The Secret

The Secret
chap.25



Hari-hari berlalu begitu cepat tak terasa sudah sebulan lebih Valencia dan Arthur melakukan pendekatan. meski mereka berdua disibukkan dengan urusan masing-masing namun di sela-sela istirahat mereka Arthur akan menyempatkan waktu ke kantor Valencia hanya sekedar mengajak makan siang. bahkan Arthur rela menjemput dan mengantar Valencia pulang.


mengingat kedekatan mereka selama sebulan ini Valencia senyam-senyum sendiri ia memandang Arthur yang tengah fokus mengendarai mobil.


"aku tahu aku tampan" ucap Arthur dengan percaya diri namun pandangan nya tetap fokus kedepan.


mendengar itu sontak Valencia langsung membuang mukanya ke arah lain. wajahnya memerah Semerah tomat melihat tingkah Valencia yang menggemaskan seperti itu Arthur menjadi tidak tahan ia menepikan mobilnya dan memandang ke arah Valencia.


"apa aku sudah ada disini?" tanya Arthur seraya menunjuk ke arah dada Valencia.


"aku.....a...ku....aku...."ucap Valencia tergugup bagaimana ia tidak gugup jarak nya dengan Arthur sangat tipis jika orang lain melihat dari arah lain pasti berpikir bahwa mereka melakukan hal yang aneh-aneh di dalam mobil.


"cup" Arthur mengecup kening Valencia dengan lembut dan kembali mengemudikan mobil.


"melihat reaksi mu yang seperti ini aku sudah tahu jawabannya" ucap Arthur dengan entengnya seraya mengedipkan mata nya pada Valencia.


Valencia hanya tertunduk malu menahan senyum nya "jangan bicara omong kosong" balas Valencia sedikit ketus dengan memanyunkan bibirnya.


Arthur yang melihat itu hanya menggeleng kan kepalanya melihat sifat Valencia yang gengsi mengungkapkan perasaannya.


sementara itu hubungan antara Li Wei dan Ryan Yamamoto semakin rumit. Li Wei adalah orang yang menyukai kebebasan dia akan bekerja jika ia memiliki niat saja oleh karena itu kebanyakan waktunya dihabiskan untuk berjalan-jalan menelusuri tempat-tempat sejarah. di sela-sela ia mengunjungi beberapa tempat sejarah ia ada beberapa kali berjumpa dengan Ryan Yamamoto.


mengingat profesi Ryan sebagai CEO Yamamoto corps pasti memiliki jadwal yang padat namun yang Li Wei lihat Arthur sering berada di tempat-tempat yang ia kunjungi.


jika Li Wei bertanya kepada Ryan pasti Ryan akan menjawab hanya ingin melihat-lihat saja. alasan itu sangat sulit untuk dimengerti oleh Li Wei. dan semakin menambah tingkat kewaspadaan Li Wei terhadap Ryan mengingat Ryan adalah ketua dari klan dunia bawah paling kejam di dunia.


"ini adalah tempat umum bebas siapa saja yang boleh masuk kesini" balas Ryan tanpa memandang ke arah Li Wei.


meskipun dia berbicara dengan Li Wei namun dia tengah fokus mendengar kan laporan para bawahannya melalui earphone yang terselip di sela daun telinganya nya.


"tim Tiger coba cek bagian barat dan lion di bagian selatan, Pastikan semua barang kita aman" perintah Ryan kepada bawahannya melalui earphone di telinganya. ia sedikit menjauh dari Li Wei.


"barat, selatan..." ucap Valencia bingung ia berjalan mengendap-endap mencoba menguping. saat ia berjalan tak sengaja tangannya menyenggol pilar bangunan yang sudah tua.


"krieeeek"


bunyi decitan pilar kayu yang mau roboh "awas!!!" teriak Ryan menarik tubuh Li Wei menjauh sontak saja Li Wei terkejut karena tiba-tiba ia sudah ada di atas tubuh Ryan.


"buuuukkkhhhhh"


bunyi satu pilar kayu yang roboh" dari dulu kamu selalu ceroboh" ucap Ryan mencubit ujung hidung linwei dengan gemas.


"jangan sentuh aku" ucap Li Wei ketus dan langsung berdiri pergi meninggalkannya Ryan.


#like


#komen


#vote