The Secret

The Secret
Chap 12. Li wei



Arthur merebahkan gadis itu dengan hati-hati, dan mulai melakukan pengecekan kesehatan pada gadis itu. 'ini sejak kapan ia pintar mengobati orang' ujar Valencia dalam hati, ia heran melihat Arthur menusuk jarum peraknya. ke beberapa titik di bagian tubuh gadis itu.


"itu sejak kapan kau menggunakan jarum itu"tanya Valencia.


"yang pastinya tidak ada hal yang tidak bisa kulakukan. kecuali menyerupai tuhan dan..." Arthur menjeda ucapannya sejenak.


"dan apa?" tanya Valencia mendesak ingin tahu.


"ahh, sudahlah sebaiknya kita keluar menunggu gadis ini sadar." ujar Arthur berjalan ke luar melihat situasi sekitarnya menggunakan teropong.


Valencia yang masih belum puas dengan jawaban Arthur memilih mengikuti nya, sepertinya semakin mengenal Arthur semakin ia melihat bakat yang sengaja disembunyikan nya.


"emm,itu...tadi aku melihat kau menggunakan jarum perak itu menusuk di beberapa organ tubuh gadis itu, gunanya untuk apa?"


"teknik yang aku pakai hanya untuk menghilangkan rasa sakit saja" ujar Arthur karena ia melihat gadis itu seperti mengalami kekerasan fisik dibeberapa anggota tubuhnya juga tidak diberi makan.


"kau itu ya! jadi sampai kapan kita disini aku lapar" sentak Valencia berkacak pinggang.


Arthur memberikan teropong pada Valencia. Valencia mengambilnya dan melihat ada beberapa kapal yang berjalan ke arah mereka juga ada 2 buah helikopter. ia mencoba mempertajam pandangannya memerhatikan dengan seksama ada bendera negara X. 'mati aku' rutuk Valencia dalam hati.


dapat dipastikan oleh Valencia setelah ini ia akan disuruh melakukan pelatihan apa militer di mansion milik papa-nya. 'tapi kenapa papa nya bisa tahu lokasi mereka sekarang' ujar Valencia dalam hati.


disaat keduanya sedang asyik berperang dengan pikiran mereka masing-masing. tampak seorang gadis mengerjapkan matanya, saat melihat ia dengan posisi tidur terbaring ia berteriak kencang.


Arthur dan Valencia yang mendengar itu dengan segera berlari, Valencia yang melihat gadis itu seperti orang ketakutan ia perlahan mendekatinya.


"hei...jangan takut kami tidak akan menyakitimu."


gadis itu melihat asal suara, sontak saja ia langsung berlari memeluk Valencia. ia menangis di pelukan Valencia.


Arthur mengernyit bingung, ia menatap Valencia yang dibalas dengan gelengan kepala Valencia.


saat dirasa sudah tenang gadis itu melepaskan pelukannya.


"valen, benarkah ini kau Valencia Smith" ujar gadis itu. Valencia mengangguk mengiyakan.


"apa kau mengenalku?" tanya Valencia


"apa kau masih ingat tentang gantungan kunci bunga terompet?" tanya gadis itu.


"astaga!!! kau Li Wei kan tetanggaku saat aku dan kedua orangtuaku tinggal di negara C" tanya Valencia berapi-api.


"iya...dulu saat orangtuamu pergi bekerja kau selalu diantar bermain kerumah ku. dan saat kau akan pergi ke negara mu, aku memberikan gantungan kunci itu sebagai kenang-kenangan.


Valencia yang mendengar itu menangis dan memeluk kembali sahabatnya itu, siapa sangka ia akan bertemu dengan teman lamanya di situasi yang buruk.


Valencia berpikir jika ia dan Arthur tidak ke kapal ini mungkin teman lamanya ini sudah dibuang oleh orang-orang jahat itu ke laut.


Valencia melepaskan pelukannya dan melirik ke arah Arthur, Arthur yang mengerti lirikan Valencia pun memilih keluar ia memberikan ruang untuk kedua teman lama yang baru bertemu untuk berbicara.


"sekarang bisa kau cerita bagaimana kau bisa ada disini?" tanya Valencia.


"aku juga tidak tahu saat aku sedang mengikuti acara lelang dengan ayahku tiba-tiba di tengah acara lampu mati dan aku tidak sadarkan diri, saat aku membuka mataku aku sudah berada disini dan mereka ingin menyentuhku." ucap Li Wei bergetar menahan tangis.


Valencia memeluk kembali sahabatnya itu ia merasa disini bukanlah waktu dan tempat yang tepat untuk membahas masalah itu. pelukan mereka terlepas saat mendengar teriakan Arthur yang memanggil mereka.


diluar Valencia berjalan diikuti Li Wei mendekati Arthur.


"kalian naiklah menggunakan helikopter yang langsung membawa kalian ke negara X aku masih ada urusan disini." perintah Arthur.


Valencia hanya diam di tempat ia tak habis pikir dengan Arthur 'apa dia tidak lelah sehabis berenang dan berkelahi dan sekarang masih ingin mengurus masalah disini' Valencia menatap Arthur marah dan menarik tangannya.


"apa kau pikir kau itu dewa hahh! masih ada Jack dan dave yang mengurusnya, kau pikirkan kesehatan mu jika kau terus bekerja dan sakit bagaimana caramu untuk melawan musuh dengan kesehatan mu yang buruk." ucap Valencia tegas. Arthur hanya tersenyum tipis menyembunyikan rasa senangnya mendengar penuturan Valencia yang secara tidak langsung mengkhawatirkan nya. seketika rasa lelah Arthur hilang sudah hanya dengan perhatian kecil dari pujaan nya.


sedangkan Jack dan dave hanya diam mereka tidak ada yang berani membuka suara jika tidak diperintahkan.


"tidak sweetie ada hal penting yang akan aku urus sebentar, kau pulanglah dulu, bukankah tadi kau berkata sedang lapar.?" tanya Arthur mencandai Valencia.


Valencia hanya diam saja enggan menanggapi. selang beberapa detik ia berjalan menaiki heli tanpa mengucapkan sepatah katapun pada arthur.


#like


#komen


#vote