
happy reading all 🥰
Valencia mengedikkan bahunya acuh dan kembali bersibuk. memeriksa laporan dari para bawahannya lalu membubuhkan tandatangan untuk berkas yang memerlukan tanda tangan nya.
sedangkan Arthur selesai memeriksa keadaan Valencia, ia berkeliling melihat lihat proses produksi senjata api yang akan dikeluarkan, di kabarkan proses produksi senjata api ini nantinya akan digunakan oleh para angkatan militer serta agen agen terkenal dunia dimana saat ini seluruh pemimpin dunia sedang berupaya untuk memberantas habis klan Odessa.
para pekerja yang melihat Arthur serempak menunduk hormat, dalam proses produksi ini Arthur memberikan suntikan dana yang lumayan cukup besar oleh karena itu hampir seluruh pekerja mengenal Arthur.
Arthur hanya cuek, berlalu begitu saja mengamati setiap proses dengan baik dan teliti ia ingin tidak ada kesalahan dalam Proses produksi senjata kali ini.
setelah melihat hasil kerja pekerjanya, Arthur melangkahkan kakinya menuju ke sebuah telaga yang ada di dalam gunung cheyene, Arthur pertama kali menemukan telaga ini ketika melakukan observasi langsung ke pabrik. saat itu ia tidak terlalu tahu tentang lokasi di sekitar gunung cheyene, Arthur yang kebingungan saat ditinggal Dave berjalan mengikuti kemana kaki membawa kakinya melangkah hingga sampailah ke telaga ini.
Arthur menamainya telaga cinta karena di sekitar telaga ini dipenuhi oleh bunga bunga yang langka dengan pencahayaan yang minim. ia mendudukkan dirinya di tepian batu telaga itu. menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Arthur merasa disinilah tempat yang cocok buat ia melepaskan segala penat nya baik dalam urusan pekerjaan maupun cinta.
seperti kata kebanyakan orang tidak ada manusia yang sempurna, jika Arthur dengan mudahnya memenangkan tender dan memiliki uang yang sangat banyak bahkan tidak akan ada habis-habisnya, namun jika berurusan dengan masalah cinta sepertinya tuhan menginginkan Arthur untuk berusaha lebih keras lagi.
Arthur membuka kedua kelopak matanya saat merasa kakinya yang berpijak dengan permukaan air seperti disentuh oleh benda yang bergerak-gerak. Arthur melihat seekor ikan mas yang sangat berkilau berenang mengitari kakinya, tangan Arthur terulur ingin menangkap ikan itu namun saat ingin menangkap ikan tersebut berlalu pergi meninggalkan Arthur.
Arthur tidak ingin ambil pusing ia pun beranjak dari duduknya, Arthur berjalan mengitari pinggiran telaga dan melihat bunga-bunga kuno yang sangat langka.
saat sampai di bunga snowdrop, Arthur tertegun seakan memiliki daya magnetis Arthur menyentuh bunga itu, Bunga ini bermakna kepolosan, kemurnian, dan rasa simpati.Bunga ini juga tumbuh subur pada awal musim semi, sehingga diartikan sebagai harapan. namun ini bukan musim semi dan saat ini di negara x sedang musim dingin. dikabarkan bunga ini sulit dicari dan sangat tidak masuk akal tumbuh setempat yang minim dari cahaya.
namun belum sempat Arthur menyentuh bunga itu, seekor lebah madu menyengat tangannya.
awhhhhhh.
Arthur merintih kesakitan memegangi tangannya, dan berjalan keluar dari telaga itu.sibuk dengan berkasnya tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, Valencia merapikan beberapa berkas nya dan berjalan keluar meninggalkan pabrik saat tiba di parkiran Valencia melihat artur yang pucat pasi dengan tangan yang meraba-raba mobilnya tampak ia kesusahan ingin membuka pintu mobilnya.
awalnya Valencia cuek dan ingin meninggalkan Arthur namun ketika valencia melihat Arthur yang tiba tiba tumbang Valencia bergegas menghampiri Arthur.
"hei....ada apa denganmu?"tanya Valencia mengernyitkan dahinya bingung. pandangan matanya tertuju pada pergelangan tangan Arthur yang bengkak dan kemerahan.
