The Holy Spirit Lord Adonai

The Holy Spirit Lord Adonai
Lucifer – Lumiel dan Azazel



Di dalam tradisi Quran disebutkan bahwa Iblis memberontak terhadap Allah karena menolak untuk sujud menyembah kepada “manusia tanah liat” Adam.


Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. Al-araaf 12


Selanjutnya Allah mengusir dia keluar dari surga.


Di dalam tradisi esoterik Luciferian, Lumiel atau Lumial atau Lucifer – Tuhan mereka – bukanlah figur Iblis jahat yang membujuk umat manusia masuk ke dalam pencobaan.


Lumiel, arti namanya adalah Cahaya Elohim. Identik dengan Lucifer, yang dalam bahasa Latin artinya Pembawa Cahaya. Dalam bahasa Ibrani hêylêl, artinya Pembawa Cahaya.


Di dalam Alkitab, ada dua kisah besar mengenai Malaikat yang Jatuh, yang pertama adalah kejatuhan Lucifer, yang tercatat dalam Kitab Yesaya 14:12-15,


(ILT3) Betapa engkau telah jatuh dari surga, hai Heilel ben-Sakhar! Engkau telah dihempaskan ke bumi, hai yang melemahkan bangsa-bangsa. [Heilel ben-Sakhar; Lucifer Putera Fajar).


(ILT2) Betapa engkau telah jatuh dari surga, hai yang bersinar (Ibrani: heylel; pembawa cahaya, yang bersinar, bintang fajar), putra fajar (Ibrani: shachar; fajar)! Engkau telah dihempaskan ke tanah, hai yang melemahkan bangsa-bangsa.


Sebab engkau telah berkata dalam hatimu: Aku akan naik ke langit aku akan mendirikan takhtaku di atas bintang-bintang Elohim. Dan aku akan duduk di bukit pertemuan di sebelah utara. Aku akan naik melebihi ketinggian awan-awan, aku akan menyamai Yang Mahatinggi. Namun, ke alam maut engkau akan turun, ke dalam dasar lubang (Ibrani: bor; lubang sumur, penjara) itu.


Ayat di atas ini berbicara tentang kejatuhan “Yang Bersinar, putra Fajar”, yang menunjukkan terjadinya suatu pemberontakan. Dan Bintang Fajar ini akan dicampakkan ke dalam abyss.


Salah satu kutipan lainnya Kitab Suci yang berbicara mengenai pemberontakan para malaikat tercatat dalam Mazmur 82:1,5-7 (ILT),


Elohim berdiri di tengah-tengah jemaat elohim (Ibrani: el; elohim, ilah, dewa, malaikat);


Dia menghakimi di tengah para ilah (Ibrani: elohiym).


Mereka tidak mengetahui ataupun memahami,


mereka berjalan dalam kegelapan,


seluruh dasar bumi terguncang.


Aku telah berfirman, “Kamu adalah elohim,


dan kamu semua adalah anak-anak Yang Mahatinggi (Ibrani: benei Elyon).


Namun kamu akan mati sebagai manusia (Ibrani: adam; manusia),


dan sebagai salah seorang pembesar (Ibrani: sar; penguasa, raja, pemimpin), kamu akan tewas.


Pemberontakan Lucifer menyebabkan dia harus berperang di surga melawan penghulu malaikat Mikael atau Michael dan pasukan surga. Sebagai akibatnya Lucifer-Lumiel dan para malaikat pemberontaknya dibuang dari surga dan jatuh ke bumi. Di bumi Lumiel menjadi “Penguasa Dunia”.


Wahyu 12:7-9 (ILT) Dan terjadilah peperangan di surga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu. Dan naga itu berperang, juga para malaikatnya, tetapi mereka tidak mempunyai kekuatan, bahkan tidak ada lagi tempat mereka masih ditemukan di surga. Dan naga besar itu dilemparkan ke luar, yaitu si ular tua yang disebut si iblis (Yun. Diabolos; penuduh, pemfitnah) dan Satan (Yun. Satanas; musuh, lawan), yang menyesatkan seluruh dunia; dia telah dilemparkan ke bumi, dan para malaikatnya telah dilemparkan bersama dia.


