The Secret

The Secret
Chap.18 cemburu



happy reading all🄰


Li Wei bangun lebih awal dari biasanya. karena dia mendengar suara ribut-ribut di luar memaksa untuk bangun dan memeriksa keadaan di luar. tampak Jack dan dave juga beberapa tim medis dengan segala kesibukan mereka.


"Jack, itu kalian sedang apa pagi-pagi begini?" tanya Li Wei yang mencekal langkah Jack ketika berjalan dihadapannya.


"pagi juga nona" sapa Jack menunduk hormat. "ini ada beberapa penduduk yang terkena wabah di sekitar sini nona, dan juga ini bukan terlalu pagi nona yang bangun kesiangan" ucap Jack seraya berlalu meninggalkan Li Wei.


Li Wei yang mendengar penjelasan Jack menghentakkan kakinya kesal dan kembali ke kamarnya untuk mandi.


selesai mandi Li Wei pergi ke halaman depan dengan memakai alat pelindung diri(APD). ia melangkah ke arah kerumunan para dokter.


Li Wei memang bukan pandai dalam bidang kesehatan, mengingat wabah yang menyerang kota adalah wabah yang proses penularannya cepat mengharuskan ia memakai APD.


APD yang dipakai meliputi; Alat pelindung kepala,


alat pelindung muka dan mata, alat pelindung telinga,alat pelindung pernafasan, alat pelindung tangan dan kaki, dan pakaian pelindung.


semua alat yang dipakai bertujuan agar tidak terkena virus menular.


dilain sisi ,Arthur membawa Valencia ke teras depan villa mereka tampak begitu banyak orang berpakaian jas putih dengan stetoskop di lehernya. ia masih bingung dan menatap Arthur untuk meminta penjelasan tapi yang ditatap justru menatap ke arah lain ia mengikuti arah tatapan arthur. seketika membuat mood nya hancur.


"isshhhh apa-apaan dia ini" seru Valencia dalam hati kesal melihat Arthur yang sedang memperhatikan Li Wei.


Jack menghadap tuannya dan menyerahkan APD ke hadapan nona dan tuannya, tak menunggu waktu lama Valencia dan Arthur selesai memakainya dan menyusul ke halaman depan yang telah disulap menjadi tempat isolasi kesehatan.


Valencia memeriksa beberapa korban yang terkena dan memberikan pertolongan pertama, semua orang tampak ber sibuk mulai dari menangani pasien juga mengamankan para warga kota yg berdesak-desakan masuk membawa anggota keluarga mereka yang terkena virus.


tanpa terasa waktu bergulir cepat hingga pada malam hari Valencia, Arthur, Li Wei, asisten pribadi mereka dan juga beberapa petugas kesehatan tampak mulai kewalahan dalam hitungan jam korban bertambah dan mereka juga sudah berpindah tempat ke rumah sakit yang memiliki ruang inap yang lebih banyak.


"sudah sampai mana mereka?" tanya Arthur


"saat ini mereka sudah dalam perjalanan ke sini tuan" sahut Dave, memberi botol mineral pada tuannya.


Arthur menghela nafasnya lega "besok kau aturkan laboratorium mini untuk pengecekan virus ini, ini masalah yang sangat serius jika tidak ditangani dengan baik, mungkin negara-negara tetangga akan terpapar" terang Arthur seraya melepaskan masker yang ia pakai.


iya berjalan ke ruangan khusus,dimana begitu Arthur masuk cairan disinfektan menyemprot otomatis ke tubuh Arthur yang masih terbalut APD. diikuti Valencia, Li Wei, juga beberapa petugas lainnya.


selesai mengganti pakaian mereka berkumpul di ruang makan dan makan bersama, selesai makan mereka berbincang-bincang.


"tuan, petugas medis tambahan yang tuan minta sudah tiba dan sudah menangani para korban lainnya" lapor Dave.


sedangkan Arthur hanya menganggukkan kepalanya seraya memijat pelipisnya, Valencia melakukan peregangan otot kaki dan tangannya tampak semua orang tidak terlalu serius menanggapi ia berbicara.


"mungkin karena mereka kelelahan" ucap Dave dalam hati. mengingat satu harian penuh tuan dan nona nya terus bekerja dan istirahat jika sudah lapar itupun dengan waktu yang sedikit.


Jack meringis kesakitan seketika semua pandangan menatap aneh kepada mereka berdua, Jack menatap Dave dengan tatapan bingung dan tajam sedangkan Dave yang ditatap hanya memberikan kode lewat lirikan mata saja.


"kalian berdua ini kenapa?" tanya Li Wei keheranan.


"maaf tuan dan nona-nona ini sudah waktunya kembali ke kamar masing-masing, mungkin besok kita juga akan bekerja lebih lelah daripada yang tadi"


"huuuftthhhhh, hari ini benar-benar melelahkan" ucap Valencia seraya berjalan menuju kamarnya,


"duuuuuggghhh"


"awwwww" Li Wei meringis kesakitan, Untung saja ada Arthur disebelah nya dan Arthur dengan sigap menangkap Li Wei agar tidak terjatuh.


sontak saja hal itu membuat semua orang di ruangan itu mendadak heboh, Valencia yang melihat itu merasa tidak suka dan ia juga merasakan getaran aneh didalam hatinya, namun ia berusaha menutupi nya.


pandangan Arthur dan Li Wei terputus karena Valencia dengan sigap menarik li Wei dan memapah nya ke kamar.


"memang dasar sekali buaya tetap buaya" ucap Valencia ketus kepada Arthur, tak lupa ia menginjak kaki Arthur dan menutup pintu dengan keras.


"braaakkkkkkkk"


Arthur hanya melongo heran melihat itu dan menatap pada kedua asistennya, sedangkan yang ditatap juga bingung.


"mungkin nona Valencia cemburu tuan" bisik Jack, yang dibalas dengan anggukan oleh Dave.


"benarkah?" tanya Arthur tidak percaya.


"kalau begitu aku akan sering-sering membuat nya cemburu." sambung Arthur sambil tersenyum-senyum sendiri.


" jangan tuan, dari analisa saya semakin tuan mengganggu nona Valencia maka dapat dipastikan nona Valencia akan semakin dingin kepada anda tuan" ucap Jack memastikan.


meskipun ia belum terlalu lama menjadi asisten nya Valencia setidaknya ia tahu banyak hal tentang Valencia.


Arthur hanya menganggukkan kepalanya dan melirik sinis kepada kedua asistennya.


"apakah kalian sudah menyiapkan nya?" tanya Arthur kembali ke mode serius.


Jack dan dave serempak mengangguk kan kepalanya dan berjalan menuntun tuannya ke tempat rahasia mereka.


#***like


#komen


#vote***