
Raja Tirus – raja ini pertama-tama digambarkan sebagai seorang manusia yang menganggap dirinya Elohim, selanjutnya dia digambarkan sebagai Lucifer dalam Alkitab. Yehezkiel 28:2 (ILT) “Hai anak manusia, katakanlah kepada raja Tirus: Beginilah Tuhan YAHWEH berfirman: Karena engkau menjadi tinggi hati, dan engkau telah berkata: Aku adalah Elohim, aku akan duduk di takhta Elohim di tengah-tengah lautan, namun engkau seorang manusia, dan bukan Elohim, walaupun engkau telah mengatur hatimu seperti hati Elohim.”
Antiochus IV Epiphanes – raja Yunani Syria yang mendirikan mezbah Zeus di Ruang Maha Kudus dan mengurbankan seekor **** untuk mencemarkan Bait Suci Yerusalem. Ia adalah gambaran Anti-Kristus Akhir Zaman, yang nampaknya akan melakukan hal serupa di dalam Bait Suci Ketiga. Daniel 11:31-32 (ILT) Kekuatan akan muncul dari padanya (Antiochus IV Ephiphanes), dan mereka akan menajiskan tempat kudus, benteng itu, dan akan menghapuskan kurban terus-menerus yang telah ditetapkan. Mereka akan menegakkan kekejian yang membinasakan. 32. Dan Dia akan menjerumuskan orang-orang fasik yang menentang perjanjian itu dengan rayuan-rayuan. Tetapi umat yang mengenal Elohimnya akan menjadi kuat dan akan bertindak (pemberontakan Maccabee).
Mereka-mereka ini bisa dianggap kandidat kuat untuk “lima (raja yang) telah jatuh.”

Lalu siapa (raja yang) “sekarang ada“? Identitas orang ini tergantung pada saat kapan Yohanes menuliskan Kitab Wahyu. Yang pasti dia itu Caesar. Tapi Caesar yang mana? Caesar Nero atau Caesar Domitian? Nampaknya Nero. Dia cocok dengan deskripsi orang gila yang dirasuk setan, dan bertekad bulat untuk membinasakan umat Elohim.
(Raja) “yang lain belum datang” dan bilamana dia datang, dia hanya memerintah sebentar saja. Dia kemungkinan Adolf Hitler. Ia cocok dengan deskripsi orang gila yang dirasuk setan, pemimpin dunia yang berdiri menentang Elohim. Hitler membunuh jutaan orang Yahudi milik Elohim, dan ia melakukannya dengan cara-cara Luciferian, okultisme, ritual – seperti umumnya – pengorbanan manusia secara massal.
Hitler adalah seorang okultis, di belakangnya ada organisasi okultisme rahasia bernama Vril Society. Hitler dan Nazi Jerman mendedikasikan hidupnya untuk mendirikan Third Reich, mereka mengejar artefak-artefak kuno dari seluruh dunia (salah satunya The Spear of Destiny, tombak yang dipakai tentara Romawi untuk menusuk lambung Tuhan Yeshua pada waktu di kayu salib), dan dia bertujuan mengembalikan kejayaan ras Aryan (keturunan Nephilim), berusaha membangkitkan kembali ras yang telah musnah ketika Banjir Besar, dan dengan bantuan mereka Hitler bermaksud untuk menguasai seluruh dunia. Simbol Nazi Jerman (Swastika, Salib Hitam) bisa ditelusuri sampai ribuan tahun ke belakang, merupakan simbol yang sama yang dipakai oleh keturunan Nephilim. Hitler menyebabkan kematian puluhan juta manusia di seluruh dunia. Jika Hitler hanya pendahuluan saja dari apa yang akan datang, Anti-Kristus yang terakhir benar-benar akan menjadi makhluk monster Penghancur, “senjata pemusnah massal” seperti yang belum pernah dilihat dunia sebelumnya!
