
Ini akan kita bahas belakangan.
Hal lain yang perlu kita perhatikan tentang hubungan antara Osiris dengan Nimrod adalah bahwa mereka diidentifikasi dengan rasi bintang yang sama di langit: rasi bintang yang paling penting dan paling mudah diidentifikasi di langit – yakni konstelasi Orion.
Seperti halnya Gilgamesh dan Nimrod, Orion juga dikenal sebagai rasi “Pemburu Perkasa.”
Dalam buku “The Two Babylons” karangan Alexander Hislop, tertulis sebagai berikut (dari Bab 2, Kematian sang Anak):
Meskipun kita tidak menemukan laporan mengenai hal-hal rahasia yang dijalankan di Yunani untuk memperingati Orion, raksasa dan pemburu yang perkasa yang diperkenalkan oleh Homer, dengan nama itu, namun ia mewakili secara simbolis seseorang yang mati dengan cara yang sama dengan kematian Osiris, dan kemudian dipindahkan ke surga.*
Lihat OVID’S Fasti. Ovid mewakili Orion yang begitu sombong dan bangga karena kekuatannya yang besar, seperti kemuliaan yang sia-sia untuk menyombongkan diri bahwa tidak ada makhluk di bumi yang bisa mengalahkan dia, dimana kemudian seekor kalajengking muncul, “dan,” kata penyair, “ia ditambahkan kepada rasi bintang-bintang.” Sebutan untuk kalajengking dalam bahasa Chaldea (Kasdim) adalah Akrab; tapi Ak-rab, bila dipisah, artinya “Sang Penindas yang Besar,” dan ini adalah makna tersembunyi dari rasi bintang Scorpion yang diwakili dalam Zodiac. Rasi bintang itu menggambarkan dia yang membunuh dewa Babilonia, dan meruntuhkan sistem yang dibangunnya. Pada waktu matahari berada di rasi Scorpion, dewa Osiris di Mesir “menghilang” (WILKINSON), dan ratapan besar dilakukan untuk hilangnya dewa ini. Ada peristiwa lain yang rancu dengan kematian dewa Mesir; tetapi perlu diperhatikan bahwa, karena konflik dengan Scorpionlah maka Orion telah “ditambahkan ke jajaran bintang-bintang,” jadi pada waktu Scorpion berkuasa, dewa Osiris “menghilang.”
Dari catatan Persia kuno ini, kita dengan yakin dapat menyimpulkan bahwa Nimrod didewakan sesudah kematiannya dengan nama Orion, dan ditempatkan di antara bintang-bintang …
Jadi, sekarang kita telah menemukan hubungan antara Nimrod, Gilgamesh, Osiris dan Orion, kita mulai melihat hal-hal yang lebih besar untuk menggambarkan apa yang akan datang.
Semua orang sudah tahu bahwa piramida-piramida di dataran tinggi Giza itu sejajar dengan “sabuk” dari konstelasi Orion.
Dataran tinggi Giza sudah banyak mendapatkan perhatian sepanjang sejarah, namun tidak pernah sebanyak seperti sekarang ini dan di masa depan yang tidak terlalu jauh. Pada tahun 1999, Zahi Hawass, Sekretaris Jenderal Dewan Tertinggi Kepurbakalaan Mesir, mengklaim telah menemukan tempat makam dari Kuburan Osiris di bawah dataran tinggi Giza.
Saya telah menemukan lorong, masuk sepanjang 29 meter secara vertikal ke dalam tanah, persis di tengah-tengah Piramid Chefren dan Sphinx. Di bagian bawah, yang terisi penuh dengan air, kami telah menemukan ruang pemakaman dengan empat pilar. Di bagian tengah ada sarkofagus granit besar, yang saya harapkan sebagai makam dewa Osiris,… saya telah menggali di gurun pasir Mesir selama lebih dari 30 tahun, dan sampai hari ini, ini adalah penemuan yang paling menarik yang telah saya buat …. Kami menemukan lorong itu pada bulan November dan baru-baru ini mulai memompa air keluar. Jadi perlu waktu beberapa tahun sebelum kita selesai menyelidiki penemuan ini.”
Ini sudah lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Bisa Anda bayangkan apa yang sudah mereka temukan di bawah dataran tinggi Giza sejak saat itu.
