
happy reading all 🥰
Valencia mengikuti dimana arah tatapan Arthur,
"Arthur jangan katakan kau mau ke pulau itu dengan menyeberangi nya?" tanya Valencia menggelengkan kepalanya.
Arthur hanya menatapnya diam dan tanpa aba-aba menariknya ikut berenang.
"mungkin jika kita berenang ke sana itu sama saja dengan mati. tapi lihatlah itu ada sebuah kapal yang berlayar." tunjuk Arthur
tidak jauh dari tempat mereka ada kapal yang melintas tampak seperti kapal ikan. Arthur berpikir dia akan berenang sampai kapal itu jarak kapal itu dengan Arthur sekitar 500 meter.
tanpa menunggu jawaban dari Valencia Arthur berenang dengan diikuti Valencia, saat sampai di belakang kapal. Arthur menarik Valencia agar tetap berpegangan pada ujung kapal. kebetulan saat ini sedang di negara X sedang musim dingin otomatis suhu air laut juga sangat dingin, Valencia rasanya tidak sanggup lagi. Arthur yang melihat kondisi Valencia dengan segera naik ke atas kapal dan mengangkat Valencia
sontak orang yang berada di kapal pun terkejut, sontak mereka mengeluarkan senjata tajam, Arthur menghitung jumlah orang di kapal ada sekitar 8 orang.
"****! ternyata mereka anggota Odessa"Arthur merutuki kebodohannya, melihat kondisi Valencia yang lemah dan keadaan yang tidak memungkinkan untuk kabur, mau tidak mau Arthur harus menyingkirkan mereka saat ia melihat ke arah crew kapal yang sedang berbicara dengan headset nya dengan segera ia menendang orang itu dan menginjak headset itu sampai hancur tak berbentuk.
sontak Anggota yang lainnya ikut menyerang ke Arthur secara membabi buta, perkelahian tak terelakkan lagi Arthur menyerang mereka dengan tangan kosong.
Arthur yang memang sudah lama tidak berkelahi begitu semangat menghajar mereka membabi buta satu persatu ia campakkan ke laut. ia bahkan mengambil semua senjata yang ada pada mereka.
saat Arthur hendak mengambil alih nahkoda kapal. ia mendengar suara teriakan Valencia.
"Arthur awas di belakangmu!" Arthur dengan mudahnya menghindar terlihat ada sebatang balok kayu yang akan mendarat di kepalanya.
"matilah kau sialan" Arthur memukul balik pria itu dan menginjak kaki serta beberapa anggota vital pria tersebut. dan membuangnya Ke laut.
Valencia berlari menghambur ke pelukan Arthur ia sangat ketakutan.
"Arthur, kau membunuh mereka" ujar Valencia takut selama ini ia terbiasa melihat Arthur bekerja dengan tumpukan dokumen. jadi ia merasa syok melihat Arthur sangat ahli bertarung.
"ssst. sebaiknya kamu duduklah dan keringkan badanmu." Arthur membawa Valencia duduk di sofa yang ada di geladak kapal. dan melempar handuk yang ada di geladak.
"kau, duduklah disini aku pergi sebentar ingin mencari handphone" Valencia hanya bisa menganggukkan kepalanya.
saat sampai di geladak bawah kapal Arthur mendengar suara isakan tangis seorang gadis. ia berjalan mengikuti suara itu.
hiks.hiks.hiks.
Arthur melihat di pojokan ada seorang gadis meringkuk menangis ketakutan.ia berjalan mendekat menyentuh lengan gadis itu.
"huaaa! jangan sentuh aku bajingan" teriak si gadis menutup kedua telinganya dan semakin meringkuk kedalam lutut nya.
Arthur mengernyit heran. merasa tidak melakukan apa-apa pada gadis itu pun mencoba gadis itu berbicara semakin Arthur membujuknya semakin Gadis itu berteriak kencang.
merasa jika ia tidak bisa mengajak gadis itu berbicara Arthur berlari ke geladak atas dan membawa Valencia yan sibuk mengeringkan rambut dengan handuk yang diberikan nya tadi.
