The Love Equations

The Love Equations
TLE03



Jam kampusnya sudah selesai lebih awal karena ada beberapa dosen yang sibuk entah kemana akhirnya kelas dibubarkan. Zahira melangkah menuju parkiran kampus, dimana mobilnya berada disitu. Saat akan membuka pintu mobil, sebuah suara memanggilnya.


“Zahira Nadavine Putri” teriak pria jakung itu yang tak lain Luhan.


Zahira menorehkan pandangannya kearah suara, ia terkejut bagaimana Luhan bisa mengetahui nama lengkapnya. Langkahnya terpaku menunggu pria itu menghampirinya. Luhan berjalan dengan gontai lalu berdiri didepan Zahira, ia menatap gadis itu lekat-lekat, begitupun Zahira ia menatap balik luhan tapi dengan tatapan mengintimidasi menunggu pria itu mengatakan tujuan memanggilnya.


“Mulai sekarang elo milik gue” ucap Luhan singkat, lalu menarik Zahira ke pelukannya.


Zahira terkejut, ia memukul dada Luhan yang mendekap tubuhnya dan mendorong tubuh pria itu menjauh darinya, kebetulan tidak ada orang di parkiran saat itu. Zahira dengan leluasa menampar wajah pria itu, yang dipercayai orang kampus sebagai seorang selebriti.


“Elo gila!! Kalau mau cari cewek murahan disini, bukan gue orangnya!” cecar Zahira sembari menghembuskan nafas yang terasa berat.


“Gue gak cari cewek murahan, kok. Tapi gue cari cewek yang tipenya kayak elo” ucap Luhan seraya mencubit pipi Zahira. Yang semakin membuat gadis itu berapi-api karena marah.


“ Ternyata tamparan gak buat elo sadar ya!” ujar Zahira semakin memanas, bukannya menjauhi Luhan ia semakin mendekatkan langkahnya ke arah Luhan.


"Gue gak takut sama lo. Elo pikir gue langsung nge-fly gitu setelah lo baperin kayak tadi. Mending simpen gombalan lo buat cewek murahan diluar sana! Satu lagi, Berani muncul dihadapan gue. Tangan lo gue patahin!!” jawab Zahira lalu melenggang pergi menuju mobil.


"Bagus lah gak sia-sia, gue bikin lo marah. Ini baru permulaan karena lo kacangin gue tadi dikafetaria" gumam Luhan seraya tersenyum menyeringai.


**


Zahira membuka knop pintu rumah, ia menyandarkan tubuhnya pada sofa sembari melepas tas yang diselampingkan di tangan kanannya. Beberapa kali deruan nafas berat ia hembuskan, baginya hari ini sangatlah melelahkan banyak tugas yang ada dikepalanya mulai dari tugas jurusan dan non jurusan. Ia memejamkan matanya merasakan ketenangan yang menjalar ditubuhnya, hingga sebuah suara menginterupsi.


“Non Zahira, udah pulang? Mau dibuatin minuman apa?” tanya pembantu yang bernama Laras itu.


“Tunggu, Non” sergah Laras.


Zahira mengehentikan langkahnya dan memutar tubuhnya 180 derajat “Ada apa, bi?”


“Ada tamu, Non. Saya tadi bilang ke dia suruh nunggu di ruang tamu aja. Eh,, tapi dia masuk keruang tengah katanya dia tamu yang penting. Saya tanya mau ketemu siapa? Bilangnya Zahira” ujar laras panjang kali lebar kali tinggi.


“Tamu, bi?” Zahira berpikir nanar dengan ucapan tamu! Tapi siapa? Yang berani masuk kerumahnya hingga ruang tengah “ciri – cirinya kek gimana, Bi” tanya Zahira penasaran.


“Pastinya manusia, laki-laki, ganteng, tinggi, putih dan terakhir kayaknya seumuran sama Non”ucap laras menyebut satu persatu kriteria tersebut.


Sekali lagi Zahira berpikir, ia tak bisa menanyakan lebih dari itu karena laras ini pembantu barunya jadi wajar ia belum mengenal orang yang pernah berkunjung kerumahnya. Tapi pemikirannya tertuju pada satu nama yang pasti dari lubuk hatinya.


“Bi, udah berapa lama orang itu nunggu saya” tanya Zahira sekali lagi.


“udah 3 jam-an kayak nya, Non” desis wanita berumur tiga puluhan itu.


Buru-buru Zahira berlari ke ruang tengah menghampiri tamu yang katanya penting. Laras yang memperhatikan kelakuan nyonya muda keluaraga itu, berpikir menerawang.


“Kok kayaknya penting banget sih,, orang itu buat Non Zahira”


Zahira memperhatikan beberapa sudut ruangan tersebut, hingga arah pandangnya berhenti saat menatap punggung seorang pria jakung yang tengah duduk disofa berwarna cream itu. Zahira tak melihat siapa pria itu, tapi ia yakin siapa pria tersebut


“Agra” panggil zahira yang sontak membuat pria itu menghentikan aktivitasnnya. pria itu menoleh kearah suara, ia menatap gadis di hadapannya lekat-lekat.