Lucifer atau Lumiel kadang diidentifikasi oleh orang Kanaan sebagai Shahar, dewa bintang fajar (Venus). Disebutkan bahwa dia punya saudara kembar bernama Shalem, yang juga disimbolkan oleh planet Venus, tapi sebagai bintang petang. Saudara kembar terang dan gelap ilahi ini melambangkan cahaya matahari yang muncul dari kegelapan malam pada waktu fajar dan terbenamnya pada waktu petang. Mereka adalah anak-anak dewi Asherah (atau Astarte, Asytoret), dan ditemukan bukti-bukti arkeologi di Timur Tengah bahwa bangsa Ibrani mengadopsi penyembahan kepada dewi ini ketika mereka berdiam di tanah Kanaan dan menjalankan pemujaan ini disamping penyembahan kepada YHWH. Kitab Suci Perjanjian Lama berisi beberapa catatan tentang berlangsungnya penyembahan kepada Asherah sebagai “Ratu Surga” oleh bangsa Ibrani.


Ini terjadi di kuil-kuil di dalam hutan-hutan keramat di bukit-bukti dimana mereka mempersembahkan kue-kue dan kemenyan kepada Ratu Sorga. Dalam mitologi Kanaan, Shahar, Penguasa Bintang Fajar, dicampakkan dari surga karena menentang dewa tertinggi El, dalam rupa kilatan petir. Dalam rupa petir ini dia membuahi Ibu Bumi dengan kekuatan phalus (alat kelamin laki-laki) ilahinya.


Lukas 10:18 (ILT2) Dan, Dia (Yeshua) berkata kepada mereka, “Aku melihat Satan jatuh dari langit seperti kilat.”


Sedangkan Azazel (Ibr: azaz; kekuatan, dan el; elohim; arti namanya Kekuatan Elohim) dalam tradisi Luciferian kadang-kadang digambarkan sebagai pandai besi dan penyihir api, dan dibandingkan dengan tukang besi pertama yang tercatat dalam Alkitab, Tubal-Kain.


Kejadian 4:22 (AYT) Zila melahirkan Tubal-Kain. Tubal-Kain adalah bapa orang-orang yang bekerja dengan perunggu dan besi. Saudara perempuan Tubal-Kain bernama Naama.


Nama sebenarnya dari Azazel diterjemahkan dalam berbagai sebutan, seperti “dewa kemenangan”, “kekuatan Elohim”, “dewa kuat” dan bahkan “dewa kambing”. Dalam Kitab Wahyu Abraham, dia disebut “penguasa Goyim” (bangsa-bangsa lain, non Israel), menunjukkan asal-usulnya bahwa dia merupakan dewa pagan. Dalam teks kuno Persia, Urm al-Khibab atau Kitab Purbakala, yang berasal dari abad ke-8, malaikat Azazil atau Azazel dikatakan menolak mengakui superioritas Adam atas malaikat-malaikat. Sebagai akibatnya, Allah mengusir dia dan para malaikat pemberontaknya dari alam surgawi untuk hidup di bumi. Secara umum, dalam tradisi Islam, Azazel atau Azrael dipercayai sebagai malaikat kematian dan dia bertindak sebagai penunjuk jalan bagi jiwa-jiwa orang mati.


Dalam Kitab Imamat 16:8-10 dan dalam Gulungan Kitab Laut Mati, suatu ritual Ibrani mencatat nama Azazel sebagai nama bagi “kambing hitam” yang membawa dan menanggung seluruh kesalahan dan dosa bangsa Israel. Imam besar Harun harus mengambil dua ekor kambing dan membuang undi atasnya untuk memilih, mana yang akan menjadi persembahan penghapus dosa, dan mana yang akan menjadi kambing yang menanggung seluruh kesalahan. Kitab Torah mencatat bahwa imam besar harus mengakui “segala kesalahan dan pelanggaran dan dosa bangsa Israel” di atas kepala kambing Azazel. Ritual ini melambangkan tindakan memindahkan seluruh kesalahan dan dosa ke atas kambing ini, supaya bangsa Israel diampuni. Kambing ini kemudian dibuang di padang gurun untuk mati, atau dilemparkan ke dalam jurang supaya tubuhnya hancur menghantam batu-batuan di dasar.