"ayo ikut aku!" Arthur menarik Valencia berjalan ke geladak bawah. Valencia yang ditarik hanya bisa menurut.
"eh...ini ada apa" tanya Valencia heran melihat Arthur membawanya kebawah dengan tergesa-gesa. Arthur hanya menjawab dengan melirik Valencia dan menunjuk ke seorang gadis yang menangis di pojokan.
"hei, ini apa kau bisa mendengar suaraku, jangan takut kami tidak menyakiti mu." Valencia mencoba mengajak gadis itu berbicara.gadis itu yang mendengar suara wanita pun terdiam ia berpikir sejenak,semenjak ia diculik kelompok berpakaian hitam dan berbadan kekar dengan tampang sangar ia tidak ada mendengar suara wanita.
ia mencoba mengangkat kepalanya.
degggggg.
saat kedua mata gadis bertemu dengan kedua bola mata Valencia ia terkejut.
"va...va... Valencia." ucap gadis itu, seketika ia ambruk dan seluruh pandangan nya menggelap.
----------------
sementara keadaan di pantai tidak kalah panasnya pertempuran besar antara klan Odessa dengan dua kekuatan besar keluarga terpengaruh di dunia,keluarga Smith dan keluarga Bernando.
mereka berhasil melumpuhkan Anggota Odessa yang berada di sekitar pantai, mereka habis membantai anggota Odessa itu tanpa ampun, dan hanya menyisakan satu orang yang diikat di pohon kelapangan.
Dave dan Jack mencoba menginterogasi orang itu. sambil mengisap cerutunya dan duduk manis di kursi yang disediakan bawahannya.
"cepat katakan dimana kalian bawa tuan dan nona kami."
orang yang ditanyai hanya tersenyum smirk. ia juga bingung dimana kedua target mereka itu kabur. mereka juga telah mengepung sekeliling pantai ini.
"ciihhh. mau kau bunuh pun aku tidak takut. karena aku tidak takut mati." orang itu berdecih. ia hanya pasrah tentang hidup dan matinya. karena dalam klan mereka pantang pulang dengan selamat sebelum mereka menang.
"sombong sekali anda." ucap Dave mematikan cerutunya dan berdiri tepat di hadapan pria itu dan menembaknya.
brughhhh.
pria itu jatuh ketanah. semua bawahannya dan Jack terkagum melihat kemampuan pistol yang dipegang Dave, tanpa mengeluarkan suara sedikitpun mampu menembak orang.
"tak kusangka dengan sekali uji coba pistol sangat akurat dalam membidik bahkan tidak bersuara ." ucap Dave. ya tadi sewaktu tuan besar mereka menyuruhnya untuk menyelamatkan tuannya ia masih di lokasi pabrik. kebetulan pistol nya sudah jadi tinggal melewati tahapan dan uji coba dan diproduksi secara besar-besaran.
"maksudmu...." Jack belum selesai berbicara Dave langsung mengangguk kan kepalanya. dan berjalan begitu saja meninggalkan Jack.
"sial! aku kalah keren daripada dia." gerutu Jack dalam hati. ia tidak terima ia kalah pesona dengan asisten pribadinya tuan Arthur. memang dia juga orang nya tuan Arthur tapi itu berbeda,, jika Dave melayani tuannya ia hanya melayani wanita pujaan tuannya.
saat Jack hendak memerintahkan bawahannya, Dave lebih dulu membuka suara.
"sururi pantai ini dan temukan petunjuk sekecil apapun." perintah dave yang di angguki bawahannya. Jack hanya bisa memandang kesal dan mulai menyusuri sekitar pantai.
ia melihat dipinggir pantai ada sebuah batu karang yang menjorok kelaut. ia berjalan kesitu.memerhatikan dengan cermat bebatuan yang ada disitu. ia berpikir tuannya pasti meninggalkan petunjuk disitu.
"dapat!" Jack bersorak dalam hati. ia melihat di sebuah batu karang ada gambar dua orang berenang dan gambar kapal. dibawahnya terdapat kode rahasia mereka yang menandakan tuannya sedang butuh bala bantuan datang secepat mungkin.
#***like
#komen
#vote***