Beberapa tahun kemudian, penemuan menakjubkan lain yang berhubungan terjadi, tetapi kali ini di gurun pasir Iraq. Pada hari Selasa, tanggal 29 April 2003, sebuah laporan berita BBC dipublikasikan yang mengumumkan bahwa para arkeolog telah menemukan makam Gilgamesh
Siapakah yang bisa dibandingkan dengan dia sebagai raja? Siapa yang bisa berkata, seperti Gilgamesh, “Aku adalah Raja”? – Epic Of Gilgamesh
Para arkeolog di Irak percaya bahwa mereka mungkin telah menemukan makam yang hilang dari Raja Gilgamesh – tokoh utama dari “buku” Sumeria tertua dalam sejarah.
Epic Of Gilgamesh – ditulis oleh seorang cendekiawan di Timur Tengah 2.500 tahun sebelum kelahiran Kristus – untuk memperingati kehidupan seorang penguasa di kota Uruk, dari mana Iraq mendapatkan namanya. Sekarang, sebuah ekspedisi yang dipimpin Jerman telah menemukan apa yang dianggap keseluruhan kota Uruk – termasuk, tempat di mana pada masa lampau, sungai Efrat mengalirinya, tempat peristirahatan terakhir dari Rajanya yang terkenal.
“Saya tidak ingin mengatakan bahwa itu pasti makam Raja Gilgamesh, tapi itu terlihat sangat mirip dengan apa yang diceritakan dalam epik,” kata Jorg Fassbinder, dari Departemen Monumen Bersejarah Bavaria di Munich, kepada BBC World Service Science dalam program siaran TV-nya.
Magnetik
Dalam bukunya – sebenarnya itu berupa tulisan cuneiform dalam satu set tablet/lembaran tanah liat – Gilgamesh digambarkan telah dikubur di bawah sungai Efrat, dalam sebuah makam yang rupanya dibangun ketika aliran air sungai kuno itu terbagi dua setelah kematiannya.
“Kami menemukan di luar kota, suatu area di tengah-tengah bekas sungai Efrat kuno, sisa-sisa bangunan yang bisa dikatakan sebagai tempat pemakaman,” kata Fassbinder.
Dia mengatakan penemuan yang menakjubkan dari kota kuno di bawah gurun Iraq itu dimungkinkan karena teknologi modern. “Dengan perbedaan gaya magnet di dalam tanah, Anda dapat melihat ke dalam lapisan tanah,” tambah Mr. Fassbinder.
Iraq telah lama menjadi tempat dari beberapa penemuan sejarah yang paling penting.
“Perbedaan antara batu bata dan sedimen di sungai Efrat memberikan struktur yang sangat rinci.”
Ini menciptakan magnetogram, yang kemudian secara digital dipetakan, secara efektif memberikan denah kota Uruk.
“Hal yang paling mengejutkan adalah kita menemukan bangunan yang digambarkan oleh Gilgamesh,” kata Mr. Fassbinder.
“Kami meneliti lebih dari 100 hektar. Kami telah menemukan struktur taman dan struktur lapangan seperti yang dijelaskan dalam epik Gilgamesh, dan kami menemukan rumah-rumah Babilonia.”
Namun dia mengatakan yang paling menakjubkan adalah penemuan sistem kanal yang sangat canggih.
“Dengan jelas, kita bisa melihat di kanal, beberapa bangunan menunjukkan tanda-tanda bahwa banjir telah menghancurkan beberapa rumah, dan itu berarti ini sistem yang sangat maju.”
“[Itu] seperti Venesia di padang gurun.”
Januari 2015, penemuan besar lainnya terjadi di Luxor, Mesir: Para arkeolog menemukan makam lain dari Osiris – Dewa segala dewa-dewa Mesir kuno.
Makam” Osiris ditemukan
Bangunan menghitam didirikan mewakili tempat peristirahatan Dewa mitologi Kematian Mesir
Sebuah “makam” menghitam menyeramkan milik Osiris – Dewa segala dewa-dewa Mesir kuno – telah digali. Diduga situs pemakaman simbolis ini digunakan dalam ritual-ritual untuk menghubungkan kekuasaan besar dari Dewa Alam Maut dengan para Firaun. Bangunan misterius ini didirikan selama Dinasti ke-25 antara tahun 760 – 525 SM dan ditemukan di pemakaman Al-Gorna di tepi barat Sungai Nil di dekat Luxor, Mesir.