Imamat 16:8-10 (ILT) Dan Harun harus membuang undi atas kedua kambing itu, satu undi bagi YAHWEH dan satu undi lagi untuk Azazel. Dan Harun harus mempersembahkan kambing yang atasnya undi telah naik bagi YAHWEH, dan harus mengolahnya sebagai persembahan penghapus dosa. Tetapi kambing yang atasnya undi telah naik untuk Azazel, haruslah ditempatkan hidup-hidup di hadapan YAHWEH untuk mengadakan penebusan dengannya, dengan menghalaunya pergi ke padang gurun sebagai Azazel.


Konsep dasar kuno mengenai korban kambing pembawa kesalahan atas dosa-dosa umat manusia yang dibuang di padang gurun, merupakan hal yang beberapa kali muncul dalam kisah Alkitab. Ini terlihat dalam kisah Kain yang menjadi pengembara yang diasingkan di bumi sesudah ditandai Elohim dan diusir ke timur Eden sesudah membunuh saudaranya, Habel. Dalam salah satu legenda Yahudi, Raja Salomo, yang memiliki kuasa sihir untuk memanggil dan mengendalikan setan-setan, jatuh dari kasih karunia Elohim karena dia “melacurkan diri dengan elohim asing.” Dia dipaksa Elohim meninggalkan Yerusalem dan mengembara di padang gurun, menyamar sebagai pengemis.


Sesudah eksodus dari perbudakan di Mesir, Musa dan bangsa Israel harus menjalani empat puluh tahun pengembaraan di padang gurun, karena dosa-dosa pemberontakan generasi bapak-bapak mereka, sebelum akhirnya mereka diijinkan masuk ke Tanah Perjanjian (Kanaan). Dalam mitologi Mesir kuno, dewa kegelapan Seth digambarkan sebagai dewa buangan yang tinggal di padang gurun. Dalam Perjanjian Baru, Yeshua berpuasa dan tinggal di padang gurun selama empat puluh hari empat puluh malam, dan dicobai Iblis, sebelum akhirnya memulai pelayanan-Nya. Dia tidak diterima sebagai nabi di kotanya sendiri, Nazareth, dan ditolak sebagai Messias oleh bangsa-Nya sendiri. Ketika Yeshua disalibkan, Dia mengambil posisi seperti yang disimbolkan oleh kambing pembawa kesalahan, yang mati menyucikan dosa-dosa umat manusia.


Yohanes 1:29 (ILT) Pada keesokan harinya, Yohanes melihat Yeshua yang datang kepadanya, dan dia berkata, “Lihatlah, Anak Domba Elohim yang menghapus dosa dunia!


Azazel juga dipercayai mempunyai serombongan setan-setan kambing jantan, yang dikenal sebagai se’irim (satyr), yang seperti Malaikat Pengawas, bernafsu birahi kepada kaum perempuan. Mereka digambarkan berbentuk separuh manusia – separuh kambing jantan, berambut, dengan phallus (alat kelamin) yang ereksi permanen, dan melakukan hubungan seksual dengan kaum wanita penyembahnya pada hari Shabbat Penyihir.


Dalam tradisi ritual penuaian atau titik balik matahari musim gugur yang berasal dari bangsa Syria, Hittite atau Kanaan, seekor kambing akan dipilih dengan ritual ramalan dan kemudian dipersembahkan kepada dewa padang gurun atau Iblis penunggu padang pasir yang harus ditenangkan atau diperdamaikan dengan menumpahkan darah. Ritual ini nampaknya diadopsi juga oleh bangsa Ibrani, seperti yang tercermin dari perintah Elohim dalam Imamat 17:7,


(AYT) Jadi, mereka tidak boleh lagi mempersembahkan kurban kepada ‘berhala kambing’ (Ibrani: sa’iyr; satyr, iblis berbulu setengah manusia – setengah kambing), yang dengannya umat Israel berzina. Peraturan ini berlaku selamanya bagi mereka, dari generasi ke generasi.


