The Secret

The Secret
Bab 1



Sarah tidur dengan gelisah, dia menggeleng-gelengkan kepalanya dengan keringat dingin di pelipisnya, tangannya mencengkram erat sprei dan rancauan rancauan tidak jelas keluar dari bibirnya.


"Tidak ... jangan ... aku mohon ... lepaskan ... jangan ...."


Sarah mulai terbangun dan langsung terduduk dengan nafas berkejar-kejaran. Sudah hampirĀ  tujuh tahun berlalu tapi dia masih saja dihantui mimpi-mimpi sialan itu.


Sarah mengacak rambutnya kesal dan turun dari ranjang. Dia berjalan ke arah kamar mandi untuk membasuh wajahnya, merasakan dinginnya air yang terasa menyegarkan. Iris mata indahnya kini menatap pantulan wajah dari wastafel. Bentuk wajah sempurna dengan hidung mancung dan bibir tebal menggoda menjadi sebuah anugerah sekaligus bencana untuknya.


Semua kesialannya berasal dari wajah cantiknya, tapi dengan kecantikan ini pula dia bisa mendapatkan segalanya.


Sarah menuju balkon apartemennya dan seketika terpaan angin malam menyambut. Ini masih dini hari dan tidak mungkin Sarah bisa tidur lagi setelah mimpi sialan itu datang.


Sarah harus melupakan mimpi itu dan satu satunya tempat yang bisa membuat dia lupa adalah sebuah club malam yang menjadi langganannya. Dia mengambil kunci mobilnya di atas nakas dan bergegas turun.


Gadis itu melajukan mobilnya dengan tenang dijalan bebas hambatan, jalan ini memang selalu sepi tidak banyak kendaraan yang melewati jalan ini. Tiba-tiba dia menghentikan mobilnya di tepi jalan, sepertinya menenangkan diri di pinggir jalan bukan ide yang buruk. Dan dia mengurungkan niatnya untuk pergi ke club.


Sarah turun dari mobil dan mulai naik di pembatas jalan. Dia berdiri di sana, melihat banyaknya kendaraan yang berlalu lalang di bawah nya. Ah ya ... Ini adalah New York dan tidak ada kata tidur untuk kota ini.


Dia merentangkan kedua tangannya sambil memejamkan mata. Sarah merasakan dinginnya angin malam menusuk sampai kedalam pori pori kulitnya.


"Ini sangat menyenangkan," batinnya. Dia berharap bayangan masalalunya akan terbang bersama angin malam ini.


Tiba tiba Sarah merasakan tubuhnya melayang dan jatuh menimpa sesuatu. Dia segera membuka mata dan mendapati tubuhnya ada diatas pelukan seseorang. Dia segera bangkit dan menatap tajam ke arah seorang laki laki yang telah menggangunya.


"What the **** are u doing, Dude?" teriak Sarah sambil berkacak pinggang.


Lelaki itu berdiri menjulang di depan sarah. Wajahnya tampak jelas di sinari lampu jalan.


'oh shit... Dia sangat tampan dan juga seksi' batin Sarah.


Sarah segera menyembunyikan wajah terpesonanya tapi terlambat karena pemuda bermata tajam itu telah melihatnya yang terlihat konyol.


"Apakah hidupmu begitu sulit sampai kau ingin mengakhirinya, Nona?" tanya pemuda tinggi tegap itu seraya berjalan mendekat kearahnya.


Sarah mengerjapkan matanya bingung dengan pertanyaan pemuda itu, lalu sedetik kemudian dia tertawa keras karna telah menyadari kekonyolan yang terjadi.


Michael tampak mengangkat alisnya, dia heran dengan gadis di depannya. Tadi dia marah dan sekarang tertawa terbahak bahak. Apakah gadis ini gila pikirnya, tapi mana ada orang gila secantik ini.


"Are u crazy, Dude? Hidupku terlalu bahagia untuk diakhiri begitu saja, aku hanya ingin mencari udara segar," jawab Sarah masih menahan tawa.


"Ok kalau begitu nikmatilah malam mu nona," jawab Michael dan berlalu meninggalkan Sarah.


