
disisi lain Ryan bersama Dengan anggota nya berada di lab rahasia mereka di negara K. lab ini merupakan lab ke 3 mereka yang melakukan riset secara ilegal dibangun diantara tebing dengan sistem keamanan canggih yang tinggi.tampak Ryan sedang memperhatikan layar proyektor dan mendengar penjelasan dari para bawahannya.
"di beberapa titik di negara K virus sudah mulai tersebut, tersisa tinggal 25% dari populasi yang belum terpapar tuan" ucap petrick seraya menunjuk kan gambar sebuah peta penyebaran virus.
Ryan hanya menganggukkan kepalanya seraya mengetuk-ngetuk jari nya di meja.
"lan____"
"brakkkkk"
"maaf tuan, saya membawa informasi penting" ucap salah satu bawahan Ryan dengan ketakutan.
tanpa aba-aba Ryan menembak bawahannya itu tepat di kepalanya, bawahannya yang lain hanya bisa menatap ngeri dan bergegas membereskan kekacauan yang dibuat tuan mereka.
"huuuftthhhhh, tidak sopan sekali."Ryan melempar pistol nya ke sembarang arah dan kembali duduk di kursi kebesaran nya dengan elegan.
petrick memanggil anggota yang lainnya "bacakan informasi penting apa yang ingin kalian sampaikan" perintah Petrick.
"begini tuan beberapa anggota kita yang bertugas di negara K sudah tertangkap dan dikabarkan putri tuan Smith saat ini sedang berada di negara K untuk membuat obat penawarnya tuan"
Ryan yang mendengar itu mencoba untuk tenang, Namun tatapan matanya tajam dan tersenyum smirk.
"mantan sekretaris ku itu nyalinya besar juga, lalu bagaimana dengan anggota kita yang di negara lain sudah ada kemajuan?" tanya Ryan dengan nada yang mengintimidasi.
"saat ini salah satu anggota kita yang berada di negara J sedang melakukan pendekatan dengan putri kaisar tuan" ucap petrick seraya menunjuk ke arah layar proyektor menampilkan kedekatan putri kaisar dengan anggota mereka.
Ryan hanya menganggukkan kepalanya.
"untuk masalah virus ini aku anggap ini hanya kegagalan kecil ku, aku tidak mau mendengar kegagalan yang lainnya lagi,"
"kita berangkat ke negara K" perintah Ryan
----------------
"kerja yang bagus" puji Arthur pada kedua bawahannya,
"dan saat ini kami sudah mengirim surat kepada kaisar semua yang tuan perintahkan dan kaisar menerima dengan baik saran dari tuan demi menjaga perdamaian dunia" ucap Jack.
Arthur tersenyum puas dengan hasil kerja dari kedua bawahannya, seakan sudah membaca semua gerakan dari RYAN YAMAMOTO ia langsung bergerak cepat untuk mengurangi dampak dari kekacauan yang dibuat oleh klan Odessa.
terkadang sakit hati bisa membuat orang menjadi gelap mata, tanpa memikirkan dampak dari perbuatan yang dibuat semua akan dilakukan untuk kepuasan batin belaka yang tidak akan pernah puas.
"lalu apakah besok laboratorium mini yang ku minta sudah kau persiapkan segala keperluan nya? tanya Arthur.
"Jack, apa kau menyukai Li Wei?" tanya Arthur, Jack yang ditanya hanya menampilkan ekspresi datar tidak menanggapi perkataan tuannya.
"tuan ini sudah larut, sebaiknya tuan istirahat" jawab Jack dengan datar dan berjalan meninggalkan Dave dan Arthur di ruangan tersebut.
"wah, Jack kau ini benar-benar minim ekspresi" ucap Arthur melempar bantal sofa ke arah Jack.
----------------
pagi hari yang cerah, Tampak banyak petugas yang bersibuk menangani para pasien, Arthur dan Valencia sudah berkutat di laboratorium mini dadakan mereka.sedangkan Li Wei yang tidak tahu-menahu tentang dunia medis hanya bisa melihat-lihat saja, karena merasa bosan Valencia berencana ingin berkeliling kota Lagos untuk menenangkan pikirannya sekaligus mencuci mata.
dengan mengendarai mobil ia berkeliling di sekitar kota, tampak suasana kota yang sepi dan tidak ada kegiatan, hanya beberapa mobil yang melintas.
tak terasa sudah lebih dari 30 menit lamanya Li Wei mengendarai mobil dan ia tidak tahu jalan kembali pulang sementara ia lupa membawa ponselnya,
Li Wei Yang panik turun dari mobilnya, dan menyetop setiap mobil yang lewat, namun tak ada satu pun mobil yang berhenti, Li Wei yang panik tidak melihat kondisi disekitarnya.
"ciiiiiiiitttttt"
suara decitan mobil menggema di jalanan yang sepi tampak beberapa orang berpakaian serba hitam dan rapi turun dari mobil.
Li Wei yang masih shock dengan kejadian barusan terus menutup mata dan telinganya.
"nona, bisakah kau menyingkir sebentar, anda menghalangi jalan kami" ucap salah seorang dari mereka.
"tidak mau!" teriak Li Wei. bukannya menyingkir Li Wei malah merentangkan tangannya menghalau jalan.
"hei, gadis gila bisakah kau menyingkir" teriak Ryan
degggghhhhhh
Li Wei mematung mendengar teriakkan dari seorang pria yang tidak asing di telinga nya.
"suara ini..." kata Li Wei dalam hati.
#like
#komen
#vote