The Secret

The Secret
Chap 24. menunggu



hari demi hari dilewati oleh Arthur dan Valencia dengan kesibukan masing-masing. walau di lain sisi mereka sering mengadakan pertemuan hanya untuk sekedar mengobrol dan makan bersama, hal ini tak luput dari pantauan Arthur.


semenjak kedatangan Arthur dan Valencia ke negara A. Ryan semakin gencar melakukan pendekatan terhadap Li Wei mengingat dia dan Li Wei memiliki hubungan masa lalu yang cukup baik, memudahkan Ryan mengawasi gerak-gerik Arthur yang sangat mengancam klan bawah tanah miliknya.


di sebuah cafe tidak jauh dari letak perusahaan milik Arthur, tampak sepasang manusia sedang menikmati makan siang nya dengan berbagai hidangan di negara A, diantara nya ada California roll, chimichanga,fajitas dan taco.


California roll merupakan makanan khas dari negara A mempunyai rasa yang lebih kuat dari Sushi asli Jepang serta menggunakan bahan yang lebih banyak. Makanan yang satu ini terbuat dari alpukat, mentimun, dan kepiting imitasi dengan rumput laut di bagian dalamnya.ada juga Chimichanga memiliki tampilan yang mirip dengan burrito, yaitu diolah dari lembaran tortilla yang diisi aneka daging dan sayur, lalu digulung rapi.sama seperti buritto Perbedaannya hanya satu, setelah digulung lalu digoreng.kemudian ada fajitas Makanan ini terbuat dari potongan steak yang dimasak menggunakan api besar dengan campuran paprika serta bawang bombay. Kemudian disajikan dalam tortillas baru selesai dibuat. dan taco memiliki bentuk yang seperti kebab. Terbuat dari tortilla gandung yang diisi dengan keju, daging, daun selada tomat, bawang, serta potongan Alpukat.


melihat hidangan didepannya membuat mata Valencia berbinar karena semua makanan favoritnya ada di didepannya.


"wahhhhhh, ini semua kesukaanku." ucap Valencia dengan berbinar ia mengambil California roll dan melahap nya.


Arthur hanya tersenyum melihat tingkah menggemaskan dari Valencia.


"kau ini yaaa, seperti anak kecil saja makan belepotan" Arthur melap potongan timun yang tersisa di ujung bibir Valencia.


diperlakukan seperti itu Valencia terdiam membeku "akhhhhhh, jantung ku tidak bisa diajak kompromi" umpat Valencia kesal dalam hati.


"silahkan dilanjut makan nya sweetie" ucap Arthur menggeleng kan kepalanya, melihat tingkah Valencia yang salah tingkah tadi membuat dia semakin yakin kalau dia sudah memasuki ke dalam hati Valencia.


"aku mendengar kalau Ryan sedang ada di negara ini, apa kau sudah tahu tentang hal ini?" tanya Valencia


Arthur hanya menganggukkan kepalanya


"dan beberapa hari ini aku dapat pesan dari nomor asing, yang selalu mengirimi ku kata-kata manis" sambung Valencia.


Arthur hanya diam sambil menahan tawanya, melihat ekspresi Valencia yang kesal membuat Arthur semakin membuat nya ingin membawa Valencia ke tempat yang paling sunyi agar hanya dirinya yang dapat melihat ekspresi menggemaskan Valencia.


"huuuftthhhhh, lebih baik aku kembali ke kantor" Valencia mengambil tasnya dan berniat ingin pergi. baru saja berbalik tangannya sudah dicekal oleh Arthur.


"apa lagi?" tanya Valencia ketus.


"duduk lah sweetie"perintah Arthur.


"aku sudah lama tahu Ryan ada di negara ini, tapi tenanglah ada aku yang mengurus nya. yang sekarang kau lakukan adalah apakah aku sudah bisa menjadi kekasih mu?" tanya Arthur sambil memandang mata Valencia lekat.


dipandang seperti itu Valencia gugup dan membuang muka.


"aku tidak tahu" ucap Valencia tak berani memandang Arthur.


"okeyyyyy...ayo, aku antar kamu ke kantor mu" ucap Arthur.


"ini______"


Arthur menutup bibir Valencia dengan telunjuknya. "tenanglah, aku masih bisa menunggu karena akan ku pastikan kamu itu hanya milikku." jawab Arthur dengan percaya diri.


#like


#komen