The Holy Spirit Lord Adonai

The Holy Spirit Lord Adonai
bab 14



Kata Hermon, dalam bahasa Inggris atau Indonesia tidak memiliki arti apa-apa, tapi didalam bahasa Ibrani memiliki makna yang sangat banyak, dalam dan luas. Kita harus tahu bahwa para Malaikat yang Jatuh ini sangat jauh lebih pintar daripada kita, dan mereka sudah mempermainkan umat manusia sejak pertama kali mereka masuk ke Bumi. Cara bagaimana Ular itu menipu Hawa selalu berulang kembali di sepanjang sejarah.


Pada zaman sekarang, ini termanifestasi dalam pengendalian pikiran, pencucian otak, issue senjata pemusnah massal, teror, stress, kebosanan, yang kesemuanya merupakan bagian dari teknik untuk membunuh bagian otak kita yang intuitif dan kreatif. Trik-trik digunakan, melaporkan berita-berita palsu, melakukan perang, pemiskinan dan perbudakan, sementara pada saat yang bersamaan menyatakan kepada dunia bahwa mereka sedang berusaha memerangi semuanya itu. Kemudian melakukan sandiwara yang hebat, memberikan kepada kita suatu ilusi bahwa manusia itu makhluk merdeka, namun sesungguhnya diperbudak dengan konsumerisme, harta, makanan, hasrat-hasrat tersembunyi, hidup tanpa arti yang menjadi tempat subur bagi berkembangnya depresi dan penyakit mental.


Mereka lebih suka manusia menghabiskan sumber daya alam tanpa perlu bertanggung jawab dan dialihkan perhatiannya dengan berbagai penyimpangan seksual dan dijejali dengan berbagai hal seperti pasien sakit mental yang disuapi di rumah sakit jiwa.


Inilah peperangan yang tidak bisa dilihat, diraba dan dirasakan, tetapi sesungguhnya ada.


Sejarah Yahudi terajut dengan berbagai kisah roh-roh Iblis, “Dybbuk“. Orang-orang kerasukan setan di sepanjang waktu. Ada begitu banyak kisah, misalnya Baal Shem Tov yang melakukan pengusiran setan di Eropa Timur beberapa ratus tahun yang lalu.


Jadi kemana Iblis-iblis dan roh-roh ini pergi? Apa mereka menghilang begitu saja? Apakah mereka akhirnya memperoleh kedamaian dan tidak lagi perlu menteror manusia? Tidak.


Mereka tidak kelihatan, tidak kedengaran, namun bekerja di bawah sadar manusia, sepertinya yang disebutkan dalam “The Art of War“, manuskrip China kuno,


Seluruh peperangan didasarkan pada penyesatan.


Sebab itu, ketika kita sanggup untuk menyerang, kita musti kelihatan tidak mampu;


ketika menggunakan kekuatan kita, kita musti terlihat tidak berdaya;


ketika kita dekat, kita musti membuat musuh percaya bahwa kita masih sangat jauh;


ketika kita sangat jauh, kita musti membuat dia percaya kita sangat dekat.


Para Malaikat yang Jatuh adalah para ahli di dalam seni peperangan, merekalah yang mengajar manusia segala sesuatunya. Itu artinya mereka berada jauh di depan manusia. Kita musti mengenali musuh, sebab jika tidak demikian kita tidak punya kesempatan untuk menang dalam peperangan.


Mungkinkah Kitab Henokh memang sengaja dibuang dan dimusnahkan oleh para penguasa dunia saat itu – keturunan Malaikat yang Jatuh – karena memberikan informasi yang sangat detail mengenai perbuatan-perbuatan bapa leluhur mereka – para Malaikat yang Jatuh – pada zaman Pra-Banjir Besar, maupun berisi nubuat-nubuat mengenai hal-hal yang akan terjadi hingga Akhir Zaman?


Kata ketiga dari Charam adalah “Charum,” yang hanya muncul satu kali di dalam Tanakh (Torah Musa),


Imamat 21:18 (ILT) Sebab, tidak seorang pun yang cacat pada tubuhnya boleh mendekat: orang buta, atau timpang, atau cacat muka (Ibrani: charum), atau cacat bentuk tubuh,


Kata ini menggambarkan semacam mutilasi, deformasi atau semacam irisan pada tubuh.