Jadi, di sini kita telah mendapatkan (kemungkinan) tujuh raja dari sepanjang sejarah. Ini adalah kandidat tujuh kepala Binatang.
Tapi perhatikan ayat berikutnya, yang nampaknya sangat sedikit orang yang memperhatikannya secara khusus:
Wahyu 17:11 (ILT) Dan binatang buas yang pernah ada dan sekarang tidak ada, dia juga adalah yang kedelapan, dan dia berasal dari yang tujuh itu, dan dia menuju kepada kebinasaan.
Malaikat mengatakan bahwa Binatang buas yang pernah ada dan sekarang tidak ada (dan akan muncul lagi) adalah (raja) kedelapan tapi dia berasal dari yang tujuh (raja) itu.
Istilah “pernah ada dan sekarang tidak ada” disebutkan beberapa kali dalam Wahyu 17. Ini ada bagi mereka yang “memiliki hikmat” untuk memperhatikan.
Pertama-tama, itu adalah kebalikan dari deskripsi tentang Yeshua yang berulang kali disebutkan “Yang Ada, dan Yang Telah Ada dan Yang Akan Datang.“
Kedua, ini sesuai dengan keyakinan berbagai peradaban dunia kuno tentang Dewa Matahari mereka yang sekarat dan mati dan bangkit kembali (pada Akhir Zaman).
Tapi fakta bahwa Wahyu 17:11 menyebutkan “dia berasal dari yang tujuh,” memiliki arti bahwa Anti-Kristus yang paling akhir dan yang paling terkenal harus berasal dari salah satu dari tujuh raja yang telah disebutkan di atas … dan kemungkinan dia akan merupakan gabungan seluruh kombinasi ciri-ciri mereka semuanya!
Dari deskripsi Wahyu 13, kita menemukan bahwa dia ini memiliki luka di kepala yang menyebabkan kematiannya, namun secara ajaib luka itu disembuhkan.
Wahyu 13:3 (ILT) Dan aku melihat satu dari kepala-kepalanya seperti telah disembelih (Yunani: shpazo) sampai mati, tetapi luka yang mematikannya itu telah disembuhkan, dan seluruh dunia terkagum-kagum mengikuti binatang itu.
Kata “disembelih” atau “luka” di atas memakai bahasa Yunani “sphazo” (G4969), artinya: dibunuh, disembelih, dipotong, dijagal, dibunuh dengan kekerasan, terluka sampai mati.
Jadi, jika kita melihat daftar raja-raja di atas, kita perlu bertanya siapakah yang pernah mendapatkan luka mematikan di kepala?
Nimrod – Ya!
Firaun Mesir – Tidak!
Sancherib (raja Ashur) -Tidak!
Raja Tirus – Tidak!
Anthiochus IV Epiphanes – Tidak!
Nero – Ya! (sepertinya). Dikatakan dia menikam lehernya sendiri.
Kita sekarang memiliki 2 kandidat yang cocok dengan deskripsi “luka di kepala”:
Nimrod
Nero
Sekarang, siapakah dari semuanya ini yang adalah orang Ashur dan memiliki hubungan dengan Babel? Hanya satu: Nimrod!
Catatan: Sancherib memang orang Ashur, tapi ia tidak memiliki luka yang mematikan di kepala.
Bahkan jika daftar “kandidat” Binatang buas di atas tidak akurat, tidak ada orang dalam sejarah yang tercatat di planet ini cocok untuk semua deskripsi Anti-Kristus yang lebih baik dari Nimrod. Tidak ada aktor lain di panggung dunia yang sesuai dan yang lebih baik dari Nimrod. Tidak juga Barack Obama.
