
"Agra" Panggil Zahira kemudian berlari kearah pria tersebut.
"Zahira? Kenapa dia bisa ada disini?" tanya Agra pada manajer disampingnya. Manajaer itu hanya diam tak berkutik.
Kini Zahira telah ada didepan Agra "Gimana perjalanannya, pasti capek?" tanya gadis itu.
"Oke gue pergi dulu ya" pamit Manajer itu, membiarkan keduanya berbicara.
"Sini aku bawain" tawar Zahira.
"Koper gue udah dibawa Manajer" jawab Agra sinis.
"Siapa juga? mau bawain koper. maksut aku tas selempangnya biar aku yang bawa" jelas gadis itu menatap Agra.
Agra berjalan meninggalkan Zahira "Gak usah, Mending lo pulang!"
"Agra tunggu!" panggil Zahira berusaha mensejajarkan langkahnya dengan pria itu.
"Apa sih!!" lagi-lagi dijawab ketus.
"A...ak..aku" ucap Zahira terbata-bata.
Agra menatap Zahira dengan raut jengah "Elo mau apa? Ngapain sih lo juga pake acara dateng segala? Gue benci tau liat lo!!" cecar Agra dengan nada naik satu stansa. lalu meninggalkan Zahira.
Tiba-tiba Zahira menginterupsi "Agra, aku laper!" Agra memberhentikan langkahnya, ia menatap gadis dibelakangnya dengan raut masam.
"Ayok" ajak Agra pada Zahira. kini keduanya berjalan, bersama tapi tak saling tatap hanya Agra lah yang tak mau menatap Zahira.
Sebenarnya Zahira sudah kenyang, tapi untuk bisa meluangkan waktu dengan Agra dia akan lakukan cara apapun agar Agra mau.
**
Tok..
Tokk.. Tookkk..
Suara pintu diketuk dari luar, Zareca menuruni tangga lalu membuka pintu rumahnya.
"Siapa anda?" tanya gadis berusia 17 tahun itu.
"Saya Ragil guru privat Zahira. Kamu sendiri siapa?" tanya Ragil balik.
"Aku adiknya. Silakan masuk" ucap Zareca mempersilakan Ragil masuk.
"Mau minum apa?" tanya Zareca setelah Ragil duduk disofa.
"Gak usah, Mana kakak mu?" tanya Ragil kembali.
"Keluar. kalau mau sambil nunggu saya buatin minuman" tawar Zareca lagi.
"Gak usah, saya tunggu saja" jawab Ragil.
"Oh.. ya namamu siapa?" lanjutnya
"Zareca, panggil Eca" jawab gadis berambut kuncir kuda itu.
"Kalau butuh apa-apa?panggil saya. saya ada ditengah" ucap Zareca kemudian melenggang pergi dari ruang tamu. Ragil mengangguki ucapan gadis itu.
"Ternyata Kakak belum berubah" gumam Zareca dalam hati.
**
Kini Agra dan Zahira ada direstoran siap saji, keduanya duduk saling berhadapan.
"Kamu kok gak pesen makanan. cuman minuman, Apa gak laper?" Tanya Zahira sembari mengunyah spageti itu.
Zahira memutar bola matanya "Aku denger kamu menang tournament renang di Beijing. Selamat ya, maaf telat ngucapinnya"
"Iya makasih" dijawab dengan ketus.
"Pasti besok kamu masuk kuliah ya. kalau masuk, kita berangkat bareng ya?" pinta Zahira.
"Apa lo tau? kenapa gue mau nemenin lo makan. meski gue baru dateng dari cina dan capek. Gue kasih tau! itu semua karena gue gak mau mama lo berhenti mendanai perusahaan bokap gue" Agra menghela nafasnya.
"Yah,,, meskipun Ayah juga nyuruh gue buat perhatian sama lo. Tapi itu semua terpaksa! Masalah berangkat kuliah bareng, Gue gak bisa sama lo. Gue udah janji berangkat sama Bianca" lanjutnya kemudian menyandarkan punggungnya pada kursi.
"Kenapa kamu berubah sih Agra! dulu kamu gak kayak gini. Bianca itu jahat jauhi dia. Tolong kamu percaya sama aku" Zahira meneteskan air mata.
"Percaya? Berubah?. Gue gak bakal percaya, disini lo yang jahat dan gue gak berubah, gue masih sama kayak dulu, Tapi elo yang berubah. Elo Egois!!" ujar Agra lalu pergi meninggalkan Zahira.
Zahira menangis, beberapa kali perkataan Agra membuatnya seperti ini "Gue gak salah, Gue gak berubah. tapi lo yang berubah karena insiden itu. Bukan lo aja yang terluka, satu tahun ini gue juga Depresi"
Ponselnya terus berdering, tapi tak ia lihat. Ketika Zahira bersedih ia lebih suka pergi ke taman. melihat anak-anak kecil bermain mengigatkannya akan kenangan lama, masa yang indah tak ada masalah, tak ada yang menjahuinya, hanya ada kebahagiaan yang banyak disana.
Tiba-tiba arah tangannya membuka pesan dan Ragil tanpa disadari. Pria itu spam chat cukup banyak. Zahira putuskan membacanya sekejap.
**7 PESAN BELUM DIBACA
Ragil.saba**
Kamu dimana?
Suruh saya dateng kesini
Tapi kamu gak ada
Kamu balas dendam ke saya
Karena saya gak dateng kemarin
Oke kalau gitu kamu menang
Sekarang kamu dimana? saya samperin
**21:05 PM READ
Zahira.nadavine\_put**
Berapa lama lagi sih lo nunggu gue
Pergi aja gk papa
Gue sibuk, Besok aja bimbel
**22:01 PM READ**
Selang beberapa menit setelah membalas chat dari Ragil. Hujan turun dengan derasnya
"Apes banget sih,, gue hari ini!" gerutu Zahira. Zahira masih tetap duduk dibangku taman meski hujan kala itu begitu deras, Ia biarkan hujan mengguyur tubuhnya. seperti perasaannya yang tengah rapuh kala itu.
Waktu itu seorang pemuda berdiri dihadapannya, Pemuda itu memayungi tubuh Zahira dengan payungnya. Zahira yang merasa air hujan tak menimpanya, mendongakkan netranya keatas bersamaan itu ia melihat seseorang dihadapannya. mungkin saat itu Zahira tak menyadari kehadiran pemuda tersebut.
Zahira berdiri dari tempatnya duduk "Ngapain Lo disini?" selidiknya.