(ILT) Dan mereka tidak akan lagi mengurbankan kurban-kurban mereka kepada kambing-kambing berhala (Ibrani: sa’iyr; satyr), yang kepadanya mereka telah berbuat zina. Hal ini telah menjadi suatu ketetapan selamanya bagi mereka untuk generasi-generasi mereka.


Semjaza dianggap oleh sebagian pengikut Luciferian modern sebagai wakil Lumiel, atau salah satu dari avatarnya (inkarnasi ilahi dalam bentuk tubuh manusia). Dia tidak hanya jatuh cinta kepada kaum perempuan manusia, tapi juga dengan dewi Babel, Ishtar, dewi cinta dan perang. (Bandingkan dengan dewa Zeus Yunani, yang selain suka mengawini perempuan manusia, juga suka mengawini para saudari dewi-dewinya). Ishtar menjanjikan **** kepadanya.


Namun Kitab Suci mencatat, bahwa Lucifer tidaklah identik dengan Azazel dan Semjaza. Alkitab dan Kitab Henokh mencatat dengan jelas, bahwa para Malaikat yang Jatuh, Azazel, Semjaza dan kawan-kawannya ini diikat di bawah bumi:


Yudas 1:6 (AYT) Dan, malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, melainkan meninggalkan tempat kediaman mereka, telah Ia ikat dengan rantai abadi dalam kegelapan yang paling gelap untuk penghakiman pada hari besar nanti.


2Petrus 2:4 (ILT) Sebab, jika Elohim tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang telah berdosa, sebaliknya, Dia telah menyerahkan ke dalam belenggu-belenggu kegelapan dengan melemparkannya ke dalam tartarus (Yunani: tartaros; abyss/jurang neraka yang paling dalam) untuk ditahan sampai penghakiman;


Kitab Henokh 10:4-5,11-12 Dan lagi Tuhan berfirman kepada Rufael, “Ikat tangan dan kaki Azâzêl, lemparkan dia ke dalam kegelapan; belahlah gurun pasir yang di Dudâêl, dan campakkan dia di sana. Dan timbunilah dia dengan batu-batu kasar dan tajam, dan selubungi dirinya dengan kegelapan supaya dia tetap ada di sana selamanya, dan selubungi wajahnya sehingga dia tidak dapat melihat cahaya! Dan Elohim berkata kepada Michael, “Umumkan kepada Semjâzâ dan yang ada bersamanya, yang telah mengikatkan diri dengan perempuan, akan dihancurkan bersama mereka dalam semua kecemaran mereka. Setelah semua anak-anak mereka [Nephilim] saling membunuh satu sama lain, dan mereka melihat kehancuran orang-orang yang dikasihinya, ikat mereka [Malaikat Pengawas] di bawah bukit bumi untuk tujuh puluh generasi, sampai hari penghakiman mereka dan akhir kesudahan mereka, sampai penghakiman yang terakhir telah dilaksanakan untuk selama-lamanya.


Lucifer atau Satan nampaknya masih dibiarkan ‘bebas’ oleh Elohim, dan baru akan dibelenggu dan dipenjarakan pada Akhir Zaman ini, sebelum permulaan Kerajaan Seribu Tahun Messias di bumi.


Wahyu 20:1-3 (ILT) Dan aku melihat seorang malaikat yang turun dari surga dengan memegang kunci Abyssos dan sebuah rantai besar pada tangannya. Dan dia menangkap naga itu, yaitu ular tua, yang adalah si iblis dan Satan, dan dia membelenggunya selama seribu tahun, dan dia melemparkannya ke dalam Abyssos dan menutupnya dan memeteraikan di atasnya supaya dia tidak dapat lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sampai masa seribu tahun digenapi. Dan setelah masa ini dia harus dibebaskan untuk beberapa saat.


Yesaya 24:21-22 (ILT) Dan akan terjadi pada hari itu, YAHWEH akan berperkara dengan tentara langit di tempat tinggi, dan raja-raja bumi di atas bumi. Dan mereka akan dikumpulkan sebagai kumpulan tawanan di dalam lubang, dan mereka akan ditutup dalam sebuah penjara, dan setelah beberapa hari mereka akan dilawat.