The Love Equations

The Love Equations
TLE16



"Jadi lo masih berhubungan sama tuh cowok!" Agra mendelik.


"Elo tenang aja kok, gue bisa pura-pura jadi tunangan yang bahagia meski lo sebenernya deket sama Bianca. Setidaknya biarin gue bahagia sama siapapun. pertunangan diantara kita cuma sandiwara" ucap Zahira seraya menghela nafas kasar lalu melangkah mendahului Agra. Pria itu diam mendengar perkataan Zahira.


***


Agra menghampiri meja nomor 23, dapat dilihat Agra sepertinya marah. Ia berdiri menatap gadis yang tengah berselok dicermin yang dipegangnya.


"Agra silakan duduk" ucap Bianca dengan senyum manisnya.


"Gak usah" jawabnya datar.


"Kamu kenapa?" Bianca memegang tangan Agra. Tapi seketika pemuda itu menepisnya.


"Gue dukung elo karena gue kasihan, tapi jangan pernah anggap rasa kasihan itu berubah jadi cinta. kalau gue denger rumor lo deket sama gue, Gue yang pertama kali yang bakal ngelindungin Zahira" ujar Agra mendekatkan tatapannya pada Bianca.


"Satu lagi.. Elo bisa hina Zahira. Tapi jangan pernah ngomong ke dia kalau kita punya hubungan" tekannya lalu berbalik meninggalkan Bianca.


"Tunggu!" panggil Bianca lalu menghampiri Agra dan menyeretnya keluar Cafe.


Bianca menatap Agra dengan marah "Cihh,,, terus maksut lo disamping gue setelah insiden itu apa!"


"Elo cuma pelarian sekejap gue" tatap Agra.


"Ternyata semua cowok sama. mereka suka permainin hati cewek mereka singgah sebentar lalu pergi. Emang lo pikir gue apa?" Bianca menangis.


"Kalau gitu balik gih ke Zahira. Gue juga gak butuh lo" Bianca memukul dada bidang Agra.


"Tapi lo harus inget Zahira bukan yang dulu. dihatinya cuma ada satu nama itu Aryan. Elo yang udah buat Aryan pergi dari sisinya" tekan Bianca membuat Agra memundurkan langkahnya.


"Itu kesalahan Zahira gue gak salah" ucap Agra linglung.


"Elo masih bodoh aja Agra, Elo tuh pengecut. Gue tau semuanya. Seandainya elo gak suruh kru yang serahin pengaturan tata lampu panggung ke Zahira. Semua gak bakal terjadi. Aryan pasti masih sama kita!" Bianca terus menangis.


Agra memajukan langkahnya lalu memeluk Bianca "Maafin gue Bi, seharusnya gue gak ngomong kayak tadi" rasanya Agra tak berdaya hatinya rapuh, sangat sulit mengucapkan maaf pada wanita dihadapannya. Disisi lain ia membenci Bianca tapi ia juga harus tetap bertahan dalam drama yang Bianca buat. Lagi-lagi ia harus menyerah kesekian kalianya.


Dikejahuan Luhan mendengarkan percakapan mereka "Aryan itu siapa?"


***


Luhan berjalan mengendap-ngedap, ia ingin mengagetkan gadis dihadapannya.


"Hai Aryan" panggil Luhan langsung merangkul pundak Zahira. sontak gadis itu mengeluarkan seni bela dirinya, ia melintir tangan Luhan tanpa melihat pria itu.


"Aryan? beraninya elo manggil nama itu!" Zahira semakin pererat jurusnya.


"Aww,, sakit ini gue Zah, Luhan" jawabnya


Zahira melepas tangan Luhan, membuat pemuda itu meringis kesakitan sesudahnya.


"Elo kenapa sih? sakit tau!" gerutu Luhan.


"Elo sih cari gara-gara!" ujar Zahira melayangkan pukulan kearah Luhan tapi tidak jadi, ia malah tertawa melihat reaksi Luhan.


"Sekarang gue tau, elo tuh gak cinta sama tunangan lo waktu itu. Tapi lo tuh cintanya sama Aryan. dan nama yang ada dihati lo sampai saat ini" ucap Luhan seraya meluruskan tangannya yang sakit.


"Elo tau nama Aryan dari siapa?" tanya Zahira.


"Salah! kalau lo gak ngomong gue bakal pelintir tangan lo lagi" ancam Zahira dengan raut datar.


"Iya, iya. tadi itu gue denger dari Bianca" ucapnya pasrah.


"Apa aja yang dia omongin tentang Aryan" Zahira mendekat kearah Luhan.


"Kalau lo mau tau, lo ikut gue!" ajak Luhan menarik gadis itu.


Luhan membawa gadis itu ke balkon fakultas, dimana tempat paling sepi dan jarang dikunjungi mahasiswa.


"Mau ngomong apa sih? perlu banget kesini!" cecar Zahira.


"Ini siasat gue, biar lo gak bisa kabur dari pertanyaan gue" jawab Luhan membuat Zahira penasaran.


"Jadi lo mau tanya apa?"


"Topiknya masih tentang Aryan" Luhan memundurkan langkahnya mendekat kearah tepi gedung yang tidak dibatasi pagar, membuat Zahira panik.


"Luhan awas, Gila ya lo mau bunuh diri!" Zahira berteriak.


"Kalau lo mau jawab setiap pertanyaan gue. Gue bakal maju satu langkah kearah lo"


Zahira memberi tatapan jengah "Iya! pertanyaannya apa dulu"


"Elo harus cerita masa lalu lo? dan siapa itu Aryan" jelas Luhan.


"Kenapa sih banyak orang luar yang kepo sama masa lalu gue! lagian itu semua gak ada hubungannnya sama kalian" cibirnya.


"Tentu ada Zah, masa lalu lo itu buat kehidupan sepupu gue berubah dan masa lalu lo itu ingetin gue tentang melodi sedih yang gak langsung buat gue terlibat" ujar Luhan berteriak.


"Maksut lo apa?"


"Gue juga ada diwaktu insiden itu, Gue liat lo nangis dihari pertunjukan biola" Zahira menangis rasanya banyak yang terlibat dimasa lalunya, entah berapa banyak hidup yang ia hancurkan.


Tubuhnya lemas ia jatuh terduduk "Gue bakal ceritain semuanya" tatapnya kearah Luhan.


"Semuanya berubah ketika gue, Agra dan Aryan kelas 3 SMA" ucap Zahira dengan liquid yang terus menetes dari pelupuk matanya.


☜☆☞


TBC


PART KELANJUTANNYA


DI EPS NEXT YA


NANTI SEMUA MASA LALUNYA


BAKAL KEJAWAB KOK


Terus vote, like dan komen❤


Biar jadi semangat bagi Author🤗