
bunyi dentuman menggema di sekitar lokasi bangunan tua tersebut, selang beberapa saat segerombolan mobil polisi mulai berdatangan untuk mengecek lokasi ledakan. Ryan yang melihat hal itu merasa puas di hatinya dan pergi meninggal kan lokasi tersebut.
"brakkkkk"
"hei, bisa pelan tidak menutup pintunya" ucap Li Wei kesal karena suara pintu tertutup yang keras tidurnya jadi terganggu.
Arthur hanya diam saja dan memerintahkan Jack untuk melajukan mobilnya.
"selama disini, tuan Wei mempercayakan padaku untuk menjaga mu. tidak bisakah kau tenang saja dirumah atau kembali bersibuk bekerja di kantor" ucap Arthur dengan nada datar. Arthur mengucapkan hal itu karena melihat pergerakan Ryan yang semakin lama semakin menjadi. bagaimana tidak jika ia terlambat menjemput Li Wei maka dapat dipastikan saat ini Li Wei pasti tidak akan selamat.
Li Wei yang mendengar itu hanya diam dan menatap Arthur dengan tatapan yang sangat sulit diartikan. ia menghela nafas nya kasar dan memalingkan wajahnya ke arah lain.
beberapa saat mereka terdiam Li Wei memberanikan diri membuka suara. memang dasar Li Wei adalah orang yang tidak bisa diam ia tidak bisa mengontrol mulutnya untuk tidak berbicara dan mengoceh.
"apa ada sesuatu yang telah terjadi?" tanya Li Wei antusias kepada Jack. ia menyembulkan kepalanya ke jok depan tempat pengemudi mobil. mendapat pertanyaan mendadak dari Li Wei Jack sempat shock dan menjadi gagal fokus mengendarai mobil. namun sebisa mungkin ia memfokuskan dirinya untuk mengemudi mobil. Jack hanya menatap tuannya untuk mendapat perintah selanjutnya.
Arthur yang melihat itu memijit pelipisnya pusing. iya menarik Li Wei untuk kembali duduk dan menceritakan kejadian yang ada di bangunan tua tersebut. mendengar penjelasan dari Arthur Li Wei memangut-mangut mengerti.
"tunggu... tunggu...jadi bangunan itu sudah meledak?". lli Wei memekik keras terkejut.
Arthur dan Jack serempak menutup kedua telinga mereka "ya tuhan, kenapa bisa tuan Wei memiliki putri se barbar ini" ucap Jack dalam hati.
"suaramu bisa tidak pelan kan sedikit." ucap Arthur dingin.
"pantas saja dari tadi aku mendengar Lian berbicara barat, timur,Utara, Selatan ternyata ini rencananya". ucap Li Wei bergumam. namun gumaman nya masih bisa didengar oleh Arthur.
"tadi kau bilang Lian? bukannya Liam itu teman lama yang mengantar mu saat kau tersesat di negara K? tanya Arthur.
"iya" jawab Li Wei mengiyakan.
"dan satu lagi, apa kalian mau mendengar penemuan menakjubkan ku dari bangunan tua tadi" tanya Li Wei antusias kepada Jack dan Arthur berharap mereka mau mendengarkan penemuan nya yang sangat menakjubkan.
Arthur yang mendengar itu menatap ngeri ke arah Li Wei dan dengan cepat ia langsung menggelengkan kepalanya tanda menolak. Arthur sudah bisa menebak barang apa yang akan Li Wei tunjukkan. kecintaan Li Wei akan barang-barang kuno dan langka terkadang menjadi hal buruk untuk diketahui. bukan karena apa terakhir kali Li Wei menunjukkan sebuah lukisan antik kepada Arthur 3 tahun yang lalu membuat Arthur harus masuk kedalam dunia orang mati. Arthur sempat dinyatakan mati suri secara medis namun nyatanya jiwa Arthur ditarik oleh pengantin wanita yang ada di dalam lukisan. Arthur dibawa kedalam istana gaib dan ia di nikahkan dengan pengantin wanita tersebut beruntung dengan bantuan seorang ahli dari negara T Arthur dapat hidup kembali dan menjalani hidup yang normal. mengingat hal itu Arthur bergidik ngeri.
----------------
"prangggggg"
"ada apa ini, dadaku sakit sekali" ucap Valencia meringis kesakitan dan akhirnya pingsan.
#like
#komen
#vote