ketika jabatan tangan mereka terlepas Arthur melihat Lucas menatap nya dengan senyum miring dan berlalu meninggalkannya 'sial! pria tua itu seperti dewa saja untuk bersalaman tenagaku terkuras habis' ucap Arthur dalam hati.


Jack dan dave setia berdiri di belakang Arthur.


"dave aturkan jadwal penerbangan ku malam ini" perintah Arthur.


"tuan sebaiknya beristirahat dulu. sepertinya tuan kelelahan." ucap Dave. ia melihat wajah Arthur yang pucat. mungkin efek berenang di dalam air dalam waktu yang cukup lama ditambah membereskan kekacauan yang dibuat Klan Odessa.


belum sempat Arthur menjawab 'brukkhh' Arthur pingsan dan tak sadarkan diri.


flashback off


pesawat milik Arthur ini merupakan pesawat asal negara K. iyang bernama Global 8000 yang merupakan jet bisnis tercepat dan terjauh di dunia yang dibuat khusus dan satu-satunya pemilik pesawat itu adalah Arthur.Global 8000 memiliki kapasitas hingga 19 penumpang, dengan kecepatan tertinggi Mach 0,94.


sampai di negara A Arthur langsung menuju ke mansion Bernando kebetulan kedua orangtuanya tidak ada dirumah. jadi ia bisa mengistirahatkan tubuhnya dengan tenang tanpa ocehan dari mama dan papanya.


sinar mentari pagi perlahan menembus jendela kaca kamar seakan ingin membangun si empunya kamar agar bangun dari tidurnya. namun bukan sinar mentari pagi yang membangunkan Valencia tapi ocehan mama nya seperti burung Kolibri.


"valen!!! dasar ya anak ini." ucap mama Valencia berkacak pinggang dan menarik selimut putrinya "iihhh mama teriaknya jangan. kencang-kencang." ucap Valencia sebal ia memaksa mengumpulkan kesadarannya dan duduk di tepi ranjang.


"udah sana kamu pergi mandi, udah nunggu kamu di meja makan." perintah mama Valencia mendorong Valencia ke kamarnya.


Valencia menghentak-hentakkan kakinya kasar ke lantai dan bersungut-sungut "anak ini memang tidak pernah berubah" ucap mama Valencia menggelengkan kepalanya.


di meja makan Valencia duduk di samping Li Wei dan mereka mulai memakan sarapannya. tidak ada yang berani membuka suara karena mama dan papanya sangat mendisiplinkan peraturan di meja makan, tidak boleh ada yang bersuara, juga jangan ada makanan sisa. Valencia pernah bertanya'ma...uang kita kan banyak. untuk apa mempermasalahkan makanan yang sisa' dan mamanya dengan tegas menjawab 'meskipun uang kita banyak bukan berarti membuat kita jadi boros dengan membuang-buang makanan sedangkan di luaran sana masih banyak yang belum makan'


sampai di gigitan tegukan terakhir susunya, papanya buka suara "valen hukuman mu yang pertama. 1 Minggu kau tidak boleh keluar rumah akan ada Li Wei yang menemanimu'' Valencia melirik Li Wei penuh tanya"ahhh...itu.aku masih ingin disini bersamamu, papa ada urusan mendesak. disini kan ada kau dan paman yang menjaga aku" jawab Li Wei.


"urusan mendesak apa ini berhubungan tentang pekerjaan di laboratorium paman.'' tanya Valencia


"iya seperti nya lab saat ini membutuhkan saya ada sebuah virus baru yang menyebar di negara Y penyebaran virus ini cukup pesat. dan aku sudah mendapat banyak panggilan mendesak agar cepat pulang." ucap tuan Wei.


beranjak dari duduknya dan berpamitan kepada semua orang lalu memeluk Li Wei "kau jangan nakal disini" ucap tuan Wei mencubit hidung putrinya gemas. lalu memeluk Valencia " kau sudah ku anggap seperti putriku, kalian berdua akurlah diluar kondisi sangat kacau" ucap tuan Wei mengusap kepala Valencia.


sepeninggal tuan Wei. papa dan mamanya juga pamit berangkat kerja "papa dan mama berangkat dulu, ingat jangan keluar rumah." ucap tuan Smith memberi peringatan dan melaju pergi. meninggalkan Valencia dan Li Wei yang sedari tadi kebingungan '' ini kenapa semuanya ada urusan penting" ucap Li Wei dan Valencia bersamaan. kemudian mereka bersitatapan dan tertawa bersama.


tampak di atas pohon yang jaraknya tidak jauh dari mansion Smith ada seorang pria menggunakan teropong Dengan ukuran yang kecil sehingga pas untuk digenggam, teropong bermerek ULTRAVID 8 x 43 Silverline dari Leica. memberikan laporan pada tuannya


"nona saat ini ada di rumah dengan seorang gadis


seumuran dengannya" lapor pria tersebut.


"bagus, kau terus awasi dia" ucap seorang pria diseberang telepon.tuuuut.telepon dimatikan begitu saja ''apesnya hidupku'' gumam pria tersebut.


#jangan lupa like, komen & vote🥺☺️☺️