
happy reading all🥰🥰🥰
"kau tenang saja aku mengabari paman Wei kalau kau saat ini aman bersamaku." ucap Valencia berusaha menghibur Li Wei. kini mereka berdua sedang duduk di balkon kamar hotel milik keluarga Smith di negara A. begitu sampai mereka tidak langsung ke mansion Smith Valencia membawa Li Wei menginap di hotel.
kini hotel yang mereka tempati tampak dijaga ketat oleh pria berbadan tegap di setiap sudut hotel. bahkan pengunjung lain sampai takut menginap di hotel tersebut.
Li Wei mengangguk setuju, melihat jika Valencia yang menyelamatkan nya maka ia pun patuh demi keselamatan dirinya.
salah satu pengawal Valencia mengetuk pintu. Valencia hanya diam melihat ke arah pintu tersebut. Li Wei berniat membuka pintu namun dengan segera ditahan Valencia.
"kau duduklah jika itu hal penting ia akan mengetuk lebih dari tiga kali dan___" belum sempat Valencia menyelesaikan ucapannya.
brakkk.
"jika itu hal penting ia akan menerobos masuk begitu saja" ucap Valencia dengan tatapan datar menatap bawahannya.
Li Wei yang melihat itu terperangah 'ini memang benar-benar gila' pikir Li Wei dalam hati.
selama ini Li Wei hanya melihat bawahan tidak ada seberani itu pada tuannya. namun interaksi Li Wei dengan para bodyguard nya sangat aneh.
pria itu menundukkan kepalanya dan membisikkan sesuatu pada nona mudanya itu. Valencia yang mendengar itu langsung berdiri dan menarik Li Wei ke luar.
Li Wei yang tangannya ditarik pun hanya bisa patuh 'lama-lama tanganku ini bisa putus ditarik-tarik' gerutu Li Wei sebal.
bagaimana tidak kesal sedari tadi Valencia terus menariknya tanpa mengucapkan sepatah kata pun. ingin protes ia tidak bisa mengingat kebaikan Valencia dan hanya bisa menyimpan kedongkolannya dalam hati.
sampai di dalam mobil barulah Li Wei bisa bernafas dengan tenang.
"valen ini kita mau kemana" tanya Li Wei
"ke mansion Smith, paman Wei ingin bertemu denganmu" jawab Valencia namun tatapannya hanya fokus pada benda persegi empat yang ada di tangannya.
"papaku datang kesini? bagaimana bisa?" tanya Li Wei
"ckck. kau itu masih sama seperti dulu telat mikir"
"hei, aku bukan apa tadi katamu telat mikir tapi kau saja yang terlalu pintar." hardik Li Wei geram menunjuk ke arah teman lamanya itu.
Valencia yang ditunjuk tertawa rasanya sudah lama ia tidak membuat kesal temannya ini. waktu kecil Valencia seringkali membuat Li Wei kesal bahkan sampai menangis. ia mencubit pipi Li Wei gemas.
Li Wei yang ingin marah pada Valencia mengurungkan niatnya saat melihat Valencia tertawa. sempat lama berteman dengan Valencia membuat Li Wei bisa memahami segala sisi dari temannya itu. Li Wei melihat Valencia tertawa seperti menutupi sesuatu.
"apa kau mengkhawatirkan nya?" tanya Li Wei.
"benar aku sangat khawatir saat sampai di mansion aku pasti akan dihukum papa" jawab Valencia seadanya.
"untuk apa aku khawatir padanya,dia sudah besar pasti tahu menjaga dirinya sendiri. kau sendiri mendengar ia sendiri yang mengatakan ia bukan pria lemah jadi untuk apa aku khawatir padanya." balas Valencia sebal
"ishhhhh. kau masa seperti dulu gengsian" omel Li Wei seraya mencubit lengan Valencia.
"tapi dia sangat tampan" ucap Li Wei dengan mata berbinar.
Valencia yang mendengar Li Wei memuji Arthur langsung menyumpal mulut temannya itu dengan roti yang ada ditangannya.
"cerewet" ucap Valencia, ia langsung memejamkan matanya.
----------------
sementara kondisi di negara X sangat kacau terjadi pertempuran hebat di sekitar lokasi gunung cheyene. tampaknya Odessa mulai mengincar pabrik senjata milik tuan Smith. namun mereka kalah telak dengan pengawal milik Arthur juga beberapa anggota militer di negara X yang turun langsung membantu Arthur menangkap anggota organisasi Hitam paling berbahaya di dunia.
walau tidak berhasil mendapat informasi apapun dari anggota Odessa yang berhasil ditahan oleh mereka setidaknya tidak ada yang hidup.seperti rumor yang beredar setiap anggota Odessa yang gagal menjalankan misi hanya memiliki pilihan mati di tangan musuh atau mati dibunuh oleh bos mereka.
kini tampak beberapa petugas keamanan sedang berjaga di sekita lokasi pabrik. Arthur berbincang dengan beberapa rekannya yang membantu dari pihak militer di negara X.
Jack dan dave setia berdiri di belakang Arthur.
"dave aturkan jadwal penerbangan ku malam ini" perintah Arthur.
"tuan sebaiknya beristirahat dulu. sepertinya tuan kelelahan." ucap Dave. ia melihat wajah Arthur yang pucat. mungkin efek berenang di dalam air dalam waktu yang cukup lama ditambah membereskan kekacauan yang dibuat Klan Odessa.
belum sempat Arthur menjawab 'brukkhh' Arthur pingsan dan tak sadarkan diri.
Jack dan dave bergegas membawa tuan mudanya ke rumah sakit.
"maaf tuan-tuan apa disini ada keluarga tuan Arthur" ucap dokter yang menangani Arthur.
Jack dan dave serentak berdiri"kami adalah kerabat taun Arthur" ucap mereka serempak. dokter yang mendengar itu pun bingung ' mana ada kerabat manggilnya tuan' pikir dokter itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"kita bicara di ruangan saya ini mengenai kondisi tuan Arthur yang semakin memburuk" ucap dokter itu mengajak Jack dan dave ke ruangan nya.
.
Jack dan dave saling tatap seakan memiliki pemikiran yang sama 'bukankah tuannya hanya pingsan' pikir mereka.
#like
#komen
#vote