"ini...kenapa bisa begini?" tangan Valencia terulur menyentuh kulit tangan Arthur yang bengkak.
sssssssh. desis Arthur.
"ini tak apa, panggilkan aku Dave." perintah Arthur memberikan ponselnya pada Valencia.
Valencia yang bingung menuruti apa maunya Arthur.
"pin nya apa?" tanya Valencia bingung.
"tanggal lahirmu" Arthur berbicara tertahan mencoba untuk biasa saja ia tidak ingin terlihat lemah di depan Valencia.
degggggg.
"halo...tuan saya masih disekitar lokasi bagian produksi." sahut Dave di seberang telepon.
"cepat kemari...Arthur membutuhkanmu!" bukan Arthur yang menjawab melainkan Valencia dengan suara yang mendesak.
"maaf nona sekarang lokasi tuan dan nona ada dimana?" Dave sempat bingung dengan suara wanita yang menjawab nya di seberang telepon, namun tak lama ia sadar bahwa hanya Valencia yang memiliki hak memegangi apa yang dimiliki oleh Arthur.
"kami ada di basement parkiran"
setelah mendapat lokasi tuan dan nonanya ia menyusul ke basement parkiran. sampai di lokasi ia melihat tuannya yang berpura pura tegar di depan Valencia padahal sudah sangat jelas bahwa Arthur sedang menahan sakit. Dave yang mengerti bagaimana sifat tuannya pun segera mengambil Arthur dari pangkuan Valencia dengan kasar lalu memasukkan nya kedalam mobil. dengan tergesa-gesa ia berpamitan kepada Valencia dan berlalu pergi meninggalkan Valencia yang terbengong melihat gelagat aneh dari Arthur dan asistennya.
"isssshhh...tidak tuan tidak asistennya semua sama-sama menyebalkan." gerutu Valencia sebal, bagaimana ia tidak sebal ia tadi sempat mengkhawatirkan Arthur dan mengecek suhu tubuhnya yang panas. ia menawarkan kepada Arthur untuk ikut dibawanya berobat namun Arthur malah menolaknya. dan tadi baru saja dia ditinggalkan begitu saja oleh Arthur dan asistennya.
sedangkan Arthur didalam mobil mencoba menahan rasa sakit dan pusing yang kian menderanya.
"Tuan...kita kerumah sakit atau kembali ke villa?"
"kau panggilkan saja dokter Reynaldi ke villa."Dave hanya menganggukkan kepalanya, dokter Reynaldi adalah dokter pribadi keluarga Bernando di negara x.
Dave mengangguk menuruti perintah tuannya.
"ini bagaimana bisa kau sampai digigit oleh lebah madu." tanya Reynaldi setelah selesai memeriksa kondisi Arthur. bagaimana bisa Arthur terkena sengatan lebah di lokasi pabrik. memang lokasi pabrik nya di kaki gunung cheyene namun pabrik itu dilengkapi dengan sistem keamanan canggih. bahkan seekor semut pun tidak bisa masuk ke lokasi itu.
"jika urusanmu sudah selesai kau bisa keluar" Arthur menunjuk pintu keluar kepada Reynald.
Reynald hanya mendengus kesal dengan kelakuan Arthur yang seenaknya, namun ia bisa apa disini Arthur lah penguasanya ia tak berani membantah dan berlalu meninggalkan Arthur dan memberikan resep obat pada Dave.
"Dave kau uruslah dulu perusahaan cabang yang ada di kota sapphoro tadi aku dapat laporan terjadi sedikit kekacauan disitu!" perintah Arthur.
"tapi tuan apa tak masalah jika tuan saya tinggal, sepertinya kondisi tuan belum stabil."
"aku tidak selemah itu" Arthur menatapnya tajam.
Dave yang mendapat tatapan mematikan itu hanya bisa menghela napasnya kasar. berlalu pergi meninggalkan Arthur yang keras kepala. begitulah Arthur dia tidak ingin dikasihani oleh siapapun baginya pantang untuk dikasihani karena dia adalah seorang penguasa di dunia bisnis.
Arthur merasa ada benda hangat yang menempel di dahinya. reflek ia membuka matanya dan begitu syok melihat orang yang ada dihadapannya.
***jangan lupa ya !!! dukung terus karya ini dan tambahkan ke favorit kalian🥰
#like
#komen
#vote***