Jadi apakah hanya kebetulan saja para Malaikat yang Jatuh ini mendarat pada puncak belahan Bumi yang berbentuk seperti irisan? “Luka” yang begitu jelas yang bisa dilihat dari luar angkasa.


Memang benar telah terjadi mutilasi fisik yang sampai pada tingkatan spiritual, dengan terciptanya makhluk-makhluk hybrid yang terbuat dari mutilasi DNA Iblis dengan DNA manusia yang dicampur menjadi satu. Ingat akan perumpamaan Yeshua tentang benih lalang dan gandum?


Perbatasan Israel berdasarkan Alkitab meliputi ujung paling utara dari sesar Syria ini, di Lembah Beeqa Libanon. Malaikat yang Jatuh yang mendarat di puncak Hermon menandai terjadinya perbedaan yang sangat kontras antara Benar dan Jahat: Tamu-tamu yang sangat Najis di Tanah yang Suci, perusak umat manusia di tempat yang paling terang bersinar.


Bangsa Yahudi berada di tengah-tengah kisah para predator sesungguhnya – Nephilim, Mereka yang Jatuh – yang telah menipu umat manusia di sepanjang sejarah.


Laut Mati – Lembah Para Iblis


Laut Mati, tempat yang paling rendah di muka Bumi, sekitar 430 meter dibawah muka air laut, berjarak kira-kira 30 menit perjalanan jauhnya di timur Yerusalem. Tempat ini dulunya merupakan lokasi aktivitas Iblisi yang sangat besar. Sodom dan Gomora memanglah fasik, tapi siapakah yang sebenarnya mengajari mereka?


Kita bisa melihatnya didalam Alkitab:


Kejadian 14:3 (ILT) Mereka semua ini telah bersekutu di Lembah Siddim (Ibrani: siddim; padang, dataran), yakni Laut Asin.


Laut Mati dulu disebut Lembah Siddim. Untuk mengerti arti “Siddim” kita perlu melihat akar katanya dalam bahasa Ibrani, yakni “sadeh” atau “saday“.


Ada 4 kata yang memiliki akar kata yang sama:


Shed, artinya Iblis atau roh jahat.


Shad, artinya buah dada wanita.


Sadeh, artinya ladang atau padang.


Lembah Yordan tidaklah selamanya tidak berpenghuni.


Kejadian 13:10 (ILT) Dan Lot mengangkat matanya dan melihat ke seluruh Lembah Yordan, bahwa daerah itu seluruhnya terairi – sebelum pembinasaan YAHWEH terhadap Sodom dan Gomora – seperti taman YAHWEH, seperti Tanah Mesir, jika engkau memasuki Zoar.


Dengan petunjuk “seperti Taman YHWH“, Siddim dapat berarti “Sadeh“, artinya tanah ladang atau bahkan “Shad“, buah dada wanita, yang keduanya berhubungan dengan kesuburan dan pemberi kehidupan. Tapi itu juga berhubungan dengan nama Elohim, Shaddai, karena itu disebutkan seperti Taman YHWH. Dan ketika Bait Suci Ketiga turun dari Surga, lembah itu sekali lagi akan menjadi seperti taman Firdaus.


Tapi dalam konteks yang sekarang ini, Lembah Siddim memiliki arti yang berhubungan dengan Iblis. Orang-orang Sodom dan Gomora begitu jahat dan berdiam di sana; siapakah yang mengajarkan mereka jalan-jalan yang jahat?


Di sebelah utara Lembah Siddim terletak Gunung Hermon, tempat dimana Azazel dan kawan-kawannya telah turun dan merusakkan seluruh dunia. Begitu rusaknya sehingga Elohim harus mengirimkan Air Bah untuk menyapu bersih seluruh dunia, meskipun masih ada benih manusia yang diselamatkan Elohim.