Diumumkan oleh Menteri Kepurbakalaan Mamdouh al-DamAcaty, “Makam Min” didasarkan pada makam mistis Osiris, lengkap dengan lorong-lorong, kapel, sebuah aula besar, ruang penguburan, ukiran-ukiran dan bahkan patung dewa Osiris ini, dilaporkan oleh Luxor Times.
Sebuah tangga menurun dari lorong berpilar tembus melewati batuan dasar menuju sebuah kapel dengan langit-langit berkubah, yang berisi patung Osiris.
Osiris secara tradisional digambarkan sebagai seorang laki-laki berkulit hijau, berjenggot yang kakinya dimumifikasi. Ia sering terlihat mengenakan mahkota runcing dengan bulu burung unta dan memegang tongkat lengkung dan cambuk.
Para Firaun dan orang-orang kaya Mesir kuno kaya dihubungkan dengan Osiris di dalam kematian jika mereka melakukan ritual-ritual asimilasi, yang artinya mereka bisa dibangkitkan dari antara orang mati bersama Osiris dan memperoleh hidup yang kekal.
Patung ini dikelilingi oleh koridor untuk mengisolasi dan melindungi bagian yang dianggap paling penting dari makam.
Di sisi barat koridor, ruang penguburan yang dihiasi relief setan-setan dan dewa-dewa memegang pisau, yang dianggap sebagai para penjaga bersenjata yang berjaga-jaga melindungi penghuni makam.
Para arkeolog Spanyol dan para penggali yang dipimpin Italia, memperhatikan bahwa simbolisme Osiris ada di seluruh bangunan, termasuk di tangga yang menuju ke dunia bawah tanah, patung yang berada di “pulau” dan koridor kosong yang melambangkan sebuah sungai. Sebuah ruang pemakaman terletak di bawah patung, menghubungkan orang mati dengan Osiris.
Di sisi barat dari koridor patung Osiris, ruangan lain terdiri dari lorong sedalam tujuh meter, yang mengarah ke dua ruang kosong dan dua kamar yang penuh berisi puing-puing yang belum dieksplorasi.
Dua kamar mungkin terluput dari perhatian arkeolog Philippe Virey yang menemukan makam ini di tahun 1880-an,” kata Departemen Kepurbakalaan Mesir. Meskipun beberapa kali ia berusaha menggambarkan itu pada peta, pentingnya situs tersebut telah diabaikan hingga sekarang.
Jauh di dalam struktur purbakala ini, tangga lain di depan patung Osiris turun sembilan meter, mengarah ke sebuah ruangan dengan lorong lain, yang dianggap bagian paling dalam dari kompleks pemakaman. Tidak diketahui kapan ekskavasi akan dilanjutkan.
Salah satu teori tentang penemuan ini adalah bahwa jenazah Dewa Kematian ini sebenarnya sudah ditemukan. Menurut mitologi Mesir, Osiris biasanya bisa mengambil bentuk tubuh manusia, dan teori ini mengklaim bahwa adalah wujudnya yang ditemukan di dalam sarkofagus. Teori ini juga didukung fakta bahwa sarkofagus itu dikelilingi oleh gambar setan-setan yang seharusnya melindungi jenazah. Untuk memahami dampak dari teori ini jika benar, kita perlu menggali sedikit ke dalam mitologi Mesir kuno.
Osiris dibunuh oleh saudaranya, Seth, yang melemparkan peti matinya ke Sungai Nil, dan sesudah tubuhnya ditemukan, Seth mencincangnya menjadi banyak bagian. Namun, istri Osiris, Isis, mengumpulkan semua potongan-potongan dan menyatukannya kembali. Satu-satunya bagian yang tidak bisa dia temukan adalah alat kelaminnya, jadi dia membuat alat kelamin palsu dari emas (tiang obelisk) dan membangkitkan Osiris kembali ke kehidupan dengan menggunakan sihir, sehingga ia bisa menghamilinya dan melahirkan Horus. Anak Osiris, Horus, dikatakan berperang melawan Seth sampai Osiris terbangun dari kematian dan membawa kedamaian atas Mesir.
Apakah para arkeolog benar-benar menemukan mayat Dewa Kematian Mesir atau tidak, sulit untuk dibantah bahwa penemuan ini adalah salah satu yang terpenting saat ini.
Dua penemuan luar biasa ini – makam Osiris dan Gilgamesh – memberi sinyal kepada kita tentang Permulaan Dari Akhir.