Flavius Josephus, sejarawan Romawi abad pertama, menulis dalam bukunya “Antiquity of the Jews” mengenai Nimrod yang mendirikan menara Babel:
“Dia (Nimrod) juga mengatakan bahwa dia akan membalas dendam kepada Elohim, jika Dia punya pikiran untuk menenggelamkan dunia kembali; karena itu dia mendirikan sebuah menara yang telalu tinggi bagi air untuk menenggelamkannya! Dan bahwa dia akan membalaskan dendam pribadinya kepada Elohim karena menghancurkan bapa leluhur mereka (Nephilim)! – Antiquity of the Jews 4:2
Perhatikan Wahyu 17:
Wahyu 17:8 (ILT) Binatang buas yang engkau lihat, dia pernah ada dan sekarang tidak ada, tetapi dia akan segera muncul (Yunani: anabaino; bangkit, naik ke atas) dari Abyssos, dan menuju kepada kebinasaan (Yunani: apoleia; kehancuran, binasa).
Kata “Abyssos” (G12) dalam bahasa Yunani artinya: (jurang) tanpa dasar, tidak terbatas, abyss, jurang ngarai yang dalam sekali, sumur, dalamnya tidak terukur; Orcus: ngarai di bagian bumi yang paling bawah yang digunakan sebagai tempat penampungan orang-orang mati dan khususnya tempat kediaman Iblis-iblis.
Anti-Kristus harus naik keluar (bangkit) dari jurang maut, Abyssos, atau jurang neraka! Dan dia akan menuju kepada kebinasaan atau kehancuran (Yunani: apoleia).
Perhatikan Wahyu 9:1-11. Di situ disebutkan lubang Abyssos (jurang maut) akan dibuka, dan akan keluar pasukan belalang “neraka”.
Wahyu 9:1-11 (ILT) Dan, malaikat yang kelima meniup sangkakalanya. Dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke bumi. Dan kepadanya telah diberikan kunci ke sumur abyssos. 2. Dan dia membuka sumur abyssos itu, dan asap membubung dari lubang itu seperti asap dari tungku yang besar. Dan matahari dan angkasa dijadikan gelap karena asap dari sumur itu. 3. Dan dari asap itu keluarlah belalang-belalang ke bumi. Dan kepada mereka diberikan wewenang sebagaimana kalajengking-kalajengking di bumi memiliki wewenang;
Secara khusus perhatikan ayat 11:
Wahyu 9:11 (ILT) Dan mereka mempunyai raja atas mereka, yaitu malaikat Abyssos, nama Ibrani baginya Abaddon, dan dalam bahasa Yunani dia mempunyai nama Apollyon.
Apollyon artinya “Penghancur“… dan Apollyon identik dengan dewa Apollo; dewa Yunani yang berkuasa atas kematian dan penyakit sampar, atas matahari, musik, puisi, tanaman dan ternak, dan obat-obatan. Nama Apollo (Yunani: Apollon) mempunyai akar kata dalam bahasa Yunani kuno “apollumi“, suatu kata kerja atau “apollyo“, artinya “menghancurkan.” Dalam bab 3 sudah kita bahas bahwa Apollo adalah nama lain dari Nimrod!
Mungkin penyingkapan terbesar dan terbaru mengenai Nimrod sebagai Anti-Kristus adalah mengenai bilangannya sebagai Manusia Dewa. Ini tentang rasio dua pertiga.
Wahyu 13:18 (ILT) Inilah hikmat itu: Siapa yang memiliki pengertian, biarlah dia menghitung bilangan binatang buas itu, karena itu adalah bilangan seorang manusia dan bilangannya adalah enam ratus enam puluh enam.
Perhatikan bagaimana Epic Gilgamesh menyatakan bahwa ia adalah 2/3 dewa dan 1/3 manusia.
Siapakah yang bisa dibandingkan dengan dia sebagai raja?
Siapakah yang bisa berkata seperti Gilgamesh: “Aku adalah Raja!”?
Yang namanya, sejak hari kelahirannya, disebut “Gilgamesh”?
Dua pertiganya adalah dewa, sepertiganya adalah manusia.