Kejadian 14:5-6 (ILT) Dan pada tahun yang keempat belas, Kedorlaomer dan raja-raja yang bersamanya datang dan memukul orang Rephaim di Ashterot-Karnaim, dan orang Zuzim di Ham, dan orang Emim di Shaweh-Kiriathaim,dan orang Hori di perbukitan mereka, Seir, sampai ke El-Paran yang di tepi padang gurun.


Jadi mereka berperang melawan Rephaim, Zuzim, Emim, dan Hori. Tiga pasukan ini adalah ras raksasa, dan pasukan yang keempat adalah kelompok makhluk yang tidak dikenal, tidak teridentifikasi dan sepertinya juga bukan manusia.


Rephaim – Ras Raksasa Purbakala, yang berhubungan dengan Nephilim.


Ruach Rephaim dalam bahasa Ibrani modern artinya hantu; akar kata Rephaim adalah “rapha” artinya menyembuhkan.


Rephaim ini berdiam di Dataran Tinggi Golan, di Bashan. Kemungkinan merekalah arsitek monumen Gilgal Rephaim, Roda Raksasa.


Zuzim, akar katanya “ziyz“, memiliki arti bergerak, berkelana, gelisah, resah. Konotasinya negatif seperti makhluk-makhluk buangan atau roh-roh gentayangan pengganggu yang ingin merasuki seseorang.


Zuzim juga disebut Zamzummim.


Ulangan 2:20-21 (TB-ILT) –Negeri inipun dikira orang negeri orang Rephaim. Dahulu orang Rephaim diam di sana, tetapi orang Amon menyebut mereka orang Zamzummim, yaitu bangsa yang besar dan banyak jumlahnya, dan tinggi seperti orang Enak, tetapi YAHWEH telah memusnahkan mereka dari hadapannya dan mereka mengambil alih serta mendiami sebagai gantinya,…


Kata “mezuzah” yang juga mempunya akar kata “ziyz“, yaitu gulungan kecil berisi Shema (Ulangan 6:4-9) yang ada di setiap tiang pintu rumah orang Yahudi, disebut mezuzah kemungkinan adalah untuk membuat roh-roh jahat itu pergi. Jadi Zuzim ini kemungkinan berhubungan dengan roh-roh pengganggu.


Emim juga adalah ras raksasa, akar katanya “eymah“, yang artinya menakutkan, mengerikan, menggentarkan.


Ulangan 2:11 Mereka itu pun dikira Rephaim, seperti orang Enak, tetapi orang Moab menyebut mereka orang Emim.


Hori, ras purbakala yang berdiam di Tanah Edom (Seir), akar katanya “chor“, memiliki arti yang mengerikan dan menjijikkan. Ada kata Ibrani lain yang mempunyai akar kata “chor” yakni,


Chariy yang berarti kotoran/isi perut.


Charah yang berarti murka, marah, terbakar, panas.


“Chor” adalah lubang tempat binatang berdiam, atau tempat kediaman manusia buangan, memiliki konotasi negatif. Mereka hidup di perbukitan mereka, Seir, di dalam liang-liang atau lubang-lubang mereka.


Kejadian 14:6 (ILT) dan orang Hori di perbukitan mereka, Seir (Ibrani: seiyr; berambut, gimbal), sampai ke El-Paran yang di tepi padang gurun.


Ras-ras raksasa yang lain tinggal di kota-kota, tetapi mereka ini tidak. Mereka ini tinggal di pegunungan.


Sangat menarik untuk dilihat bahwa pegunungan itu diberi nama Seir, yang artinya kambing, namun juga berarti kambing Iblis yaitu Azazel.


Imamat 17:7 (ILT) Dan mereka tidak akan lagi mengurbankan kurban-kurban mereka kepada kambing-kambing berhala (Ibrani: saiyr; berambut, kambing jantan, satyr, kambing Iblis), yang kepadanya mereka telah berbuat zina. Hal ini telah menjadi suatu ketetapan selamanya bagi mereka untuk generasi-generasi mereka.


Jadi ras Hori yang tinggal di Pegunungan Kambing atau Seir, kemungkinan besar memiliki hubungan dengan Azazel, pemimpin Kambing Iblis atau Satyr, makhluk separuh manusia-separuh kambing.