Tiba tiba Michael kembali menoleh saat mencapai mobilnya. "Dan gantilah bajumu itu, Nona, banyak srigala srigala kelaparan di kota ini," kata Michael dengan senyum miring.


Sarah memang hanya mengenakan tanktop putih yang tak sampai menutupi perut datarnya dan sebuah hot pant yang hanya sampai bawah pantatnya.


Sarah melongo melihat laki laki itu pergi begitu saja meninggalkannya. Selama dia menginjakkan kakinya di kota besar ini tak satupun lelaki yang pernah mengabaikannya. Semua lelaki yang melihatnya pasti langsung tergoda dengan bentuk tubuh dan kecantikannya. Bagaimana tidak, dengan tinggi 170cm, berat 55kg dan ukuran dada 34C dengan pantat berisi dengan lekukan pinggang yang sempurna tak hayal Sarah menjadi top model majalah dewasa.


'ah mungkin dia homo' batin Sarah.


Michael POV


Ingin rasanya aku menariknya dan menguncinya dikamarku. Sialan.. Baru kali ini tubuh ku bereaksi berlebihan hanya dengan melihat seorang gadis.


Aku harus segera pulang dan mandi air dingin untuk meredakan gairahku.


\=\=*\=\=


Sarah memasuki gedung apartemenya dengan kesal. Dia benci menyadari kalau dirinya begitu penasaran dengan lelaki tadi.


'dia homo' kata itu yang sekarang dia ucapkan berkali kali untuk menenangkan dirinya.


Sarah memasuki lift, saat pintu lift akan tertutup tiba tiba sebuah tangan menahannya. Dan masuklah laki laki yang sangat tidak ingin Sarah temui saat ini, ya dia laki laki "homo" yang ditemuinya dijalan tadi.


"Ah kita bertemu lagi Nona," kata Michael dengan seringainya.


"Apa kau mengikutiku?" tanya Sarah memicingkan mata curiga.


Michael tertawa rendah.


"Suara tawanya terdengar begitu seksi bagaikan tawa seorang iblis tampan," batin Sarah


Seketika Dia menggeleng pelan untuk menyadarkan dirinya kalau lelaki di depannya adalah seorang homo yang kebetulan berwajah tampan.


"Apa kau pikir kau sangat cantik Nona? Apa kau anggap semua laki laki akan terpesona dengan mu?" kata Michael yang sontak membuat Sarah menggeram marah.


"Ah ya aku lupa, seorang homo tidak akan terpesona dengan wanita, seseksi apapun wanita itu," kata Sarah sambil mengibaskan rambutnya.


Michael bergerak mendekat kearahnya dan semakin menghimpit tubuh gadis itu ke dinding lift. Sekarang Sarah mulai menyesali ucapannya, dia benar benar mengutuk mulut tajamnya yang tidak bisa dikontrol.


Sarah melihat mata hijau pucat itu menatapnya seperti seekor singa yang siap melahap mangsanya.


"Apakah kau merasakannya sayang? Bahkan aku bisa membuatmu tidak bisa berjalan dengan senjataku ini," bisik Michael sambil menekankan pusat gairahnya yang sudah sangat keras ke perut sarah.


"Holly shit...." batin sarah sambil menelan ludahnya dengan susah payah.


"Hati hati dengan mulut manismu ini sayang," bisik Michael yang langsung melumat bibir Sarah dengan rakus.


Mata gadis itu membulat sempurna, terlalu terkejut dengan apa yang terjadi secara tiba-tiba. Bahkan sekarang kakinya terasa sangat lemas, refleks dia mengalungkan tangannya ke leher pemuda itu.


Sarah benar-benar terbuai dengan permainan lidah Michael di mulutnya. Desahan lolos dari bibirnya saat Michael menghisap lidahnya.


Ini adalah pertama kalinya Sarah bisa menerima sentuhan di tubuhnya, bahkan dia mulai merasakan gejolak dalam dirinya yang belum pernah terjadi sebelumnya.


It's so fucking crazy...


#To be continue...


Akhirnya bisa update juga.. Sebenarnya aku masih belum tahu akhirnya seperti apa, jadi biarkan mengalir saja...